Hukum Alam

9 0 0

Cukup, dulu aku yang selalu memintamu agar selalu terus bersamaku. Aku selalu bertahan dengan segala sikap kerasmu.

Seberapa banyak kesalahan-kesalahan yang kamu lakukan padaku, tetapi dengan bodohnya aku selalu memaafkanmu dan terus saja mengalah demi bertahannya sebuah hubungan.

Tapi sekarang justru kebalikannya

Segala rasa muak, benci dan kecewa tercampur aduk dengan rata. Menggebu dalam naluri jiwa. Kesabaranku ternyata sudah habis ketika kau melakukan kesalahan yang sama.

Aku memintamu untuk mengakhiri sebuah hubungan ini, namun, kau memilih untuk mempertahankan cinta pembodohan ini.

Entahlah, aku hanya bisa tersenyum getir kala mengingat kenangan yang begitu membuatku dadaku sesak.

Ternyata benar, hukum alam itu benar adanya.

Orang yang menyakiti akan tersakiti pada masanya nanti. Dan sekarang kau sedang merasakan hal itu.

Seuntai Kata Rasa (Diaryessi)Read this story for FREE!