Part 40 : Teriakan Nakal

870 69 33

Suara renyah tawa kami pecah menggugurkan dinding kecanggungan. Menyelusup di antara keramaian pesta meriah di lantai bawah. Aku dan Pyo membakar tungku hati yang kian memanas. Menggetarkan riak bisikan angin dan menyulut bara yang sulit terpadamkan. Tubuh kami bebas bercengrama di ruang terkunci. Memainkan kidung birahi dalam sudut isolasi. Ngeri tetapi banyak sensasi.

Desahan mulai bergemuruh seperti guntur yang mengundang hujan. Teriakan nakal berselancar menerjang ombak kekhilafan. Pelan tapi memabukan. Bagai tegukan tuak yang mengobrak-abrik pikiran waras. Meringankan tubuh untuk bergerak bebas. Sesuka hati tanpa perlu was-was. Sungguh, memompa pergolakan darah yang mengalir deras. Membangkitkan batang-batang kami yang kian mengeras. Awas jangan terlena, ada keresahan di balik rasa puas.

Pyo menjatuhkan tubuhku di atas kasur. Menindihiku dengan cepat dan merapatkan tubuhnya di hamparan tubuhku. Kedua tangan pyo mencengram kedua pergelangan tanganku dengan kuat hingga aku tak dapat berkutik. Kemudian hidungnya yang panjang mengendus setiap inci permukaan kulit leher dan juga pipiku. Lidahnya menjulur perlahan menjilati cream kue yang menempel di area wajahku hingga habis tak bersisa. Ia bertindak seperti seekor kucing yang menjilati santapannya. Liar, buas dan mengerikan. Namun ada getaran kenikmatan di setiap titik jilatan. Lidahnya yang basah seolah mengandung jutaan impuls rangsangan yang menggairahkan. Lembab tapi enak tenan.

AAACCCKKKHHH ...

Pyo menyibakan kaosku ke atas hingga kedua putingku terlihat jelas. Mata kuningnya liar meresapi setiap lingkaran hitam yang tersemat di dadaku yang lumayan bidang. Laki-laki muda itu tersenyum. Sebuah senyuman mesum seperti pria hidung belang yang genit menggoda wanita berbibir ranum.

Entah, apa yang akan Pyo lakukan padaku. Ia tiba-tiba bangkit dari tempatnya menindih dan berjalan menuju meja. Kemudian ia mengambil sepotong kue yang banyak hiasan cream-nya.

Pyo kembali datang menghampiri aku yang tetap terlentang di empuknya kasur. Pemuda tampan ini mengoleskan cream-cream kue itu di atas puting-putingku, perutku, dan juga pusarku. Pyo men-transfer semua cream kue ke atas tubuhku. Selanjutnya ia menjilati cream-cream itu dengan sangat lahapnya.

OUGH ... AAAACCCKKKHHH ...

Aku tak kuasa meneriakan desahan kenikmatan setiap kali lidahnya mencecap dan menyeruput cream kue itu yang menempel di permukaan kulitku. SSSSSHHHHHHH ... hanya desisan manja yang keluar dari mulutku. Apa yang dilakukan Pyo, sungguh di luar perkiraanku. Bagaimana ia bisa menciptakan imajinasi gila yang dapat menggelinjangkan sekujur tubuhku. AAAACCCKKKHHHH ...

__Dari mana kau mempelajari ini semua, Nak? Kau benar-benar membuatku mabuk kepayang ... please, jangan biarkan aku berada dalam kecanduan yang mencekam.

 please, jangan biarkan aku berada dalam kecanduan yang mencekam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pyo meremas-remas gundukan di selangkanganku. Ia terus mengusap dan mengobok-obok perkakas kelelakianku itu hingga makin tegang dan mengeras kencang. Tak hanya itu, ia juga sesekali menggigit batang kontolku yang masih terselubungi celana. Giginya yang runcing benar-benar memberikan sensasi gigitan yang membahana. Cetar dan membuatku jadi gubrak ... gubrak ... Jreng ... Jreng ... Jreng ...

OUGHHH ... AH ...AH ... AAAAACCCCKKKHHHH ....

Tubuhku menggeliat ke kanan dan ke kiri saat Pyo menggigit bola-bola kontolku. Anjriittt ... ngilu tapi asikkkk.

Pyo tersenyum manja. Matanya memancarkan cahaya keceriaan yang berkilauan. Kedap-kedip gemerlapan seperti mata kucing. Tangannya sibuk melepas gesper dan kancing pengait celanaku, lalu dengan sigap ia menarik celana-celana itu hingga terlepas semua dari kakiku. Kini, aku tak bercelana lagi. Menampilkan kontolku yang telah berdiri menjulang seperti sebuah tiang. Menantang dan siap untuk mengibarkan bendera perang.

OUGGGHHH ...

Apalagi yang akan dilakukan bocah tengil ini. Sesuatu apa yang mengilhami otak brondong tampan ini untuk mengeksekusi kontolku.

OH ... TIDAK!

Lagi-lagi Pyo melumuri batang kontolku dengan cream kue. Ia menghias kontolku menjadi kue baru.

ADUHHH!

Aku merancau tak karuan tatkala lidah Pyo mulai menjilati biji pelirku. Ujung lidahnya itu benar-benar menyentuh titik-titik syaraf kenikmatan yang ada pada benda penghasil sperma itu.

OUGH ... AH ... AH ...

Tubuhku bergidik manja. Merasakan kenikmatan yang tiada tara saat lidah Pyo mulai menyapu habis cream-cream kue di permukaan kulit batang kontolku. Aku mengerang hebat ketika mulut basah dan hangatnya itu menyelubungi ujung kontolku yang merona seperti helm baja.

HMMMMSSSSS ....

Erangan kenikmatan itu keluar dari mulutku, ketika dengan ganasnya mulut jahanam Pyo menyedot kuat lubang kontolku seolah ia ingin menguras habis isi dalam biji kontolku.

AAAACCCKKKKHHH ...

Luar biasa enaknya. Hisapan dan kuluman mulut Pyo benar-benar menggetarkan jiwa dan ragaku. Aku seolah terbang ke nirwana bersama berjuta rasa keindahan duniawi yang akan segera tiba pada puncaknya.

Pyo terus menghisap dan menyedot-nyedot kontolku. Tanpa lelah tanpa merasa bersusah payah. Hingga kontolku merasa seperti hendak meledak. Seperti balon yang terhempas karena tekanan udara yang bergerak-gerak.

OUGHHH ...

Aku tak tahan lagi, ada sesuatu yang mengalir deras dari muara biji-biji pelirku. Kemudian bergerak naik menyusuri pipa batang kontolku dan memuncak di ujung lubang kontolku, lalu ...

SERRRR ... CROOOT ... CROOOTTT ... CROOOTTTT ....

Magma putih memuncrat membanjiri mulut jahanam Pyo hingga luber bercecer di tepian bibir mungilnya.

AAAACCCKKKHHHH ...

Tubuhku menegang, menghempaskan sisa-sisa kenikmatan bersama menjagungnya keringat yang mengucur di sekujur tubuh. _Ah, Pyo ... kau membuatku lemas tak berdaya.

Nafasku ngos-ngosan. Kembang kempis seperti habis ber-marathon. Aku berusaha mengatur pernapasanku hingga kembali normal dan tenang. Walaupun lemas, aku pasti akan segera memberikan serangan pembalasan. Tunggu Pyo! Aku tidak akan memberikan ampun buatmu! Hehehe ... aku tertawa jahat, tapi dalam hati.

Kucing Jantan Abu-abuBaca cerita ini secara GRATIS!