Gue gak niat buat menjawab. Akhirnya Egi dan Krystal sama-sama bungkam sampai jam pertama di mulai. Pelajaran ekonomi, yang gue suka, karena berhebungan sama uang. Motto gue :

MONEY IS LIFE. NO MONEY NO LIFE.

Makanya, kalau Oma ngasih THR ke Jisoo lebih banyak, gue suka ngamuk. Apalagi kalau Papi ngasih THR ke Jisoo lebih banyak, pasti gue protes, "Kok bisa, Papi ngasih THR ke Jisoo lebih banyak dari aku. Aku kan lebih tua dari Jisoo. Papi gak boleh gak adil kayak gitu, dong!" ngomong kayak rel kereta yang gak ada abisnya. Gue gak akan berhenti sampai Papi adil.

Bel istirahat berbunyi, bersamaan sama selesainya pelajaran Sosiologi. Bukan Biologi. Soalnya gak nyambung kalau jurusan IPS belajar Biologi.

Gue meregangkan badan. Hari ini, Krystal duduk disamping gue. Krystal nyenggol lengan gue, "Kantin, yuk!"

Tanpa di undang, Egi balikin badan menoleh kearah gue sama Krystal, "YUK!"

"Gue ngajak Anne, syaiton!"

Egi memicingkan matanya dan menatap tajam ke Krystal, "Jadi gitu ya, Tal. Ngajaknya Anne doang. Oke, lah! Gue pergi sama Wendy aja!"

Wendy juga salah satu primadona-nya IPS. Wendy Karina namanya. Dia cantik, porsi tubuhnya mungil, kulitnya putih banget kayak abis berendam di bayclin. Dia duduk sama Egi hari ini. Dia anak vlogger, tapi kalau di sekolah, penampilan dia alim. Dia suka nge-cover lagu-lagu India sampai Korea, dan di upload ke youtube.

"Mulai kan bapernya. Gak asik lo, Gi!" Krystal mulai berdiri dan narik lengan gue, "Yuk, kantin! Egi juga, yuk kantin!"

Gue nurut aja. Ngikut berdiri dan jalan ke kantin. Kita berempat. Gue, Egi, Krystal dan Wendy. Gak enak kalau Wendy gak di ajak, Egi tadi udah ngajak Wendy soalnya.

Gue duduk buat tep-in tempat. Gue cuma minta Krystal buat beliin roti sama Le Mineral aja. Biar ada manis-manisnya gitu.

Krystal ngasih ke gue, sesuai pesanan, "Padahal lo tajir, tapi kalau ke kantin kayak orang susah. Belinya roti sama minuman terus," keluh Krystal dan dudukin bokongnya di kursi samping gue.

Gue tertawa renyah nanggapin omongan Krystal, "Gue lagi nabung, Tal,"

"Buat apa? Nikah sama Willis?"

Gue geplak kepala Krystal, "Sinting! Masih lama. Dia mau kuliah dulu. Gue juga mau kuliah dulu,"

Krystal pindah posisi kursinya menghadap gue, "Lo mau lanjut kemana? Gue kemarin lupa nanyain lo,"

"UGM kayaknya. Yang dekat-dekat aja,"

"Ambil fakultas?"

Gue berfikir sejenak, "Maunya sih, matematika. Tapi kalau gak bisa, teknik industri juga gak apa,"

"Menyimpang banget pilihan lo. Dimana-mana, lulusan IPS ambil jalan aman. Manajemen bisnis gitu. Lagian, lo kan pasti warisin berusahaan Papi lo,"

Gue ketawa, "Kan udah ada kak Tata,"

"Cita-cita kak Tata kan selebgram. Mau jadi kayak awcarin,"

Seulgi dan Wendy join, "Siapa yang mau jadi awcarin? Dia udah taubatan nasuha, gak pakai beha sambil naik kuda lagi," Egi yang ngomong. Egi kalau ngomong emang gak pernah di filter.

Gue liat bawaan Egi, dari siomay, bakso, ciki, teh sisri, "Astaga, Gi! Lo mau makan semua?" tanya gue yang ngeri sama porsi makannya Egi.

Egi mengangguk karena mulutnya penuh dengan siomay, "Bandot dia, mah. Badan melar kayak Sainah anak IPA 2 aja, nangis darah lo!" akhirnya setelah lama diam, Wendy buka suara juga.

something new ✔Where stories live. Discover now