Part 12 : Rindu Puss

1.1K 76 15

Jarum pendek pada jam di dinding sudah menempel di antara angka 9 dan 10. Aku bergegas bangkit dari tempat peraduan dan bergerak lincah menuju tempat untuk siraman. Gebyar-gebyur aku menyucikan diri dari hadats besar, setelah aku berjibaku dalam pergulatan dunia nafsu.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Cara membacanya: "Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta'aala"

Artinya: Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah ta'aala"

Usai mandi, aku langsung membungkus tubuh ini dengan sepotong kaos oblong dan juga celana kolor. Pikiranku masih rada kacau, setelah mendengar pengakuan Budjang yang mampu mengusik kedamaian ruang benakku. Walaupun aku menyadari, bahwa setiap ucapan yang keluar dari bibirnya itu mengandung nilai integritas yang begitu jelas. Namun hatiku masih terasa keras untuk membuka kisah cinta yang bias.

Tak bisa kupungkiri, Budjang itu merupakan sosok yang menarik. Memiliki paras yang super antik, ganteng-ganteng cantik seperti bidadari man version. Berpribadian unik dan juga mempunyai bentuk tubuh yang sangat ciamik. Tapi sayangnya, dia memilih berprofesi sebagai lelaki gimmick. Lelaki setting-an untuk dibayar demi kepuasan yang setitik.

__Ah, Budjang ... mengapa kamu jadi seorang 'kucing'?

Ngomong-ngomong soal kucing, tiba-tiba ingatanku terkenang pada Kucing Jantan Abu-abuku yang sedari tadi pergi dan belum kembali, hingga kini.

__Ah, Pusspyo ... ke manakah dirimu pergi, Puss? Kamu, kucing kesayanganku. Mengapa kamu tak segera pulang? Aku sudah menyiapkan makanan buatmu, Puss ... kembalilah!

Aku jadi gelisah memikirkan keberadaan Pusspyo yang tak tahu di mana rimbanya. Aku mencoba ke luar rumah dan mencarinya di sekitar komplek. Di setiap sudut, aku mencermati baik-baik, dan berharap dapat menemukan batang hidungnya. Namun sayangnya, sejauh kaki ini melangkah, dan sejeli mata ini memandang, aku belum bisa mendapati binatang cerdas, lucu, dan menggemaskan itu.

Waktu sudah hampir pukul 23.00, aku memutuskan kembali ke rumah kontrakan, tapi dengan tangan kosong tanpa bersama Si Pusspyo. Aku sedih, karena aku akan didera rasa kesepian lagi. __Ah, pusspyo, aku merindukanmu, Nak!

Hingga tiba waktu subuh, Pusspyo tak jua datang ke rumah kontrakanku. Aku jadi merasa ada sesuatu yang hilang, karena biasanya setiap adzan subuh berkumandang, Pusspyolah yang selalu membangunkan aku dengan jilatan sayang. Ia tak berhenti menjilati pipiku sebelum mata ini melek memandang. Tentu, memandang dirinya yang mengeong manja di atas dadaku yang lumayan bidang.

Tapi pagi ini, sangat jauh berbeda. Tak ada suara meongan Pusspyo yang manja. Tempat khusus peraduannya juga hampa, tanpa keberadaan sosok imutnya.

''Pusspyo, kamu di mana? Mengapa kamu tega meninggalkan aku? Apakah kamu marah kepadaku?'' ujarku dalam hati sembari membelai tumpukan baju bekas yang selama ini menjadi tempat Pusspyo membaringkan diri.

''Mungkinkah Pusspyo cemburu kepadaku? Lantaran aku membawa orang asing? Mungkinkah Kucing Jantan Abu-abu memiliki perasaan semacam itu? __Ah, itu tidak mungkin!

Aneh, bila seekor binatang seperti Pusspyo menyimpan perasaan asmara seperti laiknya manusia. Terlalu konyol dan lucu bila dipikirkan. Dan itu terlalu halusinasi, tidak realistis, dan kelewat mengada-ada. Walaupun banyak terjadi di dunia ini yang mengisahkan kasih dan sayang antara manusia dan binatang, tapi itu hanya sebatas kisah persahabatan. Tidak mungkin lebih, apalagi terjadi percintaan atau lebih parah lagi dengan melakukan hubungan seksual. Hanya manusia sinting saja yang mau 'menggauli' binatang peliharaannya. Tidak punya otak waras, dan termasuk kegiatan seksual yang paling nyeleneh. Dan perilaku menyimpang seperti ini biasa kita kenal dengan istilah bestialitas atau zoophilia yakni perilaku seks yang melibatkan binatang/hewan.

Aduh ... aku tidak akan bertindak sejauh itu, aku menyayangi Pusspyo karena dia adalah sahabat kecilku. Anggota keluargaku dan teman penghilang rasa kesepianku. Bersamanya, aku bisa tersenyum, tertawa dan bahagia. Karena ia selalu bertingkah kocak dan juga menggemaskan. Pusspyo ... Pulanglah, Puss! I miss you so much.

__Aku akan mencarimu, hingga ketemu!

Kucing Jantan Abu-abuBaca cerita ini secara GRATIS!