• A S T : 1 6 •

1.8K 124 14


MUKAKU mula rasa membahang. Rasa macam nak sorokkan muka dekat bantal pun ada ketika ini.

Kantoi guys!

   " Mana ada. Saya pandang burung tu, ha! Bebas je dia terbang. " aku bersyukur sebab suara aku tak bergetar. Seperti biasa, muka akan aku sombongkan bagi menutup malu. Selamba.

Carl ketawa sinis. Tahu benar helah gadis lampai di sebelahnya itu. Dia mengangkat keningnya bersisakan senyuman.

   " I don't think so. I know I am hunky and sexy. You can deny it, right? " ujarnya lalu senyum senget. Tambahan, campur sinis. Dia memang suka senyum sinis.

But hey, tak akan aku nak mengaku kut? Jatuhlah saham!

   " Hunky and sexy? The heck are you talking about! " Okay, tu semua tipu. Dia memang handsome sebenarnya.

Carl menapak ke arahku, satu per satu. Dia pandang aku macam nak telan aku guys! Dan akhirnya, aku tersandar pada dinding bakul belon ni dan dia terus mendekati aku tanpa sedikitpun ragu-ragu.

Dia mengambil rambut aku yang berserabai pada mukaku menggunakan jarinya lalu diletakkan di belakang telingaku. Dia merapatkan wajahnya di sebelah wajahku.

   " I know you're lying, tesoro, " bisiknya dengan nada yang menggoda lalu menjarakkan jaraknya denganku.

   Ya, menggoda.

Meremang bulu roma aku dibuatnya. Sesak nafas, heart attack, semua pun ada!

   " Look, you're blushing. Bermakna saya memang hunky and sexy, " ujar Carl sambil tersenyum senget.

What?! Dia buat benda tu sebab nak buktikan dia hunky and sexy je?! Nasib baik aku tak innalillah tadi tahu tak!?

   " Still, you're not hunky and sexy even hot but a pervert guy! Correction, P.E.R.V.E.R.T! Roger that, man! " sekali aku bagi ejaan terus! Masuk tadikalah kau jawabnya, berlajar ABC semula.

   Carl ketawa.

Guys, Carl ketawa! First time aku nampak dia ketawa ikhlas. Jaw drop aku tengok dia ketawa.

   " Ia-ia pun saya handsome bila ketawa, tutuplah mulut tu.." tegur Carl.

Okay, dua kali kantoi.

   " Saya menguaplah. Perasan! "

Dan haruslah cover dengan ayat-ayat yang kedengaran innocent.

Akhirnya, belon udara panas ini pun mendarat di dataran. Tamatlah masa aku dan Carl untuk menikmati permandangan yang cantik lagi indah tersebut.

   Bukan menikmati masa aku dan dia bersama ya? Aku hempuk kang kepala tu!

Aku berjalan mengiringi Carl di sebelah lalu memasuki kereta Audinya, duduk bersebelahan dengannya.

   " Thank you. " ucapku sambil memandangnya.

Dia mengangkat keningnya.

   " For what? " soalnya dan dia mula memandu.

" For this trip. Thank you very much, Carl. Saya seronok sangat. " jawabku sambil tersenyum. Ikhlas. Dia senyum segaris selama sesaat sebelum kembali ke muka bekunya.

Amo Sole Te [ I Love Only You ]Where stories live. Discover now