Chapter 8

2.7K 288 51
                                                  

I'm back... Maaf kalau ceritanya makin gak nyambung... Kritik dan saran ditunggu... Mwehehehe...
😊😊😊

(y/n) POV

“Saranku adalah...”

Tap Tap Tap

Brakkk

“Rokudaime~sama... Bagian timur desa tiba – tiba diserang...” Ucap Shizune.

“APA?!” Ucapku, Kakashi, Sai, dan Shikamaru bersamaan.

“B-bagaimana bisa?” Tanyaku.

“Tiba – tiba saja sekumpulan orang memakai jubah berwarna hitam datang menyerang desa... Be-..” Belum selesai Shizune menjelaskan, Aku langsung melesat dari Kantor Hokage menuju bagian timur Desa Konoha.

Aku berlari dan melompati atap – atap rumah penduduk.

‘Hampir sampai...’

Dapat kulihat makhluk berjubah hitam itu akan melukai salah satu ninja Konoha, sehingga Aku pun membuat segel tangan dan merafalkan jurus.

‘Fuuton : Shinkuugakyu No Jutsu’
(Elemen Angin : Jurus peluru angin)

“Apa kau baik – baik saja?” Tanyaku pada ninja tersebut.

“Aku baik – baik saja, terimakasih...”Ujarnya.

Makhluk berjubah hitam itu tergeletak tidak berdaya ditanah, dan kemudian berubah menjadi abu.

“Sebenarnya jurus apa ini?!” Gumamku bertanya – tanya.

Dapat kulihat Neji, Tenten, dan Lee tengah bertarung dengan makhluk berjubah hitam itu. Dan hanya dengan beberapa serangan saja, makhluk berjubah hitam itu tergeletak ditanah kemudian berubah menjadi abu.

“Sebenarnya apa mereka ini?!!” Ucap Tenten.

“Mereka tidak bernyawa, tapi mereka dikendalikan...” –Neji.

“M-maksudmu?!” –Tenten.

“Mereka bukan manusia seperti kita. Mereka dikendalikan, seperti boneka...” –Neji.

“Wujud Mereka mirip seperti orang yang mengendalikannya...” Tambahku.

“(y/n)~nee?!!” –Tenten, Neji, Lee.

“Kita harus mencari orang yang mengendalikan Mereka, setelahnya Mereka pasti akan menghilang seperti debu...” Ujarku.

“B-bagaimana kau tau (y/n)~nee?” Tanya Lee sambil bertarung.

Brukkkkk

Dagggg

“Tentu Aku tau, karena Aku sudah pernah bertarung dengan yang asli...” Jawabku. Dan membuat Lee, Neji, dan Tenten menatapku.

“Neji, gunakan byakuganmu untuk menemukannya...” Perintahku.
Dan Neji pun melakukannya.

“Disana!!! Diarah jam 2 posisi 6 meter dari sini...” Kata Neji.

“Kalau begitu ay-...”

Syutttt

Belum selesai Lee berbicara Aku melesat menuju arah yang dikatakan Neji tanpa mengindahkan teriakan dari Tenten, Neji, dan Lee.

Tap tap tap tap

Syuuutt

“Kau lagi rupanya...” Ucapku sambil menatap tajam dirinya.

“Kita bertemu lagi...” Ucapnya.

“Sebenarnya apa maumu? Kenapa Kau menyerang Desa?” Tanyaku.

Your World S2{KakashiXReader} (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang