Part 5 : Pusspyo

1.5K 106 43

Kucing Jantan Abu-abu yang malang itu tertidur pulas, ketika aku hendak pergi mencari kudapan makan malamku. Aku menyelimuti tubuh mungilnya dengan selembar kain sarung, sebelum aku beranjak melangkah meninggalkan kontrakan.

Makan apa ya, malam ini? Bingung ... setiap warteg (warung tegal) menyajikan menu yang serupa, tidak ada pilihan yang menggugah selera. Warung tenda pecel-pecelan juga tidak ada yang variatif, makanan yang dijual hanya itu-itu saja. Bosen!

Di kala gamang ingin mencari makanan apa, tiba-tiba aku teringat warung kecil yang terdapat di depan Pasar Gembrong Baru, jalan Pangkalan Asem, Rawa Selatan, Jakarta Pusat. Di sana ada menu masakan spesial khas kota Pekalongan dan sekitarnya. Apa itu? Yups, Sego (Nasi) Bumbu Megono! Apaan sih? Nasi campur yang dihidangkan dengan lauk sayur khusus yang terbuat dari nangka muda yang dijajak (dipotong kecil-kecil), kemudian dicampur dengan parutan kelapa sedang (tidak muda dan juga tidak tua) dan ditambahi dengan rempah bumbu yang lainnya, seperti daun salam, ketumbar, daun jeruk dan masih banyak lagi sehingga tercipta masakan yang beraroma khusus dan bercita rasa makyus. Langsung saja aku menggerakan tubuh rampingku ini menuju ke TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Tiba di tempat tujuan, nampak deretan calon pembeli yang sudah mengular seperti antrean pembagian sembako gratis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tiba di tempat tujuan, nampak deretan calon pembeli yang sudah mengular seperti antrean pembagian sembako gratis. Karena memang warung kecil ini cukup terkenal dengan masakannya yang enak dan cocok di lidah banyak orang. Jadi, wajar kalau pembelinya membludak seperti sekarang ini. Harga tiap masakan yang dijual pun termasuk murah meriah, sehingga tidak menguras isi kantong. Sesuailah dengan slogannya yang hemat, sedap, mantap!

Well, setelah mengantre hampir 30 menitan, akhirnya aku mendapatkan giliran untuk dilayani. Untungnya, masakan yang kuincar masih ada, sehingga aku langsung memesan makanan yang aku idamkan itu. 

Sebungkus Sego megono, kini telah ada di tanganku. Tak lupa aku membeli nasi putih plus ikan bandeng presto yang sengaja aku pisahkan untuk sahabat baruku, Pusspyo ... Si Kucing Jantan Abu-abu. Ya, aku menamakan hewan penemuanku di jalanan itu dengan Pusspyo. Puss yang berarti kucing, dan Pyo yang berarti laki-laki, Hah? Dari mana bahasa itu aku dapatkan? Gak ... itu cuma karanganku semata! Hehehe ... tapi bagus 'kan nama Pusspyo? Aku harap kalian juga suka dengan nama itu.

 tapi bagus 'kan nama Pusspyo? Aku harap kalian juga suka dengan nama itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kucing Jantan Abu-abuBaca cerita ini secara GRATIS!