AKU PART 1

6K 188 12
                                                  

Hai, aku Mozza
Saat ini aku telah berumur 20 tahun dan aku tinggal diibu kota negara Indonesia (Jakarta).
Tiga tahun yang lalu tepatnya saat aku baru lulus dari Sekolah Menengah Akhir di Bandung aku memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan mencari pekerjaan di sini.
Memutuskan untuk tinggal jauh dari orang tua, adalah keputusan yang sudah aku fikirkan dengan matang saat itu.
Aku tinggal disebuah Kost'an yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat kerjaku saat ini, hanya memerlukan waktu kurang lebih 10 menit dengan naik angkot untuk aku bisa sampai ke tempat kerjaku dari kost'an ku. Aku bekerja sebagai kasir disalah satu Super Market di daerah Jakarta Selatan.

~~~

Mozza, nama yang diberikan oleh nenekku saat aku lahir.
nenekku meninggal saat aku berumur 15 tahun, aku sangat dekat dengan nenekku, hampir setiap hari aku bersamanya sebelum ia pergi dari dunia ini. Semua perkataannya selalu menjadi semangat dalam hidupku.
Ada satu perkataan yang ia ucapkan tepat dua hari sebelum ia meninggal yang tidak sengaja aku dengar saat nenekku mengatakan pada ibuku.

"Mozza harus tahu apa yang terjadi padanya, dia harus siap dengan itu"

Perkataan yang disampaikan nenekku pada ibuku saat itu sangat tidak aku mengerti, sampai ada suatu kejadian aneh menimpaku saat aku berumur 16 tahun, tepatnya saat aku masih duduk di bangku SMA di Bandung dan tepat pada satu tahun kepergian nenekku dari dunia ini . . .

~~~
Bandung, oktober 2014

Hari ini tepat satu tahun kepergian Nenekku, keluargaku mengadakan pengajian dirumah ku.
Aku masih tidak bisa terima kepergian nenekku, orang yang sangat dekat denganku.
Malam ini rumah terasa ramai dengan orang-orang yang mengikuti pengajian dirumahku, aku pandangi seisi ruang depan rumah ini dengan seksama, ku lihat ibuku yang terus menyikapi air matanya yang tidak berhenti mengalir .
Aku bergegas ke dapur dan mengambil segelas air putih dimeja makan, lalu duduk di bangku dekat jendela di sudut dapurku.

Tak lama aku mendegar sebuah suara dari luar jendela tersebut

Ayo lempar, ayo lempaarr. Hahahaha... (Suara Tertawa dengan lirih)

Suara itu terdengar jelas di telingaku, langsung saja aku menoleh keluar jendela untuk memastikan suara siapa yang berteriak malam-malam begini luar sana. Tapi tak satu orangpun yang aku dapati disana, namun suara itu makin jelas terdengar.
Yang membuatku heran siapa yang bermain diluar sana saat malam hari seperti ini dan siapa pula yang mau bermain di ladang dengan pepohonan besar, rumput yang tinggi dan gelap gulita seperti ini?.

"Zaa.."
Panggil ibuku dari depan pintu dapur dan membuatku aga terkejut.

"Ngapain disini? Bukannya ikut pengajian didepan"
Sambung ibuku.

"Eh, mah ini aku kan lagi halangan. Terus tadi aku haus banget jadi aku kedapur ambil air minum terus duduk disini deh" (sambil menunjuk bangku yang tadi aku duduki)

"Oiya mah barusan banget aku denger ada suara kaya orang lagi main dibelakang rumah, emang suka ada yg main di kebun belakang ya?"
Tanyaku dengan heran atas kejadian yang baru aku alami.

MOZZA [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang