Konspirasi Alam Semesta: 15

5.4K 959 85

Atika Saraswati: lo masih waras kan?

Ayun Paramastri: maksud lo?

Atika Saraswati: beb, menikah itu bukan perkara gampang emang. Dan keputusan lo pulang ke rumah ortu lo itu salah besar! Segede apapun masalah lo, gak bener kalo lo pulang gak ijin suami.

Ayun Paramastri: iyaa gue salah..

Atika Paramastri: gue gak niat mojokin lo. Gue juga gak ngerti perkara apa yang bikin lo sampai pulang ke rumah ortu lo, gue juga gak maksa lo buat cerita sih..

Ayun Paramastri: it's complicated.

Atika Saraswati: gue paham. Karena lo bukan orang yang gampang nyerah. Ya udah, kalo ada apa2 lagi lo telefon gue ya..

Kuputuskan untuk menyudahi percakapan via chat ku dengan Atika. Sedangkan mas Rama sedari tadi diam duduk di sebelahku di atas kasur tempat tidurku.

"Sudah?"

Aku melirik sekilas arah mas Rama yang sedang memperhatikanku, "Apanya?"

"Main ponselnya."

"Siapa yang main.."

"Terserah. Sekarang kamu harus bicara alasan kenapa kamu bisa sampai sini."

"Mau istirahat aja. Lagian mas Rama juga sibuk. Ya memang aku salah, nggak izin."

"Itu kesalahan besar, Yun!"

Aku sedikit terkejut mas Rama memperbesar volume suaranya. Wow..

"Hobi nambah dosa kamu?? Bohong sama suami, orang tua. Mau kamu apa??"

Aku masih diam. Karena memang posisiku terjepit kali ini. Gengsi mau berbicara sejujurnya mengenai betapa menderitanya aku menjadi istri pura-puranya yang harus mendekam dalam istana yang tidak berteman.

"Jawab, Yun."

"Ya kan aku udah bilang, Mas. Aku mau istirahat."

"Memang di rumah sana susah untuk istirahat? Saya tahu kamu sakit, saya sudah berusaha jaga kamu, mengobati, ada Sundari yang standby, menemani kamu. Apa yang kamu minta lagi??"

Aku masih diam. Padahal dalam hati sudah ingin menjerit. Tapi membayangkan tiba-tiba kedua orang tuaku menghampiri kamarku karena suara teriakanku, membuat niatku terurungkan.

"Kenapa masih diam, Pembayun? Jawab."

Kamu kira Sundari itu siapa Mas?? Suami aku? Dia cuma asisten pribadi doang!

"Kamu mau saya yang menemani kamu full dua-puluh empat jam?? Oke. Saya temani kamu, seterusnya kamu jangan pernah protes lagi!"

Aku terbelalak, hampir lupa, mas Rama bisa membaca pikiranku. Tidak melulu bisa seterusnya, tapi memang seringkali Ia benar menebak.

"Mas mau jadi suami protektif? Nggak..nggak, cukup Sundari aja yang nemenin aku selama disana. Nggak perlu Mas dua-puluh empat jam juga!"

Gak usah dua puluh empat jam, juga tiba-tiba kamu muncul aja di depan mata. Heran. Berasa dikuntit. Punya pintu kemana aja kali ini orang ya.

"Karena kamu sendiri yang memaksa saya berubah menjadi protektif, Ayun.." suara mas Rama terdengar sedikit menurun intonasinya. Anehnya suara itu aku rasakan semakin dekat di telingaku.

Deg..deg.

Aku harus apa agar bisa menguasai diri?

Konspirasi Alam SemestaBaca cerita ini secara GRATIS!