Gentle Touch

42K 4.8K 1.1K

Shawn butuh segulung kapas dan kasa untuk menghentikan mimisannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Shawn butuh segulung kapas dan kasa untuk menghentikan mimisannya. Untung aku cepat-cepat memeluk Heath biar dia nggak ngamuk lagi ke anaknya. Aku mengajaknya ke kamar. Dia cuma bertahan satu jam dalam pelukanku sebelum keluar kamar lagu. Kukira, dia mau ngelabrak Shawn lagi. Ternyata dia ke ruang kerja. Aku menahan kantuk menungguinya duduk di depan komputer. Aku nggak berani tanya karena ekspresinya terlihat masih sangat marah.

Setengah jam kemudian, dia menatapku dari balik layar tipis komputernya. "Dia melakukan hal yang buruk?" Suaranya tegas seperti polisi yang bertanya pada kriminal.

Aku menggeleng. "Dia memang pegang aku dengan kasar, tapi nggak macam-macam. Dia ... dia menguping."

"Aku mendengar obrolan kalian," katanya sambil memperlihatkan HP padaku. Di HP itu ada rekaman CCTV dengan gambar berwarna dan suara yang cukup jernih. Semua omongan Shawn terlihat di situ.

Heath memasang kamera di semua tempat? Pantas saja dia heboh sendiri waktu perbaikan rumah kemarin, bukannya menyuruh orang mengerjakannya.

Heath berdiri. "Dia akan ke Houston besok pagi."

Aku memegang tangannya. "Heath! Jangan keras sama dia."

"Kenapa?"

"Dia ... dia anakmu, kan? Dia ngomong begitu karena khawatir aku punya niat buruk sama kamu. Dia sayang sama kamu."

Dia mengerjap beberapa kali. Lama dia memperhatikanku seperti mencari sesuatu dalam mataku. Semoga itu artinya dia mempertimbangkan ucapanku.

"Dia mungkin cemburu sama kamu. Kan dia anakmu, tapi kamu malah memperhatikan aku dan sibuk sama aku sampai kamu nggak tahu kalau dia digituin sama emaknya. Kalau jadi dia, mungkin aku bakal tantrum juga."

Aku diam sebentar melihat reaksinya. Saat kupikir dia nggak pengin ngomong apa-apa, kutambahkan, "Dia butuh ... gentle touch. Dia butuh cinta bapaknya. Selama ini dia memang punya Ted, tapi beda rasanya perhatian dari bapak beneran sama bapak-bapakan."

Akhirnya, dia menjilat bibir dan berdeham. Aku memainkan jarinya.

"Heath, jangan marah, ya."

Dia menarik bibir sedikit, lalu pergi ke luar ruang kerja. Aku tetap di dalam, membiarkan mereka menghabiskan waktu berdua. Tapi, waktu melihat HP Heath ketinggalan di sebelahku, pengin juga dong aku mengintip mereka lewat CCTV.

Shawn duduk di ruang makan. Dari tumpukan kapas di sebelahnya, kelihatannya lukanya cukup parah. Di hidungnya masih terselip kapas yang sudah berdarah. Heath menghampirinya dan memberinya soda dingin. Ekspresi Shawn terlihat masih marah.

"Nak, maafkan aku."

Shawn nggak ngomong apa-apa. Dia mengganti kapas di hidungnya dengan yang baru.

"Dia baru mengalami hal buruk saat aku tidak bisa melindunginya. Kau membuatku tidak nyaman dengan perbuatanmu."

"Aku hanya bertanya padanya."

Nasty Glacie (Sudah Terbit - Rainbow Books)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang