28. Emak VS Boss Galak

21.2K 2.3K 54

Setelah susah payah menggendong Lily di punggungnya, akhirnya mereka sampai di puncak tertinggi eh... halaman yang datar. Ajie berusaha keras agar nafasnya yang terengah-engah tak sampai terdengar. Tapi itu sulit sekali.

Konyolnya, gadis itu menghitung ke-25 anak tangga dengan santai. Mengejek saat Ajie berhenti sebentar untuk mengambil nafas. Ajie harus berusaha agar tangannya tidak mencubit paha manusia yang sedang digendongnya.

Kebun indah penuh dengan bunga mawar yang didominasi warna pink dan putih menyambut keduanya saat pintu pagar kayu hitam dibuka. Sejauh mata memandang hanya terlihat bunga-bunga mawar yang mekar. Pemandangan indah nan cantik itu membuat Ajie sejenak melupakan punggungnya yang mulai terasa sakit.

"Wow!" decak Ajie kagum

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Wow!" decak Ajie kagum. "Kita harus menikah di sini, Li!"

Punggung Lily tegang. Andai bisa mematahkan salah satu batang mawar Emak dan menusukkan duri-durinya ke daging orang ini, mungkin Lily akan melakukan. Tapi bukan berarti Lily kehilangan akal membuat si boss sadar diri. Dengan gemas, gigi Lily menancap ke bahu Ajie.

"Aaw! Sakit, Li!" Susah payah Ajie menjaga keseimbangan begitu rasa sakit menyerbu pundak kanannya. "Entar saya tetanus gara-gara kamu, tahu!"

"Biarin! Habis dari tadi bilang istri saya, istri saya terus, sekarang soal nikah segala. Kalo orangtua Lily denger terus salah paham, gimana?" cetus Lily judes.

"Ya biar saja. Biar kita nikah aja!" selak Ajie tak mau kalah.

"Enak aja! Siapa yang mau sama Bapak?" Lily bergoyang-goyang hingga tubuh Ajie juga ikut terayun ke kanan kiri. Gadis itu nyaris menggigit telinga Ajie saat Emak keluar dengan wajah bingung dari balik pintu rumah.

"Oooh ya Allah, Lily!" Seorang wanita bertubuh gemuk tapi mungil itu menyongsong Lily tergopoh-gopoh, memperhatikan kaki putrinya yang terbebat perban coklat.

"Ini kenapa, Li? Kamu diapain sama bos galak kamu? Kata Tiar, kamu kerja dulu baru ke sini. Loh ini kok pulangnya malah begini? Kok begini sih? Boss kamu benar-benar galak ya!" cecar Emak setengah menangis sambil menyentuh kaki putri satu-satunya itu.

Ajie membatu. Bos galak? Apa maksudnya itu dia?

Lily juga terdiam. Tak tahu bagaimana caranya memberitahu Emak bahwa boss galak-nya itu ada di depan mereka.

Jadi selama ini, setiap kali pulang ke rumah, layaknya hubungan anak dan orangtua, Lily juga sering curhat ke Emak dan Ayah soal Ajie. Ia tak menyebut namanya sama sekali. Ia memanggilnya 'Boss Galak' saat bercerita. Emak yang tak tahu apa-apa pun selalu menyebutnya seperti itu. Begitupun Ayah, yang tahu paling akhir. Mereka tak pernah mengenal namanya, hanya memberi julukan 'Boss Galak'.

"Ayo! Ayo! Masuk saja langsung ke dalam! Tolong ya Mas!" pinta Emak sembari mengelus-elus punggung Lily yang masih digendong. Ajie bergerak lagi. Masuk masih sambil membawa nona mungilnya.

Boss Galak  & Sekretaris Badung [TAMAT]Baca cerita ini secara GRATIS!