Bab 3

5.7K 555 178
                                                  

Jangan lupa Vote dan Comment yaa...
Hope you enjoy this chapter...
.
.
.
..............................................

Hope you enjoy this chapter

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

..............................................

Sejak selesai makan malam dengan keluarga dan sahabat adiknya suasana hati Bastian tidak kunjung baik. Bahkan moodnya benar-benar terjun bebas, tadi siang melihat Fifi bersama kekasihnya, dan mala mini disumpahi Sendy akan sulit mendapatkan gadis yang inginkan. Ya jelas saja dia kesulitan untuk mendapatkan gadis yang ia suka, Fifi bergitu sulit untuk ditakhlukkan. Dalam pikirannya ia terus merencanakan strategi yang tepat untuk mendapatka Fifi, karena sekali lagi ia harus sadar bahwa gadis itu berbeda.

"Ko..."

Bastian yang sejak tadi sibuk memegang stick PS tanpa memainkannya menoleh ketika mendengar suara sang adik memanggil dari balik pintu kamarnya. Untuk sesaat ia mengernyitkan kening karena tidak biasanya Sendy memanggilnya dengan lembut. Biasa juga berteriak dan penuh penekanan, hal itu berhasil membuatnya tersenyum licik. Pasti saat ini adiknya sedang ada maunya, karena tidak mungkin seorang Sendy Buana Suryatama bisa bersikap lembut padanya.

"Ko... Amey mau masuk boleh ya?"

"Masuk saja, pintunya nggak dikunci, Dek," jawab Bastian kembali fokus pada permainan di layar TV.

"Koko marah?" tanya Sendy hati-hati sembari duduk di sisi tubuh Bastian.

"Kenapa?" tanya Bastian bingung.

"Karena tadi Amey nyumpahin Koko," lirih Sendy takut-takut sembari memegang kepalanya.

"Heleh. Biasa juga nggak pernah takut Koko marah, kenapa kamu tutup kepala?"

"Takut Koko jitak," ringis Sendy sembari memejamkan mata dan beringsut mundur dari posisi duduknya.

"Kalau Koko mau jitak kamu ya sudah dari tadi lah," jawab Bastian sebelum mengeecup pipi adiknya dan berhasil membuat Sendy menyunggingkan cengirannya yang menggemaskan.

"Koko jangan suka godain Fifi."

"Kenapa begitu?"

"Nanti kalau dia baper gimana? Koko kan playboy cap kampak," kekeh Sendy menghindari tangan Bastian yang sudah bersiap untuk menjentik keningnya.

"Kamu pikir Koko minyak angina apa?" tanya Bastian dengan mata sipitnya yang berusaha ia bulatkan.

"Jangan melotot, sipit juga," kekeh Sendy sembari menjulurkan lidahnya untuk mengejek sang kakak.

Akhinya kedua kakak beradik itu sibuk menjitak kepala masing-masing, dan keduanya sama-sama tertawa setelahnya. Sendy bahkan sudah duduk bersandar pada bahu kakaknya yang tengah berkutat dengan stick PSnya. Gadis itu tidak terlalu suka bermain games seperti Bastian dan Angga, ia lebih suka menonton kartun. "Kalau Amey sudah jadi istrinya Kak Angga, apa Koko akan tetap sayang sama Amey?"

SAH!!! Sampai Akhirnya JodohTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang