16.

7K 267 0

Pagi telah tiba dan menunjukkan pukul 05.00 pagi. Aurel dan kafka masi terlelap didalam mimpinya,sampai pada akhirnya bunyi dering handphone Aurel membangunkannya.

Tringg Tringg

dengan kesal aurel mengambil hp diatas meja disamping tempat tidurnya

"halo?"ucap aurel dengan nada dingin

"Aurel? kamu udah bangun?"ucap bunda dengan nada khawatir

"iya,udah bunda. kenapa bunda nelfon?"tanya aurel sambil mengucek ngucek matanya

"kamu hari ini gausa sekolah dulu ya rel,bunda sama ayah udah tau semuanya. kamu tau?didepan gerbang sekolah,ada banyak sekali wartawan"ucap bunda yang membuat aurel kaget

"HAH?!"teriak aurel kaget yang membangunkan kafka

"iya,kamu gausa masuk dulu ya. takutnya kamu diapa2in gt sama murid2 bunda gamau kamu kenapa kenapa"ucap bunda lembut

"tapi bunda--"ucap aurel terpotong

""gada tapi tapian"ucap bunda dingin

"iya bunda iya"ucap aurel pasrah

"yauda,kamu jangan lupa sarapan ya,bilangin ke kafka juga.jangan masuk sekolah dulu"ucap bunda dengan nada khawatir

"iya bunda,yauda aurel sarapan dulu. aurel tutup ya"ucap aurel dan langsung memutuskan panggilannya.

"loh kok lo bangun?"kaget aurel saat melihat kafka sudah terbangun dari tidurnya

"teriakan lo itu bikin gue panik"ucap kafka kesal

"yeu,maaf. abisnya bunda ngasi info yg buat gue kaget,masa iya didepan gerbang sekolah banyak wartawan?!"ucap aurel takhabis fikir

"serius lo?!"tanya kafka takpercaya

"iya serius gue,kata bunda kita jangan masuk dulu. tunggu uda tenang tenang dikit,baru kita masuk"ucap aurel dan diangguki kafka

"ah lo si,siapa suruh juga lo jadi CEO trs ngehadirin rapat"ucap kafka sambil menarik selimutnya dan tidur kembali

"gue masi ngantuk ya kaf,jangan buat gue kesel"ucap aurel dan ikut tertidur disebelah kafka

~~~~~~~~~~

sekarang sudah jam 08.00, Aurel sedang menyiram tanaman yang berada diteras rumahnya

"Pagi non"ucap kang asep tersenyum

"eh kang asep,pagi juga"ucap aurel tersenyum dan mengecilkan semprotan airnya

"sini non,biar saya aja yang siram tanamannya,disitu licin non nanti jatuh"ucap kang asep mendekati Aurel

"eh gausa kang,aurel bisa kok. saya minta tolong kang asep buat nyuci mobil saya bisa ga?"ucap aurel minta tolong

"oh bisa non,tapi sabunnya abis non. saya beli dulu ya didepan"ucap kang asep dan diangguki aurel

"KAFKAAA!"teriak aurel
"KAFKAA,BANGUN LO UDAH SIANG NI"teriak aurel dan langsung diteriaki balik oleh kafka

"HEH GENDUT,SANTAI AJA DONG. INI BUKAN HUTAN JD GAUSA TERIAK TERIAK"ucap kafka kesal,aurel yang mendengarnya hanya memutar malas matanya

"yauda,lo bantuin gue sini nyiramin tanaman. gue mau kedapur bentar"ucap aurel menyodorkan selang airnya

"ah rese lo,gue baru bangun juga"ucap kafka sambil berjalan malas kearah aurel

"gausa banyak bacot. kerjain cepet"ucap aurel pergi meningalkan kafka

Awas aja tu bocah ya,lama lama gue jadiin rendang dagingnya,batin kafka

Dilain Tempat.

"sosis udah,bakso udah,sawi udah,ok complete, eh belum. cabenya kurang,diiris lagi dong"gumam aurel sambil mengambil pisau

saat mengiris iris tipis cabenya, tangan aurel terkena pisau dan berdarah

"Awww"ringis aurel dan didengar oleh kafka

kafka pun menghampiri aurel yang sedang memegang jarinya

"kenapa lo?"ucap kafka panik dan melihat kejari aurel yang berdarah

"sini tanganlo"kafka menarik tangan aurel dengan lembut dan di cuci bersih oleh kafka

"aww perih"ringis aurel

"lo si,bukannya hati hati juga."tegur kafka

"ya kan gue gasengaja"ucap aurel menunduk

"lain kali lo hati hati"ucap kafka

"iya"jawab aurel cuek

"gada iya iya,sempat gue liat lagi lo kaya gini. liat aja lo ya"ucap kafka menantang

"kok lo jadi marahin gue?!"ucap aurel takterima

"gue gamarahin lo,gue cuman khawatir sama lo"ucap kafka dan membuat aurel diam

aurel merasa jantungnya sedang berdisko saat ini. saat berada didekat kafka,aurel selalu merasa seperti ini

Haduh,kok gue jadi deg deg an gini si,batin aurel

"heh! kok lo ngelamun?"ucap kafka mendekatkan wajahnya dengan wajah aurel

"paansi lo"ucap aure, tanpa diketahuinya pipi aurel sudah memerah dan memanas

"kok lo blushing? oh jangan jangan lo pasti baper kan karna gue khawatirin lo"ucap kafka dengan pedenya

"sok tau lo"ucap aurel kesal

"trs kalau ga,ngapain lo blushing?"ucap kafka dan membuat aurel bungkam dan tak tau harus berkata apa

"tuh kan lo gabisa jawab itu arti ya lo baper ama gue,CIEE BLUSHING CIEE"goda kafka menoel noel pipi aurel

"rese lo"ucap aurel dan langsung pergi meninggalkan kafka didapur

kok gue jadi gabisa ngelawan dia si tadi ah bego, batin aurel

kok gue jadi ikutan deg deg an gini ya?,niat gue pengen ngerjain dia,kenapa jadinya gue yang ngerasa aneh,batin kafka

SELAMAT MEMBACA!
JANGAN LUPA VOTE YA!
ILOVEU!

maafin ya kalau ceritanya ini gajelas,banyak typo,bertele tele,ganyambung,dan sebagainya. kalau kalian
punya saran. kalian bisa kok komen dibawah ini!

terima kasih!

 MY EVERYTHINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang