Dear diary,
Aku pernah sakit.
Bahkan rapuh.
Dan akhirnya hancur.
Itu semua karenanya.
Tapi, dia mungkin tak mengerti.
Bagaimana itu semua terjadi.
Karena siapa itu semua terjadi.
Dia tak pernah sadar.
Bahwa aku pernah dihancurkannya.
Hingga aku, tak berani mengenal yang lain.
Kalian yang membaca diaryku ini tak akan mengerti.
Apa maksud dari 'yang lain'.
Kalian tak akan pernah mengerti.
Sampai suatu hari, aku yang akan mengatakannya sendiri kepada kalian.
12 Februari 2017.
~ Teringat dia kembali.
Aku menutup buku diaryku. Dan segera beranjak dari dudukku. Setelahnya, aku langsung ke luar kamar untuk pergi ke dapur. Aku merasa kerongkonganku kering, padahal dari tadi aku tak berbicara ataupun bernyanyi. Sedari tadi yang kulakukan hanyalah mengisi lembaran demi lembaran, buku diaryku. Diary, temanku sejak lama. Semua keluh kesahku, ada padanya. Kutulis semua yang aku rasa, dilembarannya. Kusampaikan rindu, bahkan kebencian di diary itu. Canda, tawa, hampa, kesal, dan amarah, seluruhnya aku tuangkan ke diaryku. Bagiku, hanya diary yang tak akan mengkhianatiku. Terkecuali, ada yang merebutnya.
***
"Aduh, iya mah. Sabar. Sebentar lagi aku turun."
"Cepat sayang, kamu sudah telat. Udah jam berapa ini, ya Ampun."
Aku turun dengan tergesa-gesa. Kalau bukan karena mamaku yang meneriakku sejak tadi, aku akan jalan santai seperti biasanya. Aku tahu sekarang sudah pukul 06.20, itu artinya 10 menit lagi bel disekolahku akan berdering. Tapi, itu tak akan telat. Karena jarak rumahku dengan sekolah yang tak terlalu jauh.
"Kamu ini, kalau telat kan berabe. Nanti kalau mama yang dipanggil ke sekolah bagaimana." oceh mamaku.
"Ya ampun ma, biasanya juga kan aku berangkat jam segini." ucapku seraya membolakkan mata. Aku malas mendengar ucapan mama yang terdengar lebay.
"Mulai besok, kamu ga boleh ya berangkat 10 menit sebelum bel sekolah berbunyi."
Aku tak menghiraukan ucapan mama. Aku langsung menjabat tangannya untuk berpamitan, dan segera pergi ke sekolah.
☀️☀️☀️
Assalamu'alaykum. Jangan lupa vote & comment yaaaa! Hehe.
YOU ARE READING
Dear Diary.
RandomAll about Her. Dia menuangkan semuanya ke dalam buku diarynya. Tak ada satupun orang yang tau selain dirinya. Tak ada yang mengerti apa isinya. Karena dia yang buat, berarti hanya dia yang mengetahui. Kalian semua akan tau, saat dia yang memberitahu...
