The Day He Say "Hi!"

32.5K 4.7K 170
                                                  

[Kelas Etika Terapan, bulan September tahun ajaran 2016-2017]

"Jadi menurut Dek Raira ini, Euthanasia seharusnya dilegalkan karena setiap orang berhak mutlak atas tubuh dan hidupnya sendiri. Termasuk hak untuk memutuskan hidup dan mati. Ya kan?"

Cara bicara cowok itu santai-santai saja. Seolah sedang membahas score pertandingan sepak bola. Seolah-olah ini bukan debat terbuka di kelas Etika Terapan, di mana puluhan pasang mata memandang kami. Ada yang mengangguk setuju, ada yang menggeleng, ada juga yang tak peduli dan sibuk scrolling Instagram di ponselnya.

"Tapi ada satu hal yang Dek Raira lupa di sini. Praktik Euthanasia risikonya banyak sekali. Euthanasia bisa jadi kedok pembunuhan berencana yang dilegalkan. Euthanasia bisa jadi legalitas ketidakadilan. Karena...Dek Raira tahu kan ada banyak alasan seseorang memilih untuk mati? Ada rasa putus asa, ada hilang harapan, dan ada ketidakadilan yang dirasakan. Faktor-faktor ini dilupakan oleh Dek Raira dengan dalih hak atas tubuh..."

Aku benci sekali dengan caranya memanggil namaku. 'Dek Raira' katanya. Seolah-olah dia ingin menyatakan posisinya sebagai senior dan aku junior. Padahal sok tahu sekali dia. Dia adalah mahasiswa jurusan sebelah yang mencari tambahan sks di mata kuliah Etika Terapan ini. Di sini aku yang mahasiswa filsafat. Meskipun aku baru semester 3 dan dia sudah semester 7, tetap seharusnya aku yang lebih ahli. Aku tak akan kalah.

Jadi kutegakkan dagu-ku, dan kubantah argumennya dengan padas. Tapi dia selalu bisa membalas argumenku dengan argumen dan gestur yang sama santainya. Ketenangannya membuatku terintimidasi. Aku benci karena dia sok tahu. Harus kuakui, rasa senang dan deg-degan yang kurasakan beberapa menit yang lalu karena presentasiku ditanggapi oleh senior yang sudah kutaksir sejak semester satu mulai berganti dengan rasa sebal. Kenapa sih, dia tidak selow dan sibuk tidur di kelas seperti senior-senior lainnya saja?

Story of You & Me (SEGERA TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang