01. Prolog

6.7K 859 121
                                                  

Bagaimana jadinya bila di hari kelulusan, dirimu malah dikejutkan oleh sebuah kabar pernikahan. Bukan pernikahan teman, guru atau bahkan mantan pacar. Melainkan pernikahan dirimu sendiri.

Hal ini terjadi pada Seongwoo, pemuda yang berusia sembilan belas tahun ini terpaksa menikah bukan karena kemauannya sendiri.

Tuan Ong, 49 tahun pengusaha Furniture dikabarkan mengidap penyakit yang cukup serius. Sepulang acara kelulusan, Seongwoo putra semata wayangnya terburu-buru menuju tempat ayahnya dirawat.

Didunia ini Seongwoo hanya memiliki ayah sebagai satu-satunya keluarga yang masih ada. Maka saat melihat sang ayah terbaring lemah, membuat pikirannya kacau tidak karuan. Mendadak dunia runtuh diatas kepalanya.

Dengan bantuan selang oksigen, Tuan Ong menyampaikan sepatah dua patah kalimatnya.

"Nak, maafkan ayah. Ayah hanya bisa meninggalkan hutang untukmu, bahkan hutang ayah pada Perusahaan itu sangat besar. Untuk itu, ayah mengupayakan yang terbaik untukmu."

Bagaikan disambar petir, Seongwoo yang baru tahu mengenai hutang ayahnya sangat terkejut dan tidak menyangka. Tapi keterkejutannya berganti dengan rasa sedih tak terkira, karena disaat sakit ayah malah mengusahakan yang terbaik untuknya.

Tangis belum juga terhenti saat ayah melanjutkan kalimatnya, "Ayah menitipkanmu pada pemilik perusahaan itu. Tuan Kang, kau pernah bertemu dengannya sekali."

Seongwoo mengangguk, ia pernah ikut jamuan makan malam dengan tuan Kang. Sekitar 2 tahun lalu, dan ia terlihat baik. Tapi kalau dipikirkan kembali, usia tuan Kang berada diawal Tiga puluhan, apakah ia berniat menampung anak seperti Seongwoo?

"Apakah tuan Kang ingin menjadi ayah angkatku yah? Bukankah ia terlalu muda?"

"Tidak, bukan ayah angkat. Dia akan menjadi suamimu nak. Kalian akan menikah."

Seongwoo terduduk lemas, lututnya sakit dan apa yang ia dengarkan barusaja lebih tidak masuk di akal lebih dari apapun didunia ini. Matanya menatap nanar, saat perawat membawa ayahnya keruangan lain untuk penanganan lebih lanjut.

Akal sehatnya berteriak, tolong bangunkan ia dari mimpi buruk ini. Tolong sadarkan ia dari lamunan dan halusinasi tidak masuk akal ini.

"Seongwoo!"

Yah, benar. Tepukan dibahunya akhirnya menyadarkan Seongwoo kembali kedunia nyata. Ah, ini paman Lee, pengacara keluarga.

"Paman, lucu sekali tadi aku mengkhayal ayah berkata hal yang tidak masuk akal. Paman, ayah akan sembuh kan?" tanya Seongwoo dengan tawa kecilnya.

Lee Seokhoon, selaku pengacara keluarga Ong mengeryitkan dahi saat mendengar celoteh Seongwoo. Ia menyodorkan sebuah map.

"Ini daftar hutang keluarga Ong, tolong dibaca Seongwoo. Saat ini tuan Ong tidak bisa dimintai pertanggung jawaban. Seperti yang kita dengar tadi, Tuan Ong sudah membuat kesepakatan dengan pemilik perusahaan Flac, bisa dilihat dilembar terakhir."

Dengan gemetar Seongwoo membalik kasar map yang berisikan kertas yang ia sendiri tidak paham apa isinya. Lembar terakhir ia membaca kalimat yang ditandai.

"Seongwoo, keputusan akhir ada di tanganmu nak. Kau bisa membayar hutang keluarga dan membiayai pengobatan ayah bila kau menyetujuinya. Silahkan tanda tangan disini, bila kau setuju."

Mata Seongwoo mengabur, kepalanya terasa pening. Dan dunia terasa berputar cepat. Hal terakhir yang ia lihat di lembaran kertas itu sebelum tidak sadarkan diri adalah kata, 'Pernikahan'.


Ong Seongwoo

♦ Lulus dengan nilai pas-pasan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


♦ Lulus dengan nilai pas-pasan.

♦ Calon mahasiswa baru yang sudah berkhayal memiliki masa kuliah yang indah.

♦ Berniat masuk ke Jurusan yang sama dengan kakak kelasnya.

♦ Hubungan tanpa status dengan kakak kelasnya.

♦ Sebagai anak semata wayang, selalu dimanja dan disayang oleh ayahnya.

♦ Tidak pernah kekurangan materi.

♦ Tidak siap lahir dan batin untuk menikah.

Kang Daniel

♦ Penerus keluarga untuk memimpin Perusahaan Flac

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


♦ Penerus keluarga untuk memimpin Perusahaan Flac.

♦ Perusahaan yang bergerak diberbagai macam.

♦ Berusia Tiga puluh.

♦ Single, namun sudah terikat pada perjanjian dengan Tuan Ong.

♦ Tidak bisa mengembangkan bisnis bila tidak mempunyai pasangan.

♦ Berada diusia siap menikah. Dari segi apapun sudah siap menikah.

♦ Cinta? Hanya dirinya dan Yang Kuasalah yang tahu.

Note:

Kolom hujatan ->

Iya, aku siap dihujat karena sudah menambah daftar hutang.

Tapi, aku mau bilang:
Setelah Sugar D selesai aku belum ketemu feel nulis yang sama. Yah, idenya selalu aja ga berhasil dikembangin. Semoga disini bisa lancar nulisnya.🙏

Bila story ini membuat kalian tidak nyaman, silahkan tinggalkan.

Lagi-lagi aku membawakan tema yang pasaran. Tapi semoga story versi aku ini bisa bikin kalian betah. Huhu..

Silahkan berikan komentar,
Kalau-kalau idenya dirasa mirip dengan story orang lain dan bahkan sama, bilang aja yah. Biar aku stop disini.

Terima kasih...

Marriage - OngNielTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang