infatuated, by all means

37.4K 3.4K 2.1K
                                                  






[i.]

Pertama kali Taehyung melihat obsidian Jungkook, ada keluguan dalam bola matanya.

"Oh, shit," Jungkook mengumpat kecil ketika melihat noda kopi di kemeja Taehyung. Manik matanya melebar sembari menggembol bola sepak di sebelah tangannya. Terengah, penuh peluh, dan surai kelamnya basah. Tampak begitu sporty dan penuh akan aura anak muda. "Maaf, Ahjussi, aku tidak melihatmu lewat."

Nada bicaranya tak terdengar menyesal. Sayup-sayup Taehyung dapat mendengar suara panggilan dari anak-anak di lapangan yang menyerukan nama Jungkook kemudian Cepat kembali. Barusan ia hanya tengah bersantai saja di bangku taman kota. Merokok di senja hari sepulang dari kantor, untuk kemudian terhancurkan oleh bola sepak yang dengan sialnya mendarat tepat ke arahnya yang tengah memegang kaleng kopi.

"Ini oke," Taehyung tersenyum separuh. Antara jengkel, tetapi juga lelah.

"Tunggu sebentar. Pegang ini." Jungkook menyerahkan bolanya paksa pada Taehyung. Belum sempat akalnya memroses, bocah itu sudah berlari ke tribun. Berkutat dengan tas olahraganya kemudian kembali dengan selembar varsity bercorak merah birunya.

Taehyung terpana ketika Jungkook merebut bolanya kembali lalu menyerahkan varsitynya.

"Kau tetangga baruku, benar? Aku Jungkook—Jeon Jungkook. Kembalikan kalau sudah dilaundry." Jungkook tersenyum lebar sembari berlari-lari kecil di tempat. "Anyway mobilmu menarik perhatian. Aku langsung hafal wajah Ahjussi sekali lihat. Flashy as fuck, man."

Kemudian Jungkook berlari begitu saja kembali ke lapangan. Berbicara dengan teman-temannya untuk beberapa saat sebelum kembali melanjutkan permainannya.

Taehyung hanya bisa terperangah.


____________




[ii.]

Kedua kali bertemu dengan Jungkook, Taehyung melihat rasa penasaran.

"Ahjussi!"

Memutar bola mata, Taehyung menoleh. "Jeon—"

"Boleh beri aku tumpangan ke stadion? Pertandingan dimulai 15 menit lagi."

"Aku sudah terlambat ker—"

"Wah, Ahjussi baik sekali! Terima kasih atas tumpangannya!"

Bola mata Taehyung melebar melihat tingkah bar-bar Jungkook yang dengan kurang ajar masuk begitu saja ke dalam mobilnya. Pemuda itu mengenakan jersey bertuliskan Falcon di punggungnya dengan angka 01. Sepatu putih Adidas yang tampak mahal, bahkan aroma parfum yang terasa mahal. Menyangklong tas olahraganya dan masuk begitu saja ke bangku di sampingnya sehingga Taehyung membelalak.

Mereka sempat berdebat untuk beberapa saat, tetapi Jungkook luar biasa keras kepala dan tingkahnya seperti orang tak punya dosa, sehingga Taehyung kalah. Sekali lagi.

"Jadi usiamu 28 tahun? Wah, kita selisih 7 tahun. Itu membuatmu Hyung, bukan Ahjussi."

Jungkook berkata sembari sibuk mengobrak-abrik dokumennya yang terpasung di atas dasbor. Melihat sisa CV-nya entah sejak kapan dan menemukan tahun kelahirannya. Taehyung tidak menjawab. Menerka-nerka betapa bocah kampus idola, seorang Jeon Jungkook itu. Seratus persen college's sweetheart. Tampan, Bintang lapangan, Ace. Tipe yang bergaul dengan semua orang beken. Selain itu—21 tahun. Muda sekali.

InfatuatedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang