[19] He's Back!

79 4 1

"Dio!!! Dio oppa!!!"


Ingatannya baru saja melayang jauh ke belakang. Kembali teringat akan kenangan masa remajanya yang indah sekaligus menyedihkan. Tak peduli sudah berapa kali ia coba memaafkan, namun rasanya tetap sama. Tak ada yang berubah, hatinya masih terluka. Sebuah maaf bahkan tak cukup untuk mengobatinya. Ia pikir luka itu mungkin sudah terlalu dalam dan sudah terlalu lama membekas untuk diobati.

Dadanya mendadak sesak. Ah, perasaan seperti datang lagi. Serin sungguh membenci perasaan seperti ini lebih dari apapun. Cara terbaik untuk menghindari kenangan pahit adalah dengan pergi sejauh mungkin darinya.

BRUK!

Serin segera mendorong tubuh lelaki itu dan nyaris saja berhasil kabur sebelum pergelangan tangannya keburu disambar lelaki itu.

"Tunggu!" suara berat yang keluar dari mulut lelaki itu membuat Serin merinding. Ia bahkan tidak bisa percaya bahwa ia akhirnya mendengar suara itu lagi setelah bertahun-tahun lamanya. Suara yang dulu pernah disukainya.

Do Kyungsoo.

Tiba-tiba dunia berubah hening selama beberapa detik.

"Sudah lama ya, Oh Serin."

"Ha." Serin tersenyum sinis merespon kalimat itu. Berani-beraninya si brengsek ini muncul di depan wajahnya lagi setelah bertahun-tahun menghilang dan bersikap seolah tak ada yang terjadi.

"Bagaimana kabarmu?" tanya Kyungsoo memamerkan sebuah senyuman yang dulu sangat digemarinya.

"Siapa ya? Aku tidak kenal."

Serin segera memutar balik tubuhnya dan ingin sesegera mungkin pergi menghindari lelaki ini. Ia kira Kyungsoo akan diam saja dan tidak akan mengejarnya karena penggemarnya masih berputar-putar mencarinya, namun ternyata lelaki itu dengan berani kembali menangkap tangannya.

"Ayo kita bicara."

"Tak ada yang perlu dibicarakan."

"Ada sesuatu yang harus kujelaskan padamu."

Jelaskan katanya? Apakah ia tahu sudah berapa lama sejak terakhir kali mereka bertemu? Apakah hal yang ingin dijelaskannya masih penting buat Serin? Tidak, bahkan gadis itu sudah memutuskan untuk tidak ingin mengenal Kyungsoo lagi sejak ia memulai debutnya. Hubungan mereka berakhir begitu saja tanpa pernah ada sempat mengucapkan kata berpisah. Tidak, bahkan sebenarnya mereka sama sekali tidak pernah ada keinginan untuk berpisah. Tapi memangnya siapa yang sudah membuat keadaannya jadi seperti ini? Bukan Serin, bukan orang lain, tapi Kyungsoo. Ia sendiri yang tiba-tiba pergi dan memutuskan hubungan begitu saja. Jika memang itu yang diinginkannya, Serin bisa saja langsung pergi. Tapi caranya salah, Serin merasa seperti diggantung, seolah-olah Kyungsoo masih memberikan harapan padanya bahwa hubungan mereka akan baik-baik saja. Namun kenyataannya, Kyungsoo malah merusak segalanya. Ialah yang seharusnya disalahkan atas semua rasa sakit yang ditanggung Serin selama ini.

"Maaf, Dio-ssi, aku tidak mengenalmu, jadi lebih baik kau kabur secepatnya sebelum penggemarmu yang banyak itu memergokimu di sini." panggilan 'Dio-ssi' yang diucapkan Serin sudah jelas merupakan sarkasme bukan?

Kyungsoo tertawa pelan. "Dio-ssi?"

"Ya, Dio-ssi. Jangan berbicara seolah kita saling mengenal, jebal nagajuseyo." Serin mengangkat tangannya ke samping seolah mengisyaratkan agar Kyungsoo segera enyah dari pandangannya. "Kalau kau tidak mau pergi, biar aku yang akan pergi." Serin langsung melangkah tanpa ingin mendengar jawaban Kyungsoo.

"Aku rindu padamu."

Suara Kyungsoo sukses membuat Serin menghentikan langkahnya. Ia sempat ragu dan mematung sesaat sebelum dirinya benar-benar pergi meninggalkan lelaki itu. Namun ia harus cepat-cepat pergi sebelum hatinya goyah lagi.

Universe in His EyesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang