Taehyung - 2

315 18 13
                                    

Cha O Lin baru saja datang saat dia melihat tumpukan cokelat di lokernya, sama seperti biasa. Ah, ini bukan kali pertama dia menerima hal-hal seperti ini. Semua murid di kelas XI-2 tahu kalau O Lin adalah gadis yang paling sering mendapat hadiah.

Peristiwa ini sudah terjadi sejak pertama kali O Lin masuk sekolah. Hanya saja, sejak enam bulan yang lalu hadiahnya meningkat drastis. Entah siapa yang rela mengeluarkan kocek sebanyak itu hanya untuk memberinya hadiah. Sampai sekarang, O Lin tidak menemukan orangnya.

Dia sendiri tidak mengerti kenapa ada seseorang yang rela berkorban hanya untuknya. Meski, ada beberapa anak yang bilang kalau visual Cha O Lin memang bukan main-main. Wajah tirus, mata besar, dan hidungnya yang mancung menjadi daya tarik utama.

"Wooo, seperti biasa ya." Suara Kang Ha Na memecah lamunan gadis berambut hitam pendek itu. Dengan cepat, O Lin menutup lokernya dan menyengir.

"Mwo?  (Apa)" tanyanya.

Ha Na maju satu langkah dan membuka loker O Lin, mengambil salah satu cokelat di dalam sana sebelum bertanya, "O Lin-ah, apa kau tidak pernah penasaran siapa yang rela menghabiskan uangnya setiap hari hanya untuk memberimu cokelat ini?"

O Lin terdiam di tempatnya, menimbang-nimbang sejenak.

"Ani."  O Lin menggeleng setelah menemukan jawabannya. "Aku berpikir dia pasti punya alasan untuk bersembunyi, karena itu dia tidak pernah meninggalkan surat atau apa pun juga di dalam lokerku."

Mendengar jawaban O Lin yang tidak bisa dibantah lagi, Ha Na hanya bisa menghela napas. Padahal tadi dia berharap O Lin mau menyelidiki siapa saja penggemar rahasia yang setia memberinya cokelat setiap hari. Karena jujur saja, yang penasaran bukan hanya Ha Na, tapi hampir seluruh siswi di kelas mereka.

"Aigo, (Astaga) apa maksudmu dengan 'dia'? Kami semua yakin kaupunya penggemar lebih dari satu orang." Ha Na tersenyum menggoda.

O Lin menggeleng, pipinya memanas. "Keojitmal  (Bohong). Aku tidak sepopuler itu, Ha Na-ah. Kau jauh lebih cantik."

"Apa kau menghinaku?" Ha Na mengerutkan dahinya.

O Lin menggeleng cepat, menyadari kalau Ha Na salah paham. "Ani! Jinjja! (Tidak! Sungguh!)"

Ha Na terkekeh melihat raut wajah O Lin yang langsung berubah panik.

"O Lin-ah. Aku cuma bercanda." Ha Na tertawa, lalu mundur satu langkah dan menutup loker O Lin. "Kau lucu, mungkin karena itu banyak lelaki yang suka padamu, tetapi saranku ... cobalah cari tahu siapa yang setia memberimu hadiah. Karena aku yakin, dia juga ingin ditemukan ... olehmu."

Setelah itu, Ha Na berbalik, meninggalkan O Lin yang terdiam di tempatnya dan bertanya-tanya di dalam hati.

Apa benar dia ingin ditemukan olehku?
***

DIVE [TAEHYUNG FF]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang