KEPERGOK

542K 24.8K 3K
                                    

"Lari dari kenyataan adalah tindakan menjijikkan yang dilakukan oleh seorang pecundang"- Author.

Hehehe, setiap kata yang ada di bagian awal cerita, itu hanya sekilas kata yang melesat dan mampir sesaat di pikiran author. Jadi, gak ada kaitannya sama cerita.
______________________________________________

Drttt...drttt...
Salsa melirik layar ponselnya. Siapa? Salsa melipat kulit dahinya, bingung. Dia tidak pernah menyimpan nomor seseorang jika seseorang itu tak memintanya sendiri. Otomatis dia tidak tau, siapa yang meneleponnya kali ini.

"Halo? Siapa?", ucap Salsa saat dia memutuskan untuk menerima panggilan itu.

[Juna ganteng], sahut seseorang dari seberang sana. Salsa mendelik. Juna? Dari mana si kunyuk ini mendapat nomornya?

[Kenapa diem, Sayang? Kaget ya, kalo Pangeran nelpon?].

"Ishhh, gausah ke-PD an deh. Udah mau ngapain? Gak usah basa-basi! Awas aja kalo gak penting! Gue cari lo sampe ketemu, gue habisin saat itu juga!", ucap Salsa penuh penekan.

[Ahahhaahha, galak amat].

"Oke, gak penting", baru saja Salsa ingin memutus sambungan telpon nya, Juna menghentikannya.

[Eh tunggu tunggu tunggu. Ck, gak sabaran banget deh ah. Gue tuh cuma mau bilang. Foto gudang udah gue kirim ke WhatsApp lo. Cek aja].

"Ya", setelah itu, Salsa memutuskan sambungan teleponnya sepihak.

Sumpah, untung lo cantik, Sal.

✳️

Ashhhshhshhshs...

Buset, setan apaan itu? Pikir Salsa saat dia melewati depan lab biologi. Dia ingin ke BK untuk memberi laporan, bahwa dia selesai mengurus Juna.

Suara itu semakin jelas, saat dia menguping tepat pada celah pintu yang ada. Aaahh... Ya Tuhan, kuatkan Salsa.

Salsa memberanikan diri untuk membuka pintu itu perlahan. Setelah pintu itu terbuka, Salsa memasukkan kepalanya sedikit ke dalam. Dia tak menemukan siapapun. Tapi suara itu semakin jelas saja.

"Ahh... Stop play it", itu suara perempuan.

Salsa bisa dibilang orang yang super kepo. Tapi dia akan marah, jika ada orang yang mengecap dirinya semacam itu. Dia lebih suka menyebut dirinya, pencari informasi. Bukan si kepo.

Karena ingin mencari informasi lebih lanjut, Salsa memutuskan untuk masuk secara diam-diam. Dan... "Astaga", Salsa kian menutup matanya saat melihat seorang perempuan duduk di pangkuan laki-laki, di atas meja lab.

Tangan laki-laki itu tak bisa diam. Sibuk grepe-grepe pada setiap lekuk tubuh si perempuan. "Lo gila, apa gimana sih?", Salsa terus memejamkan mata, tapi mulutnya tak tinggal diam. Dia terus mengomel.

"Turunin gue, pliss", ucap cewek itu lirih, tapi Salsa tak sebudek itu. Dia masih bisa mendengarnya.

"Mesum lo berdua. Gue bakal laporin kalian ke BK", tanpa Salsa tau, cewek itu ketakutan. Tapi, baru membalikkan badan, tangannya di tahan oleh tangan yang lain.

ARJUNA [TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang