14. Ada Wanita Lain

158 2 0

"Ga boleh...." teriakan ibu terdengar dari kamar. Aku heran kenapa ibu tak memperbolehkan aku pergi padahal ada Tantri

"Ga boleh..." teriak ibu... Aku terbangun dari tidurku, ternyata suara ibu dari luar kamar, yang pas dengan cerita mimpiku.

Ibu sedang mengomelk kucing kesayanganku tak boleh mengaruk kuku dikursi.

"Jadi pernyataan cinta tadi, kalung dan genggaman tangan itu hanya mimpi!!!!! "

Aku terbiasa sering bermimpi kalau sudah terlalu banyak pikiran atau banyak memikirkan seseorang.

Bahkan aku pernah memikirkan seorang Siwon Super Junior naek kereta bareng karena seharian nonton video klipnya Super Junior.

Aku mengucek mata, kembali melihat handphone, pesan Tantri belum juga di balas yang mengajak untuk menonton Rio bertanding di GOR Sumantri.

Sebenarnya aku enggan, karena kekecewaan kemarin yang tak jadi nonton padahal aku sudah sangat siap, tapi rasa kangenku juga mengebu-gebu setelah beberapa lama tak bertemu.

Akhirnya Aku membalas dengan jawaban "Ok" pada pesan Tantri.

**

Seperti biasa Tantri akan makan lebih dulu sebelum bertemu dengan Lando, kali ini ada restoran masakan China baru di dekat kampus.

Ruko berlantai dua, menurut beberapa anak kampus rasanya enak walaupun harganya lumayan mahal dibanding makan warteg.

Aku sengaja membeli air mineral lebih dulu sebelum masuk restoran, karena akhir bulan jadi harus pengiritan.

Tantri memesan nasi capcapy rebus sementara aku memesan mie ayam jamur yang paling murah, hanya dua belas ribu rupiah semangkuk.

"Jadi gimana cerita hubungan lo sama Rio?" tanya Tantri sambil menunggu pesanan yang datang

"Yah.. gitu.. Terakhir gue nonton bola bareng dan dikasih bunga sama dia"

"Cieeeeeee... Bakal jadian nih" goda Tantri, Wajahku langsung tersipu malu mendengarnya.

"Jadi nanti kita bisa double date bareng yah"

"Yahh... Belum tau soalnya dia cuma menyatakan perasaan cintanya didalam mimpi"

Tantri langsung tersedak setelah meminum es teh yang baru datang.

"Lo belum pacaran tapi udah mimpiin dia.... Wahhh.. Gokil" komentar Tantri mengebu-gebu

"Yah.. mungkin karena rasa kecewa gue yang terdalam sama dia, kemaren gue janjian sama nonton tapi dicancel padahal gue udah dandan rapih" cerita gue ditambah dengan cerita mimpi kemarin

Tantri ikut tersenyum saat mendengar cerita mimpiku.

"Mimpi itu emang enak yah, bikin kita bahagia. Walaupun gue ga ikut mimpi tapi gue ngerasaan bahagia. Karena gue juga berharap jadi wanita yang dibikinin surprise kaya gitu" komentar Tantri.

Sepiring Nasi Capcay dan Mie Ayam datang, kami makan tanpa bersuara. Ini tanda kami benar-benar lapar, karena hari ini di mulai dari pagi ada mata kuliah Komputer yang di pending karena mati lampu.

***

Aku sengaja menganti baju dengan mini dress dengan celana agar bisa terlihat stylist datang menonton pertandingan. Begitu juga Tantri sudah menganti dengan kaos u can see serta topi.

Akhirnya sesampai di GOR, aku pergi lebih dulu ke Wendy's, karena rencananya akan memberikan makan dan minum setelah Rio bertanding.

Sementara Tantri ikut juga akan membelikan makan juga untuk Lando yang sudah lebih dulu sampai di dalam GOR.

Just Waiting Read this story for FREE!