19

3.4K 241 12

Pov Cery
"Kau adala mate yang tidak tahu diri, apa yang kurang dariku sampai kau mau pergi bersama siluman putih itu?" Derai air mata menghiasi setiap tangisanku sejak tadi, aku dihukum oleh Dominic dengan berdiri diatas balok es, ini memang hukuman yang tidak terkesan sadis tapi hukuman ini sudah berlangsung sejak dua jam yang lalu. Tubuhku sudah menggigil tapi Dominic tidak juga mengasihani diriku.

Andai aku bisa melangkahkan kakiku keluar dari dalam balok es ini pasti sudah aku lakukan sejak tadi tapi sayangnya kakiku tidak bisa melangkah kemanapun karena kakiku diikat agar tidak bisa melanglah kemanapun "hiks hiks aku mohon Dominic, kenapa kau begitu jahat kepadaku? Aku hanya melakukan kesalahan kecil tapi kenapa kau membesar-besarkannya lagi pula saat ini aku sudah kembali hiks bersamamu," ucapku dengan menggigil.

"Masalahnya aku ingin sekali menghukummu mate jadi mau tidak mau kau harus menerima hukuman meskipun hanya hukuman kecil," kecil kata dia tapi tidak kecil bagiku, siapapun yang ingin menggantikan tempatku maka aku siap memberi tempatku dengan senang hati "kau memang hiks sudah terlahir jahat sejak kecil Dominic maka dari itu kau tidak pernah memahami aku yang sayangnya adalah matemu."

"Apa yang tidak aku pahami mate?"

"Kau selalu menyembunyikan sesuatu dari diriku dan kau selalu mengekangku padahal aku tidak pernah suka jika ada yang mengekangku hiks hiks, sekarang cepat lepaskan ikattan iniiii hiks atau aku akan merejectmu sebagai mateku."

"Memangnya kau tahu cara mereject mate hahaha, tentu saja kau tidak tahu, tapi baiklah aku akan melepaskan ikatanmu itu akan tetapi kau harus melakukan sesuatu," bodohnya aku dengan mengatakan hal itu padahal aku sendiri tidak tahu dengan pasti cara mereject Dominic, kutatap dia lalu mulai bertanya apa yang dia ingin aku lakukan.

"Apa itu?" Dominic terlihat menyeringai dan aku sudah bisa menebak kalau keinginannya bukanlah suatu hal yang baik

"Kau harus menghisap kejantananku!" Sial! Bisa-bisanya dia mengucapkan hal mesum dan frontal seperti itu? Apa Dominic kira dalam keadaan seperti ini aku mau menghisap kejantanannya? "Sialan kau Dominic, aku tidak akan sudi melakukan hal murahan itu apa lagi itu kepadamu yang jelas-jelas ingin melecehkan harga diriku."

"Kalau kau tidak mau teruslah rasakan dinginnya balok es itu mate, aku akan pergi kesebuah pertemuan dan saat aku kembali nanti kuharap kau masih sadar tapi aku tidak yakin akan hal itu," kutatap Dominic dengan raut memohon tapi itu tidak ada gunanya karena dia langsung keluar dari dalam kamar ini menuju kesebuah pertemuan seperti yang dia bilang.

"Akhhhh ini dinginnn sekali hiks hiks," nasibku ternyata begitu buruk sampai-sampai aku harus merasakan hal ini, aku berjanji akan mencari tahu cara mereject mate setelah ini dan saat aku sudah tahu bagaimana caranya aku akan mereject Dominic sebagai mateku.

Entah mengapa kepalaku tiba-tiba pusing dan pandanganku mulai mengabur hingga akhirnya semuanya gelap dan aku sudah tidak mengingat apapun lagi selain gelapan yang menderaku
*****
Pov Author
"Nona sudah kembali kedalam istana pria itu tuan, apa sekarang waktunya saya menjemput dia?" Seorang bawahan dan atasan yang duduk di singga sana dengan wajah lelahnya tapi meskipun begitu tetap tidak menghilangkan wajah tampan yang sudah mulai menua "ini waktu yang tepat karena aku tidak mau puteriku terus berada di atas balok es itu ditambah sekarang dia sudah pingsan dengan wajah memucat.

"Baik tuan, saya akan menjemput nona, apa saya harus menyamarkan bau tubuh saya agar pria itu tidak menemukan nona Cery?"

"Kau tidak perlu melakukan hal itu karena dia sudah tahu siapa aku sebenarnya jadi kau tinggal membawa putriku dengan selamat kesini."

"Baik tuan."

Di sisi lain terdapat wanita yang sedang dipasung dan dia sedang menangis dalam kesendiriannya "dimana putriku hiks hiks? Ini sudah bertahun-tahun dan aku tidak pernah bertemu dengan putriku, kenapa pria itu begitu jahat sampai memisahkan aku dan putriku hiks hiks," bertahun-tahun wanita itu dipasung didalam kamarnya sendiri karema sebuah alasan yang tidak jelas tapi juga dapat dijelaskan dalam waktu yang sama.

"Tenanglah Nyonya anda akan bertemu putri anda dan itu tidak lama lagi, tadi saya mendengar ucapan tuan dengan ajudannya yang mengatakan kalau putri anda akan dijemput sekar-" ucapan pelayan itu terpotong oleh sebuah suara.

"Tutup mulutmu pelayan dan pergilah dari kamar ini!"

Pelayan itu terlihat ketakutan tapi tetap berucap lirih "baik tuan."

Didalam kamar itu saat ini hanya menyisakan dua pasangan yang tidak pernah menjalani hubungan secara sehat, selalu ada rasa sakit dalam hubungan mereka entah itu batin maupun fisik "apa putriku akan datang?" Tanya wanita yang sedang dipasung sedangkan pria itu berjalan mendekati wanitanya dan saat berada didekatnya dia memberi kecupan pada bibir sang wanita.

"Putri kita akan segera menemuimu sayang tapi itu ada syaratnya, kau harus bersikap baik mulai sekarang kepadaku karena jika tidak aku akan mengurungkan niatku untuk mempertemukan dirimu dengan putri kita."

"Aku akan melakukan apapun asal aku bisa bertemu dengan putriku hiks hiks," pria itu menghapus air mata yang keluar dari mata wanitanya "ssssttt jangan menangis sayang, kau hanya perlu menikah denganku dan aku akan memperbolehkan dirimu menemui putri kita dan kau juga harus patuh terhadap diriku."

"Baiklah hiks aku akan menikah denganmu John."

"Bagus itu adalah hal yang memang ingin aku dengar dari dirimu sayang."
*****
Jangan lupa Vote, Comment and Share guys 😉😉😘😘😘😘

CAGED DEVILBaca cerita ini secara GRATIS!