18

3.4K 249 12

Pov Cery
"Hari sudah malam sebaiknya kau segera tidur cantik," siluman putih menyiapkan tempat tidur untukku lalu dia mempersilakan diriku untuk tidur, aku mulai merebahkan tubuhku dan mulai memejamkan mata tapi suara kegaduhan membuatku tersentak begitupun dengan siluman putih, dia terlihat mengedarkan pandangnnya keluar rumah pohon ini.

Saat aku mengikuti arah pandangan siluman putih aku tahu apa penyebab dari kegaduhan ini, diluar sana banyak sekali serigala bertubuh besar yang kuyakini pasti di antara serigala itu terdapat Dominic "persembunyian kita sudah diketahui oleh matemu cantik, saat ini tidak ada cara lain selain aku yang harus melawan matemu."

Aku mencekal tangan siluman putih yang akan meloncat turun untuk menghadapi Dominic "aku yakin bahwa kau tidak akan bisa menghadapi keganasan Dominic, siluman putih. Kau bisa mati jika kau turun," sungguh aku tidak memiliki maksud untuk meremehkan kekuatan siluman putih akan tetapi aku tahu apa akhir dari pertarungan ini bila sampai terjadi.

"Aku tahu apa yang kau pikirkan Cery tapi bagaimanapun caramu menghalangi diriku kau tidak akan bisa," siluman putih melepas cekalan tanganku pada lengannya lalu dia meloncat turun tanpa bisa aku cegah lagi, sekarang aku hanya bisa berdoa saja semoga Tuhan melindungi siluman putih begitupun dengan Dominic.

Aku ikut turun dari rumah pohon ini dan saat berada di bawah tatapanku langsung terkunci dengan tatapan Dominic yang sekarang tubuhnya berada dalam bentuk serigala, meskipun Dominic tidak pernah menunjukkan secara langsung secara langsung bentuk serigalanya padaku tapi aku tahu bahwa serigala yang saat ini menatapku adalah Dominic.

Sebenarnya aku mengetahui tentang Dominic yang nyatanya serigala adalah sebuah ketidak sengajaan saat aku sedang merasa haus dimalam hari, tanpa sepengetahuan Dominic aku melihat perubahan tubuhnya dari bentuk manusia berubah menjadi serigala "berlindunglah di belakang pohon Cery!" Aku mengikuti perintah siluman putih dan berlindung di belakang pohon yang ukurannya sangat besar.

Dari belakang pohon ini aku melihata pertarungan yang terjadi di antara Dominic dengan siluman putih, lama kelamaan pertarungan mereka semakin menjadi dan aku dapat melihat bahwa tubuh siluman putih dicabik-cabik oleh Dominic "tidaaakkkk, hentikan Dominic!" Aku berlari ke arah dimana Dominic mencabik-cabik tubuh siluman putih.

Dominic berhenti mencabik tubuh siluman putih lalu dia berjalan menghampiri diriku, perlahan tapi pasti Dominic berubah menjadi manusia seutuhnya dan dia sekarang tidak memakai pakaian sehelai benang pun, aku hanya diam melihat ketelanjangannya berbeda dengan beberapa serigala yang memalingkan wajah mereka "kau sudah membuatku sangat marah mate, saat kita berada di dalam istanaku aku akan menunjukkan seberapa marahnya diriku padamu."

Dominic memegang bahuku hingga aku meringis kesakitan, aku memundurkan tubuhku lalu berlari mendekati siluman putih yang terbujur penuh darah "siluman putih, siluman putih," aku terus mengguncang tubuh siluman putih tapi dia tidak kunjung membuka kedua matanya hingga aku hampir saja mengeluarkan air mata dan dia membuka kedua matanya "jannggg...annn mennnangiss Cery, akkk ....ku baikkkk-bbaik sajja."

Di saat seperti ini dia masih bisa  mengatakan kalau dia baik-baik saja padahal aku dapat melihat bahkan siapapun dapat melihat dengan jelas bahwa siluman putih tidak sedang berada dalam keadaan yang baik "aku kira kau sudah mati siluman putih," ucapku sambil memegang tangan siluman putih tapi sebuah tangan menyentak peganganku dan orang itu tidak lain adalah Dominic.

"Jangan pernah memegang tangan pria lain selain aku mate, kau pasti tidak mau jika aku merantai kedua tanganmu mate," perkataan Dominic yang kasar membuat tubuhku menegang "kau gila Dominic, aku tidak menyangka kalau aku bisa bertemu dengan pria seperti dirimu."

"Aku memang gila dan itu karenamu, sekarang ayo kita pulang lalu menyelesaikan hukumanmu, biarkan siluman putih ini mati secara perlahan." Tidak ada yang dapat aku perbuat untuk tetap bersama siluman putih karena Dominic sudah menyeret tanganku dengan kasar, Dominic kembali merubah dirinya dalam bentuk serigala dan menggeram padaku, aku tahu bahwa sekarang aku harus naik ke atas punggung Dominic.

Aku pun naik ke atas punggung Dominic, kulihat kembali serigala putih yang masih terbaring tapi aku tahu bahwa siluman putih melihatku dari sudut matanya "sampai jumpa siluman putih, semoga kau tetap hidup dan suatu hari bisa mengalahkan Dominic," ucapku pelan sambil mengusap air mata yang luruh dari kedua mataku.
*****
Hai guys 👋👋 sory banget karena lama gak update, bebera minggu ini aku kehilangan moodku untuk mengetik kelanjutan cerita-ceritaku.

Dan kali ini aku kembali memiliki sedikit semangat untuk kembali menulis meskipun gak panjang.

Oh ya jangan lupa vote, comment and Share 😗😗😗

Salam hangat 😊

CAGED DEVILBaca cerita ini secara GRATIS!