The Devil's Take Me | 7 - This is Insane

Start from the beginning

Tidakkah ia mengerti?

"Permisi bibi." Barbara akhirnya keluar disertai pandangan melongo dari Evan.

"Wanita itu sangat bar-bar Rich..."

Ketika sampai dipintu, sudah ada dua bodyguard yang menhalangi jalannya.

"Minggir!" ucap Barbara.

"MINGGIR KUBILANG!" ia berteriak tetapi dua bodyguard sialan itu tidak mengacuhkannya sama sekali.

"Or i kick your balls?" mereka berdua tetap bergeming.

Bodyguard yang lain ingin menahan Barbara tetapi tidak jadi karena akhirnya dengan kekesalannya yang sudah mencapai ubun-ubun Barbara menendang barang berharga milik kedua pria itu sehingga keduanya berteriak kesakitan sambil memegangi miliknya yang berdenyut tiada ampun.

"Makanya, sudah kubilang minggir ya minggir atau kau tahu akibatnya."

Richard, Kimberly, dan Evan melongo melihat kedua bodyguard berbadan kekar yang sudah terkapar di lantai hanya karena tendangan wanita kecil seperti Barbara.

Dan entah dorongan dari mana, Richard berdiri mengikuti Barbara dari belakang tanpa rasa takut akan berakhir naas seperti dua penjaganya.

Lalu Kimberly... ia tersenyum melihat kelakuan Richard hingga punggung putranya menghilang bersamaan dengan pintu restoran yang tertutup.

***

Barbara berjalan kembali ke apartemennya dengan perasaan jengkel disertai kakinya yang ia hentakkan dengan keras di atas aspal.

Apa otak bibi Kimberly sudah tidak waras? Huh!

"Bisa-bisanya bibi Kimberly menyuruh putra brengseknya untuk menanggung jawab atas anakku setelah apa yang ia lakukan! Hell! Ini anakku bukan anaknya! Dan aku tidak akan pernah mau dengan bajingan itu!" Barbara mendumel ketika kakinya melangkah memasuki lobi apartemen.

Gerakan tangan Barbara yang ingin memencet tombol lift terhenti ketika mendengar suara seseorang dibelakangnya. "Oh, jadi kau tidak mau dengan bajingan ini?" suara itu terdengar santai tetapi dengan sengaja menekankan kata 'bajingan' diakhir kalimatnya. Dan Barbara kenal suara ini.

"Kau! Apa yang kau lakukan di sini, Bastard!" Barbara memekik ketika memutar tubuhnya dan menemui sosok yang paling tidak ingin ditemuinya berdiri dengan santai dibelakangnya.

Richard terkekeh mendengar perkataan Barbara. Wanita ini memang berbeda. "Tentu saja mengikutimu." Richard memasukkan satu tangannya ke dalam saku celana. "Oh dan memastikan sesuatu."

"Untuk apa kau mengikutiku?! Mau memperkosaku lagi?!" Barbara berkata dengan lantang membuat Richard meringis, dan beruntung keadaan sekitarnya sedang sepi sehingga memungkinkan kalau tidak ada yang mendengar perkataan wanita ini.

"Oh, dan kalau maksudmu memastikan 'sesuatu' tentang perkataan ibumu, jangan dengarkan dia. Mungkin ibumu hanya mengada-ngada tentang aku yang mengandung anakmu karena lelah menghadapi tingkah brengsekmu itu." setelah mengucapkan kalimat asal itu, Barbara melangkah masuk ke dalam lift yang ternyata sudah terbuka.

"Bye asshole! Go away from me! Hush! Hush!" dan 'ting', pintu lift tertutup.

Richard terkekeh dari tempatnya berdiri. This girl is not easy.

Richard akan memastikan untuk membawa gadis itu ke hadapannya bagaimanapun caranya. Ia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.

"Sawyer, aku ingin kau mencari infrormasi tentang seseorang."

***

Im sorry btw for this late update dikarenakan aku lagi pts hehe;) Makanya ini baru sempet nulis:( *padahalgabelajarsamsek

Sebenernya pengen update kemarin tapi wattpad eror, ditambah part ini kehapus setengah karena belum aku save:(  yaudahlah ya

JANGAN LUPA KASIH KOMEN DAN VOTENYA YAA!!

arvi,
kembarannya kendall

The Devil's Take MeWhere stories live. Discover now