3. Insiden di Lift

35.7K 2.8K 30

Hari pertama mulai bekerja, Lily begitu ceria berjalan melewati belantara gedung-gedung pencakar langit bergengsi di kawasan Kuningan. Semalam ia berbaring dengan mata nyalang, tapi bibirnya tersenyum tanpa sadar. Hatinya berbuncah gembira tak sabar menanti pagi segera tiba. Ia sudah mulai mengkhayalkan suasana kantor sedari naik Transjakarta menuju gedung GE, sampai tak sadar kalau ia melewati dua halte. 

Lily melangkah masuk dengan riang. Kakinya setengah melompat saat melewati pintu yang membuka secara otomatis, membuat ia segera menjadi bahan lirikan sesama karyawan. Tapi kepala Lily sedang dipenuhi rencana menghadapi suasana di kantor barunya. Ia sudah menyusun kata-kata sapaan, perkenalan bahkan menghafal beberapa cafe yang berada di sekitar gedung.

Lily ingin menikmati dunia kerja yang baru. Dengan pekerjaan yang ia jamin pasti takkan seperti pekerjaan lamanya. Memang sama-sama jadi sekretaris. Bedanya, Lily tak lagi bekerja dengan seorang pria botak yang genit, ia hanya harus menghadapi Boss galak yang menyebalkan. Ini sih tak masalah. Toh Lily bisa sangat menyebalkan jika ia mau. Semua itu tak masalah. Ia bisa berkompromi, selama ia kembali menerima transferan gaji bulanan yang kini bahkan jauh lebih besar.

Bayangan gaji besar di akhir bulan inilah yang membuat Lily ikhlas memamerkan senyumnya ke semua orang yang berpapasan dengannya sepanjang jalan. Tak lagi perlu mengemis pada Emak yang super duper pelit, atau setengah mati merayu Ayah dan tak perlu menahan diri agar tidak membalas ledekan si Bang Jay jahil itu hanya demi mengisi dompet untuk keperluan sehari-hari. Lily lelah... lelah jadi objek kemalangan di rumah!

Lily itu sebenarnya heran sama keluarganya sendiri. Emak itu, meski seorang ratu rumah tangga sejati, tapi ia punya semua jenis bisnis yang bahkan tak terpikir oleh Lily. Semua yang berhubungan dengan uang, hidung bisnis Emak bekerja secara natural. Kelihaiannya memanfaatkan peluang apapun yang lewat di depannya, ditunjang dengan bakat seni luar biasa terutama saat menggunakan selera tinggi dan tangannya yang terampil, Emak mengubah sesuatu yang tak dipandang sebelah mata menjadi sesuatu yang menguntungkan.

Suatu ketika Lily sekeluarga berlibur keluar negeri, Emak memotret aneka jenis pernak-pernik dan seperti kebanyakan ibu-ibu zaman now, ia meng-upload ke Instagram-nya. Hasilnya, Emak membawar sekoper pesanan pernak-pernik titipan dari para follower-nya. Ternyata peminat pernak-pernik unik itu sangat banyak, Emak pun mencari pengrajin dan membuat pernak-pernik yang sama berkhas budaya Indonesia. Melalui sebuah marketplace, Emak membuat toko oleh-oleh unik yang mendunia.

Lalu, satu hari ada asisten rumah tangga baru di rumah mereka, yang kebetulan pandai memasak aneka masakan Sunda. Ketika ada acara keluarga, banyak teman-teman Emak yang juga menyukai masakan ART di rumah mereka. Otak bisnis Emak kembali bekerja, ia memanfaatkan tanah kosong tak jauh dari rumah dan membangun sebuah rumah bergaya rumah tradisi Sunda, lengkap dengan taman bambu, kolam ikan dan bale-bale. Kini restoran khas Sunda itu menjadi salah satu restoran ramai dengan para wisatawan.

Bahkan kemampuan Emak berbahasa Inggris pun ia manfaatkan dengan menawarkan jasa menerjemahkan artikel-artikel bebas. Tadinya Lily dan Bang Jay tertawa saat mendengar tarif Emak, sedangkan raut wajah Ayah lebih seperti prihatin. Ya masak Emak bersedia hanya dibayar 15.000/artikel? Murah sekali!

Tapi Emak bilang, ia melakukannya karena suka. Dan karena sudah terbiasa, Emak bisa menyelesaikan 10 artikel dalam satu jam! Dalam sepuluh hari bekerja saja, pendapatan Emak melebihi gaji Lily saat itu. Saat Emak memamerkan uang masuk ke rekeningnya, Lily, Ayah dan Bang Jay hanya bisa menatap tak percaya.

Ayah sendiri sudah lama tak bekerja. Ayah memilih mengelola sebuah hotel bintang 4 di kawasan Puncak. Selain itu, Ayah juga memiliki kebun teh yang ia manajeri sendiri. Kadang-kadang Ayah ikut membantu beberapa proyek teman-temannya. Selebihnya, Ayah lebih banyak di rumah, menemani Emak manja yang jarang sekali keluar rumah kecuali urusan bisnis. 

Boss Galak  & Sekretaris Badung [TAMAT]Baca cerita ini secara GRATIS!