Part 24 : Hilang

775 67 11

Setelah 3 hari aku tinggal bersama Pyo, aku belum sepenuhnya tahu siapa dirinya. Namun, aku bisa menyimpulkan bahwa ia adalah orang yang dapat dipercaya. Setidaknya, aku mengerti sifat dan perilakunya. Aku rasa ia memang tidak memiliki niat jahat sedikit pun. Aku hanya menduga, laki-laki muda rupawan itu tersesat atau memiliki hubungan yang buruk dengan keluarganya. Bisa jadi, ia kabur dari rumahnya lantaran ada masalah internal keluarganya yang sangat pelik. Entahlah, itu cuma dugaanku saja. Yang penting aku sudah memahami sifat dasar Pyo dan itu lebih dari cukup untuk membuatku percaya. Sehingga aku bisa tenang meninggalkan ia sendirian di rumah.

Aku kembali ke dunia kerjaku. Setelah beberapa lamanya absen, banyak pekerjaan yang menggunung yang harus aku selesaikan. Aku jadi benar-benar fokus untuk menyelesaikan satu per satu pekerjaanku ini. Alhamdulillah, hingga waktu pulang tiba, aku tidak mendapatkan suatu kendala.

Usai berpamitan dengan rekan-rekan kerjaku, aku pun melenggang pulang. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 petang lebih dikit. Tak banyak yang aku pikirkan, aku hanya ingin segera pulang dan berjumpa dengan Pyo. Wajah rupawan pemuda itu memang benar-benar ngangenin, beberapa jam saja tak melihatnya, ada segudang rindu yang berkecamuk dalam dada.

Sebelum balik ke rumah, aku menyempatkan diri untuk mampir ke RM (rumah makan) Padang yang berada di pinggir jalan. Saat aku hendak menuju ke Rumah Makan tersebut, aku mendadak menghentikan gerak langkahku dan berdiri tercengang. Sesaat. Di depan tiang listrik. Ada apa? Kedua mataku melihat selebaran pencarian orang hilang yang memasang foto wajah Pyo. Aku langsung meraih selebaran itu dan membacanya dengan baik-baik.

INFO ORANG HILANG

NAMA: PYO CHANDRA PUSPITO

USIA : 18 TAHUN

(ada foto wajah Pyo yang sedang tersenyum)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(ada foto wajah Pyo yang sedang tersenyum)

BAGI SIAPA SAJA YANG MENGETAHUI ATAU PERNAH MELIHAT KEBERADAANNYA, MOHON HUBUNGI POLISI ATAU KE ALAMAT DAN NOMOR DI BAWAH INI :

Bunda Dorkas

Jl. KH. Wahid Hasyim No. xx, Menteng, Jakarta Pusat.
(08xxx ....)

''Hmmm

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

''Hmmm ... sudah kuduga, Pyo pasti anak hilang yang tersesat,'' pikirku dalam hati, ''Rasanya cukup aneh dan janggal bila melihat usianya yang sebenarnya bukan anak-anak lagi. Tapi bila mengetahui kalau Pyo tak bisa mendengar dan tak bisa berbicara, kurasa itu wajar-wajar saja. Karena kemungkinan besar, Pyo itu anak yang jarang ke luar rumah dan memiliki ruang gerak yang terbatas, jadi ... Pyo tak tahu arah jalan pulang,'' gumanku.

Oke ... selebaran ini adalah salah satu petunjuk yang bisa kugunakan untuk mengungkap tabir, 'siapa itu Pyo yang sebenarnya?'. __O, ya ... mengapa ia bisa tersesat dan terdampar di rumah kontrakanku? Apakah ini cuma kebetulan atau ...? Ah ... sudahlah, aku tidak perlu memikirkan hal ini, bikin pusing dan tak penting!

Aku pun melipat selebaran ini dan segera memasukannya ke kantong tas ranselku. Kemudian aku melanjutkan langkahku menuju ke Rumah Makan yang menjual masakan khas dari kota Padang itu.

Well,

Setelah dua bungkus nasi beserta lauknya telah kudapatkan. Aku bergegas meluncur ke rumah kontrakan. Aku sudah tak sabar untuk menemui Pyo dan ingin segera menunjukan informasi selebaran tentang pencarian dirinya. Beberapa saat kemudian aku pun tiba di depan rumah. Akan tetapi, aku melihat rumah kontrakanku ini masih terlihat gelap, tak ada tanda-tanda aktivitas kehidupan di dalamnya. Mungkinkah Pyo lupa untuk menyalakan lampunya? Atau tidak tahu bagaimana cara menyalakan lampu? __Ah, tidak mungkin!

Aku perlahan membuka pintu rumah ini. __Hah ... tidak terkunci! Seluruh ruangan masih gelap gulita. Aku segera menyalakan lampunya. Lalu aku mengecek semua barang-barang yang terdapat di rumah ini. Alhamdulillah, semuanya masih utuh. Hanya Pyo saja yang tak kelihatan batang hidungnya. Ke manakah dia?

''Pyo!''

"Pyo!"

"Pyo ...."

Aku berseru dan mencari-cari keberadaannya, namun sayangnya aku tidak segera mendapati dirinya. Aku menggeledah sudut-sudut ruang dalam rumah ini, tapi hasilnya, nihil.

Pyo pergi dan menghilang dari rumahku. Dan lebih parahnya lagi, Ia tidak meninggalkan jejak apa pun.

''O, Pyo ... ke mana dirimu pergi?'' Tak terasa mataku jadi berkaca-kaca. Dulu Pusspyo pergi meninggalkan aku, kini giliran Pyo yang pergi meninggalkan aku. Hiks ... Sedih!

Badanku mendadak gemetar. Bumi seolah berputar-putar. Perasaanku terasa tercakar-cakar. Pikiranku kacau tak berakar. Aku lunglai hingga aku terdampar. Di lantai bertikar. Sendiri, tanpa tahu apa yang harus kuperbuat lagi.

Yang pergi akan meninggalkan perih, yang berlalu akan meninggalkan pilu. Dan yang hilang akan terkenang.

Kucing Jantan Abu-abuBaca cerita ini secara GRATIS!