Chapter Eleven

21.2K 397 60

Nayna Fern

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nayna Fern

Dengan raut kesal dicampur marah, Reyhan melangkah  kearah Nayna dengan langkah lebarnya.

"Hai udah man-" Nayna menghentikkan pertanyaannya saat melihat raut wajah Reyhan yang bagi Nayna itu menyeramkan. Reyhan tak mengubris wajah ketakutan Nayna, ia mencengkram lengan Nayna kasar lalu membawanya ke kamar mereka yang berada di lantai dua.

Nayna yang mendapat perilaku Reyhan kasar hanya meringis pelan dan menahan air matanya yang ingin keluar dari tempatnya.
"Sa...sakit" Tahan Nayna, menggigit bibir bawahnya.

Setelah sampai di kamar mereka, Reyhan melepaskan cengkramannya dan mengunci pintu kamar, lalu Reyhan berjalan kearah Nayna yang sedang duduk di tepi ranjang dan berjongkok dihadapannya
"Nayna..." Panggil Reyhan lembut. Nayna hanya menunduk menggigit bibir bawahnya menahan tangisnya, karena ia baru pertama kali mendapat perilaku kasar oleh Reyhan.

"Maaf" Lirih Reyhan, ia tak kuasa menahan saat melihat Nayna dengan wajah takutnya dan bercampur sedih,
"Nayna maafin aku udah kasar sama kamu.." Ucap Reyhan, tak ada jawaban dari Nayna. Akhirnya Nayna menangis dalam diam. Setelah Reyhan memberikan waktu untuk Nayna menenangkan dirinya, akhirnya Nayna angkat bicara juga.

"Kamu kenapa, Reyhan? Kenapa tiba-tiba dateng dengan wajah marah terus narik aku. Kasar lagi" Ucap Nayna masih tertunduk
"Maafin aku.. Aku tadi khilaf" Lirih Reyhan
"Khilaf apa? Tadi tatapanmu bikin aku merinding" Ucap Nayna yang akhirnya mendongakkan kepalanya, sekarang mereka saling bertatapan

"Dengar... Aku gak suka kalau kamu nerima asisten rumah tangga  itu sembarangan tanpa seizin ku" Ucap Reyhan kembali melembut dan menyelipkan rambut Nayna kebelakang daun telinganya
"Tadi kamu kerja, aku gamau ganggu" Nayna membela diri
"Tapi setidaknya kamu bisa nunggu aku pulang, baru kita nentuin" Ucap Reyhan yang hampir emosi
"Memangnya kenapa? Mona itu kan juga butuh pekerjaan" Ucap Nayna polos.

Nayna memang tidak tau, bahwa Mona yang sedang di rumah mereka adalah Mona mantan sekretaris sekaligus orang yang paling di benci Reyhan. Reyhan kembali menatap Nayna dalam-dalam, menarik nafasnya lalu menghembuskan perlahan sebelum mulai berbicara

"Oke Nayna, aku mau jujur sama kamu" Ucap Reyhan dicampur kegugupan
"Jujur apa, Reyhan? Kamu pernah bohong sama aku?" Tanya Nayna dengan wajah gemasnya, Reyhan ingin menerkamnya
"Bukan Nay. Aku pengen jujur soal permasalahanku selama aku kerja di kantor" Reyhan kembali dengan tatapan sayunya, yang membuat Nayna meleleh. Ea.

"Kamu..."

Tok..tok...tok

Nayna ingin bertanya lagi, tetapi pintu kamar berbunyi, menandakan ada seorang diluar sana
"Siapa?" Tanya Reyhan setengah berteriak, tak ada jawaban dari luar sana
"Ck, pengganggu!" Reyhan berdiri dari jongkoknya lalu membuka pintu dan...

DesahanBaca cerita ini secara GRATIS!