Part 14 : Blued

1.2K 82 41

Siapakah gerangan pemuda tampan itu? Inilah pertanyaan yang masih berkecamuk dalam benakku. Mengapa warna rambutnya, iris matanya, dan luka di pipinya serupa dengan Pusspyo? Mungkinkah dia wujud baru dari Kucing Jantan Abu-abuku itu? Ah, bikin penasaran! Andai dia mau berbicara kepadaku sedikit saja, dan mau menceritakan asal-usulnya, pasti aku tidak akan dilanda rasa kepo yang super duper membingungkan begini. Aku cuma ingin mengetahui, siapa namanya, di mana dia tinggal, dan mengapa dia menyukai warna abu-abu?

 Aku cuma ingin mengetahui, siapa namanya, di mana dia tinggal, dan mengapa dia menyukai warna abu-abu?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ah, sudahlah! Aku tidak perlu memikirkan hal-hal yang tidak jelas kebenarannya. Mungkin hanya rasa rinduku yang terlalu dalam terhadap Pusspyo, hingga menyebabkan aku berharap pemuda tampan itu perwujudan baru atau reinkarnasi dari Kucing Jantan Abu-abuku. Hehehe ... bener-bener kelewat lebay, ya? Padahal pemuda itu hanya kebetulan saja memiliki beberapa ciri fisik yang hampir mirip dengan Pusspyo. Mirip tak berarti sama. Apalagi keduanya jelas-jelas dua makhluk yang sangat berbeda. Pemuda tampan itu seorang manusia, sedangkan Pusspyo hanya seekor kucing. Jadi, jangan berpikir yang aneh-aneh lagi ... berdo’a saja, semoga aku jodoh dengan pemuda tampan itu dan dipertemukan kembali dengannya. Ngarep!

Ya, aku memang sedikit ngarep, karena semenjak kepergian Pusspyo aku jadi bergumul lagi dengan sesuatu yang disebut sepi. Dan rasa sepi itu menyiksaku. Ketika rasa itu datang, aku terpaksa membenamkan diri ke dunia maya lewat layar 5 inch di smartphone-ku. Dari Si Omi (yups, aku menyebut piranti pribadiku ini sesuai dengan brand yang sedang aku gunakan detik ini) aku bisa berselancar di berbagai macam aplikasi kencan khusus pria pecinta sejenis. Dan salah satu aplikasi yang cukup populer itu adalah blued atau biasa dibilang kitab biru.

Well, malam ini aku membuka akun blued-ku. Tak kusangka, setelah sekian lama aku tidak pernah berkunjung ke aplikasi ini, aku dibuat tercengang dengan jumlah conversations-nya yang sudah mencapai angka 99+. Tapi dari jumlah sebanyak itu, sebagian besar berupa ‘Private Live Invitation’. Apa sih, Private Live Invitation itu? ini adalah salah satu fitur di blued yang berupa undangan untuk menonton pengguna blued yang sedang melakukan siaran (host) dengan cangkupan penonton yang terbatas sesuai dengan keinginan para host itu sendiri. Dia bisa share siarannya dengan followers-nya saja atau dengan anggota grup yang dia ikuti.

Di fitur Private Live ini, biasanya para host mengekspresikan dirinya dengan kegilaan-kegilaan yang terkadang membuat para penontonnya jadi menepok jidat. Bahkan mungkin bisa membuatnya jadi horny tingkat dewa. Karena tak jarang para host yang rata-rata memiliki tampang dan body yang good looking ini, saat live mereka tanpa segan memamerkan kontolnya atau ada juga yang menyiarkan kegiatan pergulatan ranjang (ngentot) mereka dengan pasangannya. Crazy berat, bukan? Tapi justru itulah yang banyak disukai oleh para penontonnya, termasuk aku, hehehe ...

Aku pun mencoba meng-klik salah satu Private Live Invitation ini, kebetulan host-nya adalah host favorite-ku. Kulitnya bersih, wajahnya ke-arab-arab-an, alis tebal, hidung mancung, jenggot dan jambang lebat tapi tercukur rapi. Body-nya juga body bentukan pusat kebugaran, dada membusung tebal dengan puting yang merah kecoklatan dan melenting pula, perut yang sixpack dan bulu-bulu yang lebat dari mulai dada, pusar hingga bermuara di pubisnya. Uuuh ... nafasku jadi sedikit kembang kempis ketika dia mulai melorotkan celana boxer-nya menuruti permintaan penonton yang tanpa henti mengirimkan pesan dengan kalimat-kalimat yang menggelitik seperti, ‘Show kontolnya, Bang!’, ‘Buka, dong!’, ‘Kocok, Bang!’, ‘Show bijinya, Bang!’ dan masih banyak lagi.

 nafasku jadi sedikit kembang kempis ketika dia mulai melorotkan celana boxer-nya menuruti permintaan penonton yang tanpa henti mengirimkan pesan dengan kalimat-kalimat yang menggelitik seperti, ‘Show kontolnya, Bang!’, ‘Buka, dong!’, ‘Kocok, Bang...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Anjirrr ... ini host, emang gila tenan, setelah mendapat saweran beans dari beberapa penonton, dia tanpa ragu menunjukan kontolnya yang sudah ngaceng sengaceng-ngacengnya. Kepalanya bengkak berwarna merah keunguan, batangnya penuh dengan tonjolan urat-urat yang berwarna kehijauan, biji pelernya gondal-gandul penuh dengan bulu jembut yang rimbun. Benar-benar menggemaskan. Tanpa aku sadari, kontolku turut berdenyut-denyut di balik celana kolor.

JEDEEERRRRR!!!

Ketika sedang asik-asiknya menonton Live Private yang mampu membangkitkan birahi ini, tiba-tiba terdengar suara guntur yang cukup menggelegar bersamaan dengan kilatan cahaya petir yang menyambar, sehingga dengan refleks aku pun jadi terkaget-kaget.

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

“Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepadaNya”


Sinyal handphone-ku mendadak menghilang dan tontonan siaran seru jadi langsung connecting belang-belang. Huh, menyebalkan!

Tak lama kemudian, dari luar aku mendengar sura serbuan titik hujan yang menghantam genting. Tek ... tek ... tek ... Hujan pun turun dengan deras. Dan di tengah guyuran air hujan memandikan bumi, kedua indera pendengaranku merekam sebuah bunyi yang mampu menyita perhatianku.

GUBRAKKK!!!

Apaan tuh? Suaranya cukup jelas dan sangat dekat dengan kediamanku. Mungkinkah ada pepohonan yang roboh? Atau ada sesuatu yang jatuh?

Jadi penasaran, bukan? Oke ... akhirnya aku bangkit dari jeratan pelukan kasur dan segera berjingkat untuk memeriksa apa yang sesungguhnya terjadi.

Kucing Jantan Abu-abuBaca cerita ini secara GRATIS!