Jeslyn berlari menuruni tangga, dengan nafas yang tersengal-sengal, karena terlalu fokus membaca novel di balkon gedung sekolah, dia sampai tak menyadari jika jam pelajaran seni pelajaran kesukaannya akan segera dimulai. Dia terus mempercepat langkah kakinya, Gedung Kesenian cukup jauh.
Huftt..Huftt
Jeslyn menetralkan nafasnya ketika sampai di depan pintu, dengan pelan ia berjalan memasuki kelas. Matanya memandangi seluruh ruangan, sangat disayangkan seluruh kursi bagian depan telah penuh, hanya ada 1 kursi kosong, dipojok belakang jujur Jeslyn sangat tidak menyukai situasi ini.
Jeslyn mengerutkan dahinya menatap teman sebangkunya, bukankah dia murid baru itu? "Murid baru Pemalas!" benak Jeslyn mendapati Genta yang sedang menenggelamkan wajahnya di atas kedua tangannya. Inilah yang tidak disukai Jeslyn duduk dipojokan membuatnya tak terlihat oleh Guru, kesempatan baik bagi orang pemalas namun tidak untuk seorang Jeslyn.
Grap, Genta memperbaiki posisi tidurnya, saat ini wajahnya menghadap ke arah Jeslyn, membuat Jeslyn yang awalnya fokus ke depan kini teralihkan.
Entah mengapa senyum mulai terukir di wajah cantiknya, dia menatap lekat wajah pria itu, sangat tampan dengan Garis wajah yang sempurna. Jeslyn akui pria di hadapannya ini memang pantas di perebutkan oleh teman kelasnya tadi.
"Apa sekarang kau terpesona dengan wajah tampanku?"
Deg, ucapan Genta berhasil membuat Jeslyn tersentak, dia malu karena kedapatan sedang memerhatikan wajah pria itu.
"Tidak, aa..aku hanya ingin membangunkanmu, lihat jam pelajaran sudah usai!" Jawab Jeslyn gelagapan.
"Jangan bohong bilang saja kau mengagumi wajahku kan!" tebak Genta sengaja membesarkan suaranya.
Jeslyn tak menjawab, lebih baik ia segera pergi meninggalkan Genta, dia sudah sangat malu karena beberapa siswa mulai menatap mereka.
***
Sementara itu, berbeda dengan dunia Manusia...
Sebuah tempat yang sangat jauh dari peradaban manusia. Seorang Pria Paruh baya dengan jubah khas kerajaan berjalan memasuki Kastil Megah.
Jika diperhatikan, usia pria itu sekitar 40 tahunan. Wajahnya yang terlihat tegas dengan postur tubuh tegap terlihat sangat berwibawa, di belakangnya ikut beberapa pria dengan pakaian pengawal yang selalu mengikutinya ke mana pun pria tua itu pergi.
Beberapa pengawal menghentikan langkahnya, sekarang tugasnya hanya menjaga kediaman sang Pemimpin. Yang Mulia mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangannya, diikuti salah satu pengawal setianya.
"Yang Mulia... hamba memohon menghadap." Ucap Seorang Pengawal menunduk hormat.
"Katakan ada apa? Bagaimana dengan hasil pencarian apakah membuahkan hasil?"
Ekspresi wajah sang pengawal itu berubah panik. "Maafkan saya yang Mulia...saya belum menemukan Tuan Muda dan wanita itu. Tuan muda sepertinya menyamarkan Aroma darahnya."
Leston pemimpin kerajaan Alexei menghela nafas, "Kau harus segera menemukan mereka karena aku takut mereka dalam bahaya, kau tahu sendiri Mandley, Anakku itu terlalu ceroboh!"
"Saya akan berusaha menemukan mereka secepat mungkin Yang Mulia!" Ucap Mandley berusaha menenangkan Leston.
Leston mengangguk, "Aku memercayaimu sepenuhnya Mandley!" yah Mandley memang pengawal sopan, paling tangkas dan terpercaya di kerajaan ini, itulah kenapa Tuan Leston sangat mempercayakannya pada hal-hal privasi seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Falling In The Darkness (complete)
Romance(Revisi) Follow sebelum dibaca👌 "Aku telah mengatakan, kau milikku sayang, jadi jangan pernah mencoba melarikan diri dariku!" - Genta Alexei Ranking✨ #1 in Sweet (15022020) #1 in devil (22022...
