Part 39 : Kue

780 62 33

Rindu ... telah melekat dalam hatiku

Walau awal lalu, rinduku tak berubah ... arah

Purnama mengambang, Cuma berteman

Bintang berkelipan dan juga awan

Siapa tahu

Rindu yang mencengkram di hatiku

Aku meminta pada yang ada

Aku merindu pada yang kasih

Aku merayu padamu yang sudi merinduku

Dua bibir berpautan, saling mengulum dan melumat. Menyeruput dan menjelajah rongga kenikmatan. Beradu segumpal daging, bertukar enzim. Inilah ciuman terdahsyat yang aku rasakan. Pyo menghempaskan rasa kerinduannya yang dalam lewat gigitan bibirnya yang manjah.

Sruuuppp ... Sruuuppp ...

Aku terbuai, Pyo terbuai. Kami terbuai dalam mahligai cumbuan yang terurai. Dua tubuh yang merapat tanpa jedah. Berekspresi mengguratkan imajinasi penuh gairah. Saling meraba hingga kami terlena. Tanpa kami sadari tubuh ini bergulingan dan jatuh di atas kasur. Menuntaskan adegan syur yang membara hingga tak terukur.

''Pyo ... stop!'' Aku menghentikan aksi binal ini. Pyo masih enggan untuk menghentikan serangan cumbuannya. Ia masih berusaha mendekati aku dan bergelendotan manja seperti anak kecil.

''Jangan kita teruskan ... aku takut akan jadi masalah buat kita!'' Aku menjauhkan tubuh Pyo dari tubuhku, dan pemuda berkulit putih ini jadi merengut kesal.

''Aku menyayangi kamu, Pyo ...'' Aku menyentuh pipi chubby Pyo dan mengusapnya perlahan-lahan.

Pyo memejamkam matanya dan mengendus telapak tanganku.

''Aku tidak mau menghancurkan dirimu ...'' celotehku, padahal aku tahu Pyo tidak akan mendengarkannya.

Aku dan Pyo jadi terdiam. Terpaku dengan pandangan teduh sesuai pikiran kami masing-masing.

''Jangan menatapku seperti itu, Pyo ...'' Aku menjewer kupingnya yang panjang.

Pyo meringis, manis. Manis sekali. Aku suka. Dan ini yang selalu kurindukan darinya.

Lampu kamar Pyo tiba-tiba kedap-kedap dan berubah seperti lampu disco. Pyo bergegas beranjak dari tempat tidurnya dan bergerak cepat ke arah pintu kamar. Kemudian Ia membuka pintu kamar itu dan nampaklah seorang perempuan tua dari balik pintu tersebut. Ternyata lampu kedap-kedip itu hanya sebuah kode, bahwa ada orang yang akan masuk ke kamar ini.

 Ternyata lampu kedap-kedip itu hanya sebuah kode, bahwa ada orang yang akan masuk ke kamar ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kucing Jantan Abu-abuBaca cerita ini secara GRATIS!