03. Reason

3.2K 467 86
                                              

Eh ketemu apdetan saya🤔 maap gaes wkwk
...


Bae Sehun, dirinya amat sangat membenci omega. Menurutnya omega adalah makhluk lemah terlebih omega male.

Entah kapan awalnya, yang jelas perasaan benci itu tidak bisa hilang.

Ia seorang beta, kemudian istrinya juga seorang beta. Saat Irene—sang istri— hamil anak pertama mereka Sehun yakin bahwa anak mereka adalah beta.

Karena 50% perkawinan beta akan menghasilkan beta, sampai akhirnya ia sendiri lupa bahwa masih ada 25% kemungkinan alpha maupun omega disana.

Dan yah.. Saat Bae Jinyoung sang putra memasuki sekolah menengah atas atau bertepatan dengan masa transisinya ia dinyatakan sebagai alpha.

Sehun bersyukur, Bae Jinyoung membuatnya bangga.

Setidaknya begitu, sebelum sang putra memberitahu bahwa ia baru saja mengalami heat.

Oh astaga..

"Sehun sudahlah.. Jinyoungie tetap anak kita."

Irene memeluk putranya, melihat bagaimana Bae Jinyoung menangis ketakutan membuat hatinya terasa sakit.

"Tidak! Dia bukan anak kita! Cepat kemasi barang barangmu dan keluar dari rumah ini anak sialan!"

"Sehun!"

"Diam! Ini keputusanku!"

"A-ayah.."

"Aku bukan ayahmu brengsek!"

Melihat tatapan amat sangat benci dari sang ayah, Jinyoung makin menyembunyukan wajahnya di bahu sang ibunda.

"Apa salahnya jika Jinyoungie seorang omega?!"

"Tidak salah, tapi kau sebagai istriku tahu betul bahwa aku membenci omega bukan."

"Tapi Jinyoungie anak kita, Sehun."

"Hei! Bocah sialan, berhenti menangis dan kemasi barang barangmu! Tsk, omega lemah!" Seakan tuli, Sehun menghiraukan istrinya. Yang saat ini ia inginkan adalah Jinyoung yang enyah dari hadapannya.

🔛🔛🔛

Hati irene mencelos, Bae Jinyoung putra sulungnya sedang mengemasi barang barang di kamar miliknya sambil menangis.

Entahlah, melawan pun rasanya sia-sia.

Keputusan Sehun sangat mutlak. Dan membantah pun tidak ada hasilnya.


Irene tidak habis pikir, apa salahnya jika putranya itu omega?

"Jinyoungie.."

Tersentak kaget karena pangilan lembut tersebut, Jinyoung buru buru menghapus air matanya. Menoleh ke arah sang bunda dengan senyum termanisnya.

"Ada apa bunda?"

"Kemari dan peluk bunda sayang."

Bibirnya bergetar, isak tangis yang Jinyoung sempat tahan tumpah di pelukan Irene. "Maaf bunda.. Hiks.. Jinyoungie bukan anak yang baik. Aku membuat ayah kecewa."

"Tidak sayang.. Jinyoungie anak baik, Jinyoungie anak bunda."

"Kenapa kau masih disini?!"

Suara tegas itu membuat Jinyoung tersentak, lalu dengan cepat melepas pelukan yang nantinya akan sangat ia rindukan. "A-aku sudah selesai ayah.."  dengan tas ransel di punggungya juga sebuah koper besar miliknya Jinyoung menatap ayahnya dengan takut.

Oh My Omega |PanDeep| [Re-publish]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang