Chapter Nine

30.3K 478 13

Reyhan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Reyhan

Nayna fern

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nayna fern

***
Tap "STAR" and comment here!!!

"Mona? Mona siapa?" Tanya Nayna menatap Reyhan.

Reyhan menatap Nayna juga, mereka saling bertatapan tak lama, Reyhan kembali meletakkan ponselnya ke atas nakas,
"Kok ga diangkat, Rey? Mona sekretarismu ya?" Tanya Nayna pelan

"Iya. Palingan barangku ada yang ketinggalan, udah biarin Aja. Yuk lanjut" Reyhan kembali menindih Nayna menggigit kecil telinga Nayna
"Ah, Reyhan. Angkat dulu, berisik banget mengganggu" Nayna menghindari serangan dari Reyhan.

"Aku ga mau angkat telfon dari dia, ga penting" Ucap Reyhan menolak "Mending aku angkat kamu aja" Reyhan kembali menciumi leher jenjang Nayna, Nayna tetap menghindari.

Tanpa banyak bicara, Nayna mengambil ponsel Reyhan yang terletak di atas nakas, lalu menggeser tombol hijau,
"Halo?" Sapa Nayna dengan nada kebingungan, di sebrang sana tidak ada suara sama sekali. Bahkan Nayna tidak mendengar suara nafas seseorang, seram.

Reyhan menatap Nayna dengan tatapan bingung, lalu ia berdiri dari posisinya,
"Sini, biar aku yang bicara" Pinta Reyhan, Nayna menuruti itu. Ia memberikannya ke Reyhan,
"Halo, Mona. Ada apa? Kenapa sangat mengganggu?!" Bentak Reyhan,

"Reyhan, tadi siapa? Jangan bilang itu istrimu??" Akhirnya Mona angkat bicara
"Kalau dia istriku, memangnya kenapa? Sudahlah berhenti mengganggu aktivitas kami" Reyhan mendengus kesal.

"Tunggu, aku mau bertanya aja nih,setelah itu aku ga akan ganggu kamu lagi. Kamu beneran mau pecat aku, Reyhan?" Terdengar samar suara bergetar dari Mona,
"Iya, segera. Mungkin besok aku akan menangani surat pemecatanmu" Ucao Reyhan lantang.

DesahanBaca cerita ini secara GRATIS!