9

927 147 12

Krystal mencoba bercerita kepada jaehyun tentang kejadian yang baru dialaminya

"Jadi kau benar2 tidur bersama orang itu tal?" Tanya jaehyun "aku tidak tidur bersamanya je hanya saja-" ucapan krystal terpotong karena jaehyun sudah memukul krystal dengan buku yang dipegangnya "kya...!! Berhenti lah memukulku" protes krystal "kau itu bodoh atau apa? Kau bisa saja kabur setelah aku pergi, dengan begitu aku mendapat uangnya dan kau tidak di rugikan ish... aku tidak menyangka kau dengan mudah sukarela berbagi kamar" omel jaehyun

"Ini tidak seperti yang kau bayangkan aku hanya tidur bersama tidak melakulan apapun "apa bedanya itu sama saja tidur bersama, berhentilah mengelak dan lanjutkan critamu tadi" ucap jaehyun emosi "aku tidak mau mencritakannya lagi jika kau terus saja memaraihku"  jaehyun pun mencoba tenang "baiklah aku tidak marah lagi, lnjutkan critamu" ucap jaehyun lebih tenang

"setelah itu.. aku ketahuan tidur bersama dengan sajangnim dan orang itu chanyeol, chanyeol melihatku aku sangat malu jaehyunna" rengek krystal meratapi nasibnya "dia menyebalkan bukan? Aku tau perasaan mu dia pengganggu moment manis kalian kan?" Sela jaehyun tersenyum paksa "ish... bisa tidak kau tidak menyebalkan...!! Teriak krystal emosi

"Lalu apa yang terjadi?" Tanya jaehyun "aku menangis karena aku terlalu malu menunjukan wajahku pada chanyeol, dan kau tau sajangnim menganggapku menyukai chanyeol aku begitu emosi dengannya bagaimana bisa dia berfikir aku menyukai chanyeol hanya karena aku menangis" jaehyun hanya mengangguk2 kepalanya mngerti "chanyeol, kau menyukainya? Bukankah dia yang bertelinga lebar itu, bahkan kau bisa menggantungkan dua cangkir gelas di telinganya" saut jaehyun


"bagaimana bisa kau berfikiran sama sepertinya, mana mungkin aku menyukai chanyeol aku hanya terlalu kesal padanya dan aku meng iya kan pertanyaan konyol itu dan bisakah kau berhenti menghina orang? Omel krystal "baiklah apapun itu, kapan bosmu menikahimu?" Tanya jaehyun "apanya yang menikah.. bocah sinting sebaiknya kau pergi dari sini, kau membuatku ingin memakan orang" ucap krystal emosi

"dia sudah menidurimu... kau yang tak waras krystal.. cepat minta dia menikahimu" sela jaehyun lalu mengambil minum "jika aku menikah.. bagaimana denganmu? Kau akan sendiri bukan? Aku tidak akan meninggalkanmu" ucapan krystal membuat jaehyun menghentikan aktivitasnya sesaat lalu menatap jaehyun "bicara apa kau? Aku bukan anak kecil lagi krystal.. aku bosan hidup dnganmu selama ini" jawab jaehyun senyum lalu melemparkan handuknya dan pergi


SKIP


Krystal pun pergi ke rumah sakit untuk mengambil keperluan medis "apa yang kau lakukan disini" ucap dokter lee namun krystal masih melamun "hey... kau mendengarku tidak" selanya lagi membuat krystal terkejut "ahhh.. iya dokter lee bagaimana?" Jawab krystal "untuk apa kau kemari?" Tanyanya lagi "ahhh ini aku perlu beberapa vitamin dan alat medis lainnya untuk sajangnim, aku hanya mengisi waktu liburku hehe" jawab krystal


"Chanyeol bilang padaku dia akan pergi denganmu.." krystal hanya tersenyum kikuk "benarkah?? Dimana bocah itu dia tidak membuat janji padaku, sebaiknya aku menemuinya setelah ini" bual krystal lalu pergi


Krystal kembali merenung di kursi tunggu pasien "bagaimana jika suatu saat aku menikah? Bagaimana jaehyun bisa hidup tanpaku, ayah , ibu aku merindukan kalian disana. Bagaimanapun jaehyun akan terpukul jika aku meninggalkannya, lalu kenapa aku tiba2 seperti ini? Apa yang kau pikirkan krystal kenapa kau memikirkan pernikahan" batin krystal.

