Part 28

19.2K 269 1
                                    

Sudah tiga hari berlalu sejak kejadian di rumah nenek ku dan sejak saat itu aku belum bertemu lagi dengan A Somad dan belum ada kabar juga dari A somad kapan ia akan mengajak ku menemui teman nya yang mau mengentoti ku .

Siang hari ini cukup cerah , mentari dari pun seakan enggan berkedip memancarkan sinar nya membuat cuaca panas dan tubuh gerah . Aku dari pagi hanya bermalas malasan saja di kamar sambil telfonan mesum bersama pak Azis . Kata nya pak Azis kangen dengan legit nya lubang pantat ku membuat ku merasa tersanjung . Aku sendiri juga tak memungkiri kalo aku juga kangen dengan genjotan liar dan kontol bertasbih nya .

Bapak ku dari pagi bersama pak kades ke polsek untuk mengurusi pembebasan mang parjo dan mas joni , Namun sampe siang hari belum datang juga mereka , mungkin masih belum beres urusan nya . Cuaca yang panas dan angin sepoi sepoi yang masuk dari balik jendela ku membuat ku terlelap ke alam mimpi di siang bolong .

Aku terbangun ketika mendengar suara orang tengah bengcengkrama di ruang tamu dan seperti nya lebih dari tiga orang . Aku beranjak dari kasur dan keluar kamar , ternyata di ruang tamu bapak tengah berbincang bersama ibu , pak kades , mang parjo dan tetangga depan rumah .

" Sudah pulang mang ,,, " Tegur ku pada mang parjo dan menyalami nya .

" Alhamdulilah sudah Ky ,,,, mamang udah bebas " Jawab nya sumringah .

Aku duduk di samping ibu dan mendengarkan mereka bercengkrama . Setelah negosiasi panjang akhir nya pak kades bisa membebaskan mang parjo dan mas joni dengan uang jaminan . Dan bukan hanya kepada pihak kepolisian saja mereka memberikan uang tetapi pada keluarga suami bi Warsih juga agar mereka mau mencabut laporan nya . Mang parjo dan mas joni menyanggupi syarat itu asalkan mereka bisa bebas dari balik jeruji besi .

Setelah berbincang cukup lama dan pak kades meyakinkan mang parjo untuk bersikap tenang karena semua masalah sudah selesai akhir nya mereka semua berpamitan pulang . Bapak dan ibu mengantar pak kades dan yang lain nya sampai pekarangan
Belum juga lima belas menit berlalu mang parjo datang lagi ke rumah ku , dengan wajah kusut dan memendam amarah , ia mengeluh kepada bapak sesampai nya di rumah ia malah bertengkar hebat dengan istri nya dan sudah bulat akan menceraikan istri nya . Bapak berusaha menenangkan mang parjo dan menyuruh nya menginap saja di rumah kami untuk menjernihkan pikiran dan emosi nya .

" Sudah Jo ,,, sekarang kamu istirahat saja sana di kamar Risky ,,, kamu pasti lelah ,,, " ucap bapak menenangkan mang parjo .

" Ayoo Ky antarkan mang parjo ke kamar kamu buat istrihat ,,, "

Aku hanya mengangguk dan mempersilahkan mang parjo masuk ke dalam kamar ku .

" Sebentar mang ,,, aku beresin dulu kasur nya " ketika kami berdua sudah di kamar , mang parjo hanya diam duduk di pinggir kasur .

Aku hendak berlalu keluar kamar meninggalkan mang parjo agar ia bisa istirahat , tapi tiba tiba mang parjo menarik tangan ku .

" kunci pintu nya Ky ,,,, " Perintah nya dingin membuat ku bingung .

" Kamu jangan pergi ,,, kunci saja pintu nya ,,, " Titah nya lagi .

" Kliiik ,,,, "

Aku mengunci pintu kamar ku dan dengan cepat mang parjo menarik ku ke dalam pelukan nya .

" Ssshh mamang kangen bool kamu Ky ,,,, mamang pengen ngewe " Desah nya pelan sambil meremas remas pantat ku .

" Mang ,,, di luar ada bapak sama ibu ,,, takut ketahuan " Ingat ku dengan suara pelan .

" Kita main nya pelan pelan saja Ky ,,, jangan bersuara ,,, ssshhh mamang gak tahan pengen ngewe " jawab nya sambil melepaskan celana pendek ku .

" Tapi mang ,,, aku takut bapak sama ibu denger ,,, " Aku tetap berusaha menolak dengan perasaan campur aduk antara ingin dan takut .

BOCAH KAMPUNG ( JATI DIRI SEASON 1 )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang