BULRB

22 2 0

Aline, 21 tahun hidupnya hanya berisi pola dan gambar. Tidak ada angka ataupun huruf. Menjadi seorang disleksia membuat Aline, terasingkan. Tidak bisa sekolah, ataupun bekerja layaknya yang lain. Walaupun begitu, Aline menemukan hidupnya, lewat sebuah lukisan.

Tangan mungilnya, selalu bisa membuat rasa di atas kanvas. Berteman dengan kuas dan cat air, tidak harus berkutat dengan logaritma dan puluhan paragraf seperti pekerjaan kebanyakan, kan?

Wanita itu selalu ingin menikmati hidupnya yang tidak sempurna. Baginya, sempurna hanya bisa di ciptakan oleh dirinya sendiri. Dengan tidak menyalahkan siapapun, Aline menjadikan dirinya semangat untuk tetap menjadi Aline yang sesungguhnya.

Sedang, bertemu dengan Ronald, membuat dirinya gemas. Ronald, tidak bisa meninggalkan dunianya sebagai seorang atlet. Tapi cedera akibat pertandingan waktu itu, membuat hidupnya berantakan.

Laki-laki yang hidup sebatang kara itu, tiba-tiba di tinggalkan tunangannya saat tahu jika Ronald sudah tidak sempurna. Jiwanya tidak terima. Langitnya hancur seluruhnya.

Tapi, semesta mempertemukan mereka dalam sebuah kedai kopi sederhana di hari minggu pagi, saat hujan tiba-tiba turun begitu derasnya.
Ronald, dengan niatnya yang ingin menabrakkan diri di jalan raya, membuat Aline menawarkan sebuah perjanjian 30 hari.

Aline, berjanji. Jika ia akan mengajarkan arti hidup pada Ronald. Jika dia tidak berhasil, Ronald boleh mati sesuai dengan kemauannya. Laki-laki itu malah terkekeh tidak yakin. Siapa yang tahu, 30 hari itu membuat Ronald, selalu ingin hidup lebih lama lagi, bersama Aline.

30 DaysTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang