1

109 3 3
                                        


Aku melangkah pasti menuju ruang Dosen Bidang Keahlian dengan tergesa-gesa, menyeka sedikit keringat yang meluncur bebas di persimpangan telinga yang tertutup rapi oleh hijabku. Aku mengetuk pelan lalu masuk dan memberi salam kepada pak Dewa. "Assalamu'alaikum Pak, saya alumni angkatan 2020," lalu aku dipersilahkan masuk dan duduk didepannya. Yap, sudah 6 tahun aku lulus dari Universitas Brawijaya dan aku sekarang bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang keuangan dan pendidikan. Banyak kenangan yang kuingat dalam perkuliahan ku dulu. Aku jurusan Teknologi tapi aku bekerja dibidang keuangan hahah, unik memang dunia ini.

Setelah selesai bertemu Pak Dewa, aku sedikit jalan-jalan disekitar Campus ini dan mengenang betapa indahnya dulu. Haha aku pernah waktu pertama kali masuk di semester 1 aku udah benci sama salah satu orang dan akhirnya aku malah suka sama orang itu. Aku senyum-senyum sendiri jika mengingat itu. Sungguh secepat itu, kita seangkatan berpisah dan menjalani hidup masing-masing sekarang. Sekarang hanya sedikit bertukar kabar dikala padatnya waktu.

Hari sudah mulai sore, niatku mau menginap disini 1-2 harian tetapi pekerjaan mengharuskanku hanya 1 hari disini untuk melepas rindu. Aku menginap di hotel XXX dan rekan kerjaku Desi yang juga bertugas di sini, tapi dia ke universitas lain. Aku duduk di rooftop hotel dan menikmati sorenya Malang yang sudah terasa dingin ini. "Adel, ada telfon nih dari nyokap" ujar Desi dari balik pintu rooftop.

Aku mengangkat telfon ibu dan beliau menanyakan kabar seperti biasanya, "Besok bisa pulang nduk?" tanya beliau diseberang sana. "Kalau penting bisa izin kayaknya bu, kenapa memangnya?" tanyaku penasaran. Gak biasanya sih nyuruh pulang mendadak gini. Takutnya ada apa-apa. Dan setelah berbincang lama, aku memutuskan untuk izin dan langsung cus pulang kampung besok.

Aku berangkat pagi jam 8 dan naik bus umum yang membutuhkan waktu 3-4 jam untuk pulang kampung. Sepanjang perjalan aku hanya tidur hahah, biar tidak mabuk ceritanya. Sesampainya di terminal, omku sudah siap menjemputku dengan Sedan barunya itu. "Kok tumben om yang jemput, bapak mana om?" tanyaku saat masuk mobil. "Bapakmu lagi ngurus sesuatu." Jawabnya santai. Sembari di perjalanan aku hanya memainkan iphone ku dan memainkan game sekali-kali bermain instagram. Butuh waktu 20-30 menit untuk sampai ke rumahku. Dan ketika aku pulang aku mendapati rumahku yang ramai orang dan kayak mau ada hajatan gitu. Aku kaget, siapa juga yang mau hajatan ini kok gak bilang-bilang sih. Aku menemui ibu dan ibu bilang "Risky besok ke sini sama keluarganya," aku bertanya-tanya siapa lagi ini Risky? Risky anaknya sule? Apa Risky ketua Tim ku dulu? "Kamu besok dilamar."------------------WHATTTTTT??? Gue gak salah denger kan??? Sumpah ya, pacar aja gue gapunya dilamar siapa cobaaa?? Om om??

Oke fix gue kaget setengah mati sampe bahasa jakarta gue kambuh. Dan ini, gak ada angin gak ada badai kata ibu yang ngelamar itu Risky temen ku dulu. Please! Temen dari TK-Kuliah yang namanya Risky itu puluhan buk ☹. Dan sekarang aku gak tenang + gak bisa tidur. Pusing mikir situasi kayak gini, pengen nangis juga gak bisa, pengen seneng juga gak bisa. Ntar kalo aku seneng karna mau dilamar, eh takut yang ngelamar jelek , kalo om om gimana? Duhhh takut banget aing mah.

Pintu kamar ku di ketuk dan masuklah adek pertamaku, Rani. Dia duduk di meja riasku dan masih memainkan hpnya. "Dia ganteng kok kak del, " ujarnya tiba-tiba. Gue beralih ke dia, Rani pasti udah tau wujud orang yang mau ngelamar gue ini. Iya, dia pasti udah pernah kesini waktu gue kerja. "Terus? Tajir gak dia?" tanya gue menelisik. "Goblog, yang dipikir malah itu dulu. Tanya alim apa enggak kek" behh dia malah ngegas. "Kalo gak tajir, idup gue susah ntaar." Ujar gue sambil balik badan menghadap ke tembok. "Dia itu...udahlah. Kamu pasti kaget ntar kak del kalau liat dia langsung." Duh gue makin kepikiran. Gak ngebantu banget dah dia.

Ke'esokan harinyaaaa.

Gue hanya tidur 3 jam dan sekarang mata gue perih banget. Gile lah. Kata ibu sekarang disuruh siap-siap buat didandani sama mama (Budhe yang gue panggil mama). Gue diem aja sambil mikir, siapa coba yang mau ngelamar gue. Sumpah deh. Deg-degan nying parah dah. Temen gue gak ada yang tau lagi kalo gue lamaran. Padahal ini termasuk peristiwa saklar yang harus diabadikan sama temen-temen dekat gue. Gue mencoba menelfon Vina barangkali dia bisa dateng, "Posisi?" tanya gue langsung. "Tumbenan, lagi dirumah nih free." Jawabnya. "Cepet kesini. Gue lamaran" "WHATTT? KOK LU GAK BILANG-BILANG NYING" haduh telinga gue. "Udah cepet, ceritanya tar aja. GC" tuuutt.

Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang yaa lebih sedikit lah. Gue masih curcol sama Vina yang udah di rumah gue dari 2 jam yang lalu. Dia sangat syook dan syoknya melebihi yang mau dilamar. Kata adek gue si Risky itu udah nyampe terminal depan. Dan tandanya 5 menit lagi nyampe rumah gue. Oke fix , gue pengen boker + pipis sekarang. Deg-Degan setengah mati ini Gusti.

Gue udah melihat dua mobil yang diparkir samping rumah dan seberang rumah. Disitu banyak orang yang turun dari mobil. Tiba-tiba aja mata gue burem, perut sakit pengen boker, pengen muntah. Elahh nerveous ini. Gue lebih memilih masuk lagi ke kamar dan duduk sambil merem takut. Ketika ibu manggil gue untuk keluar dan gue ke ruang tamu yang sudah ditata rapi. Takut-takut gue ngeliat siapa yang ngelamar gue ini. Bismillah. Gue melihat dan... OH MY!!! Gue kaget setengah mati. "Risky??? Jadiii" ujar gue yang gak selow. Dia hanya senyum dan menyuruh gue diem dari isyarat ujung jari di bibirnya. Dan gue tiba-tiba senyum kayak orang gila, pengen ngakak Gusti. Oke sekarang gue tahu dan gue seneng bangeettttt.

Dia, Risky Febri. Temen kuliah dulu dan dia diam-diam kayak gini ke gue, padahal dia dulu di tebengin anak cewek aja gak mau. Gue kaget dong. Kok dia mau gitu sama gue?. Sebenernya gue pengen ngakak banget, tapi demi kelancaran acara lamaran ini dan image pertama di depan MERTUA gue, gue tahan itu. OMG!! MERTUA?! Gue paling takut nih kalo masalah sama mertua gini, dan sebentar lagi gue punya mertua.

RISKYY... kamu yaa... penuh kejutan!!!!

Dan setelah acara lamaran selesai, secara resmi gue udah sah dilamar oleh Risky. Dan yang bikin gue kaget, bulan depan gue udah akad :") Ya Allah, kenapa hidup saya sangat random gini :") . Gue udah gak bisa bayangin, keseharian gue kedepannya gimana. Setelah nikah kayak gimana. Emang pernah sih dulu gue sempet naksir dia, tapi kan... perasaan itu cuma sekedar mengagumi dia yang taatnya gak ketulungan. Duhh pusing pala gue -_-

Bersambung...
Tolong vote dan komen yaaa gaiss. Kritik dan saran juga gapapa, biar aku bisa memperbaiki work ini dan kalian bisa melanjutkan membacanya dengan tenang eakkk :))
Big thanks 😍

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 14, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Jodoh!!Where stories live. Discover now