"Ohhh jadi dia yang menjadi dokter pribadi sajangnim??" Ucap seseorang membuyarkan lamunan krystal karena kedatangan dokter mina "ah... selamat pagi dok" sapa krystal "jujur saja? Kau menggodanya bukan?" "Maksud dokter?? Saya menggoda sajangnim?" Ulang krystal kesal "tentu.. hanya itu yang bisa kau lakukan bukan? Kau miskin dan kau menghidupi adikmu saat ini untuk tidak heran kau incar harta sajangnim" ucap dokter mina tersenyum miris

"Dok.. apa kau membuang waktumu hanya untuk menunjukan sifat dengkimu seperti ini?" Sela sehun membuat krystal dan dokter mina terkejut "ahhh saya hanya menyapa dokter jung sebentar" jawab dokter mina "jangan membuat alasan yang semakin membuatku kesal dokter mina, aku mendengarnya" jawab sehun jengkel


Krystal pun mencoba menenangkan situasi "bagaimana sajangnim?? Ada yang anda butuh kan? Anda bisa menelponku tidak perlu kemari" ucap krystal, sehun kembali menatap krystal "kau yakin menganggkat telfonku setelah kejadian tadi? Kau bisa menjamin itu? Maka dari itu aku kemari" ucap sehun, membuat krystal sedikit khawatir membahas kejadian tadi di depan dokter mina "ah... sebaiknya kita membahasnya di lain tepat sajangnim? Anda sudah sarapan?" Krystal mencoba mengalihkan topik dan memberi kode pada sehun agar pergi "kau siapa memerintahku ini itu dan pergi seenaknya" balas sehun menohok melihat kode mata krystal, krystal hanya menghela nafas agar lebih sabar menghadapi bosnya itu


"Aku menunggu selama ini dan kau tidak mengucapkan kata maaf pada dokter jung??" Ucap sehun menatap dokter mina kesal "maksud sajangnim?? Saya harus minta maaf? Untuk apa" jawab mina tidak terima "apa kau tidak punya malu dokter mina?? Benar2 aku tidak menyangka kau masih bersikap seperti ini, sekertaris jang.. aku tidak mau dokter sepertinya ada disini" ucap sehun membuat krystal, dokter mina dan lainnya terkejut



"Maksud anda apa sajangnim? Anda tidak bisa seenaknya seperti itu, setelah aku berusaha keras untuk rumah sakit dan anda memecatku hanya karena wanita penggoda ini" protes dokter mina emosi "bagaimana bisa aku masih memperkerjakan dokter sepertimu dirumah sakit ini" ucap sehun lalu pergi meninggal kan krystal dan dokter mina



"Dia dalam mood yang buruk dokter mina.. aku akan mencoba berbicara dengannya" ucap krystal merasa bersalah "kau puas huh? Lihat saja nanti kau akan menerima pembalasan dariku" ucap dokter mina emosi lalu pergi




"Drttt... drtt....drrtttt..."


Ponsel sehun berbunyi "tuan.. sepertinya anda melupakan janji dengan tuan suho" sehun hanya memijat pelipisnya "aku akan kembali ke kantor 5 menit lagi" jawab sehun lalu menutup telfonya "apa ada yang anda pikirkan akhir2 ini sajangnim? Anda menjadi sering telat dan pelupa" ucap sekertaris jang membuat sehun menatap horor sekertaris jang "tentu aku juga manusia bukan? Akhir2 ini aku terlalu melibatkan diri dengan urusan dokter jung" keluh sehun membuat sekertaris jang tertawa




"Apa yang kau tertawakan??" Selidik sehun kesal "anda menyukai dokter jung sajangnim.." goda sekertaris jang "apa pekerjaan ini sangat membosankan bagimu sampai kau membuat lelucon seperti ini?" Bela sehun "lalu apa yang anda lakukan disini sajangnim kunjungan tanpa alasan bukan style anda bukan? Goda sekertaris jang semakin menjadi jadi "berhenti berbicara sekertaris park.. kau bukan seperti anak kecil lagi, kemarikan kunci mobilnya aku akan pergi sendiri" ucap sehun jengkel





"Bukannya dia yang terlihat lugu dan seperti anak kecil saat ini hhihihi" gerutu sekertaris jang melihat sehun pergi

















Tbc




Maksih yg udh vote dan commentnya 😄

Mr. Oh SehunBaca cerita ini secara GRATIS!