Konspirasi Alam Semesta: 13

3.9K 909 43

"Lebih baik Mas urus dulu Amithya, dibanding bikin lelucon seperti sekarang ini."

"Lelucon? Kamu pikir ini lucu?"

"Menurut Mas, apa waktunya pas untuk main tebak gimana perasaanku untuk Mas? Apa Mas kira dengan kondisi sekarang aku bisa suka sama Mas? Seriously."

Lantas mas Rama tertawa tipis. "Bagus kalau begitu. Sepertinya saya tidak perlu khawatir dengan perasaanmu itu. Saya berharapnya perasaanmu akan terus menerus seperti itu."

Dan Ia pergi melenggang ke kamar mandi. Terdengar beberapa waktu kemudian pancuran air yang suaranya justru membuatku bergidik.

Perempuan mana pun, pasti punya perasaan dan pikiran kotor bila dalam kondisi seperti yang kualami sekarang, kecuali kalau dia adalah robot yang tidak punya perasaan.

Darimana semalaman mas Rama? Berbuat apa dia dengan Amithya? Apa mereka sudah melakukannya sejauh itu?

Jaman sekarang, pria dan wanita berpacaran rasanya sudah terhitung jarang yang tidak melakukan hubungan seksual. Baiklah, kalau memang tidak, setidaknya mereka pasti pernah melakukan kontak fisik. Makeout and etc. Ciuman, grepe-grepe, rasanya sudah menjadi 'makanan' sehari-hari.

Apalagi yang hubungannya seperti mas Rama dan Amithya. Enam tahun bersama dan sudah sama-sama dewasa.

Lantas, aku berhak apa?

Aku punya mantan kekasih. Sebut saja dia Ale. Sejujurnya waktu kami berpacaran, hubunganku dan Ale biasa saja. Tidak sampai pada tahapan 'kesana'. Ya, paling cuma ciuman.

Lebih dari itu, aku bisa mengontrol diri. Dan Ale pun sudah pasti menghormati keputusanku. Lama-lama hubungan kami hambar, aku tahu, track record seorang Ale. Rasanya Ia memilihku menjadi kekasihnya adalah sesuatu yang cukup menakjubkan. Hal itu terbukti setelah kami mengakhiri hubungan selama 2 tahun 1 bulan itu.

Selama kami berpacaran, tidak sedikit dari teman-temanku yang sengaja mengomporiku dengan masa lalu Ale. Ada yang bilang mantan kekasih Ale itu ada belasan sampai siapa mantan terindah Ale.

Telisik penuh telisik, kenapa Ale menyematkan mantan terindah pada wanita itu, karena perempuan itu yang memberikan service terbaik selama ini dibandingkan yang lainnya. Sampai-sampai Ale jatuh cinta sungguhan dengan wanita itu.

Menjijikkan? Ya tapi itu yang sebenarnya. Terlepas itu fakta atau bukan, hanya Tuhan, Ale dan mantan kekasihnya yang tahu. Beberapa bulan lalu Ale sempat mengontakku, waktu itu tiba-tiba dia mengirimkan sebuah pesan yang mengatakan bahwa Ia sedang di Solo. Sayangnya waktu itu aku tengah pulang ke Jakarta.

Hubungan kami sebenarnya tidak seakrab itu dan juga tidak secanggung itu. Kami hanya dua orang teman yang secara tidak sengaja pernah saling menyayangi. Terlepas dari itu, saat ini kami hanya akan saling bertegur sapa dan pamit pulang ketika takdir akan sengaja mempertemukan kami kembali.

Itu dalam khayalanku.

Memutuskan untuk segera beranjak dengan kepala yang masih terus berdenyut, tiba-tiba ponsel yang terletak di nakas bergetar.

Itu ponsel milik mas Rama. Kusambar ponsel itu setelah melihat nama yang tertera di layar.

"Mas udah sampai?" Suara di seberang sana berbunyi. Oh, jadi ini suara Amithya.

Konspirasi Alam SemestaBaca cerita ini secara GRATIS!