• A S T : 8 •

1.9K 137 20

TERHINJUT bahu aku apabila mendengar seseorang berbisik di telingaku, membuatkan bulu roma aku meremang.

Suara ni, ya Allah! Apahal meruntuhkan jiwa sangat bunyinya? Air liur aku telan sekelat-kelatnya. Ya, aku tahu dia tahu aku di sini. Hati aku pula dah mula buat racing!

   " Tak perlu pura-pura yang awak tak dengar saya. I know you're in my wardrobe. " kata Carl lagi.

Sekali lagi, air liur aku telan.

   " No one is here..." gumamku perlahan.

Carl tersenyum senget. No one is here apanya kalau ada suara orang?

   " Come out atau saya dukung awak. " kata Carl lagi membuatkan aku terus melompat keluar dari situ. Dia nak dukung aku? Huh, moga dijauhkan!

   " Pandai pula keluar. Tadi ingatkan dah nazak dekat dalam tu. " Carl memandang aku sambil tersenyum senget. Aku menjeling.

   " Lantaklah saya nak keluar ke tak. " balasku. Mulut aku cebikkan tanda protes.

   " Oo, so awak memang nak duduk situ je la? Tengok saya tukar..."

   " Okay stop! Please, jangan merapu!" aku memotong percakapannya. Haish mamat ni, ingat aku hadap sangat ke duduk dekat dalam tu?

Carl ketawa kecil, penuh maskulin.

   " Okay then, " dia menyilangkan tangannya lalu mula menggerakkan kakinya menuju ke pintu. Pintu itu dikuaknya besar.

Aku hanya memerhatikannya dari jauh. Dia nak buat apa dengan pintu tu?

   " Tak nak keluar ke? Atau awak nak tinggal sekali dengan saya dalam ni? " katanya sambil memandang aku.

Merah padam muka aku jadinya apabila mendengar dia berkata sebegitu. Kau pun bengap sangat, Rose. Orang dah buka pintu tu, sibuk lagi tercegat dekat sini.

   " Sorry, by the way tak hingin saya duduk sekali dengan awak! " sempat lagi aku menjawab sebelum keluar dari situ.

°°°°°

LANGIT yang kebiru-biruan serta dilengkapi lagi dengan awan yang berkepal-kepal di atas langit aku nikmati dengan penuh rasa kebesaran kepada Tuhan Sekalian Alam, yang menciptakannya. Langit ini diserikan lagi dengan warna biru yang terang dan cahaya matahari yang mulai terbenam, kejinggaan dan kekuningan.

   " Cantiknya..." bisikku kecil. Sungguh, permandangan ini sangatlah mengasyikkan.

   " Miss. " seseorang menegur. Siapa lagi kalau bukan pramugari di sini. Aku menolehkan kepada menghadapnya.

   " Yup? "

   " Your dinner is waiting. " jawab pramugari itu.

    " Dinner? " Uish, awalnya dinner! Matahari pun baru nak terbenam.

   " Yes, miss. Mr. Call is waiting inside his room. " jawab pramugari itu.

Aku mengangguk lalu senyum kepadanya. " Okay, I will go there by myself. Grazie. "

   " Prego, signorina. ( Sama-sama, cik. ) " pramugari itu membalas senyumanku lalu berlalu pergi.

Perlahan-lahan aku bangun dari tempat dudukku dan mula bergerak menuju ke tempat yang paling hadapan sekali, tempat yang menempatkan mamat beku tu.

Amo Sole Te [ I Love Only You ]Where stories live. Discover now