Chapter Eight

32.4K 528 18

Nayna pusing ngeliat dua manusia sedang bertengkar (hayo siapa ya)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nayna pusing ngeliat dua manusia sedang bertengkar (hayo siapa ya)

#sebelumnya,

Reyhan menatap wajah Mona sangat dekat, jarak mereka sangat dekat. Mona berusaha menjinjit agar tingginya sama dengan Reyhan.

Reyhan mengerjapkan matanya, berusaha mengembalikan pikirannya. Ia mendorong kecil tubuh Mona, akhirnya jarak mereka tidak sedekat tadi.

"Kenapa kau menghindar? Padahal tadi kita hampir bercumbu! Reyhan, aku ingin merasakan bibir manismu itu" Omel Mona.
"Aku akan pecat kau, segera" Reyhan merapikan dasinya, baru saja ingin keluar ruangan Mona berteriak sangat kencang.

"HAH? MEMECATKU? APA? AKU TIDAK DENGAR!" Teriak Mona,
"Tolong jangan berteriak, bersikaplah layaknya seorang sekretaris yang pantas!" Reyhan menatap tajam mata milik Mona.

"Dengan tatapan mu yang seperti itu, aku tidak pernah takut! Jangan berani mencoba mengancamku dengan alasan memecatku" Mona kini melangkah mendekat kearah Reyhan.

Reyhan diam di tempat, Mona mendekatkan wajahnya, sehingga lagi-lagi wajah mereka saling berdekatan,
"Ingat, Reyhan. Kau dulu menyukai bentuk tubuhku bukan?" Mona menyeringai kecil.

"Sekarang, rasakanlah. Gratis untukmu" Mona memejamkan matanya, Reyhan membuang tatapan nya ke sembarang arah,

"Berhenti menjadi pelacur" Ucap tajam Reyhan.
"Hah? Pelacur? Oh, pelacur. Iya! Pelacur ini lah yang akan memuaskan dirimu nantinya, dan kau akan ketagihan. Ingat, milik Nayna tidak sebesar milikku. Lihat milikku alami, ini besar alami. Jika kau genggam akan pas di tanganmu" Mona menarik tangan Reyhan.

Mengarahkan kearah payudaranya, dengan secepat kilat Reyhan menepis tangan Mona kasar,
"Maafkan aku jika aku kasar terhadap wanita" Ucap Reyhan dalam hati.
"Huh, dingin seperti es batu! Padahal tadi kita hampir saja menyentuh satu sama lain, Reyhan" Mona menunjukkan wajah kekecewaannya.

Jadi, seperti itulah yang mereka berdua lakukan di dalam ruang kerja Reyhan.

***

Reyhan berjalan menuju sofa, lalu duduk di salah satu sofa,
"Sorry, Bro. Nayna udah milik gue" Ucap Reyhan.

Sean yang mendengar itu, hanya tersenyum meremehkan.
"Tujuan gue kesini bukan membuat keributan di rumah tangga seseorang gue cuma rindu dengan Nayna. Teman SMA sekaligus istri-milik-lo yang paling lo sayangi" Jelas Sean.

"Benar? Haha, oke" Reyhan melirik Nayna sebentar,
"Kapan nikah?" Tanya Reyhan kepada Sean,

Jleb...
Sean tersenyum penuh arti,
"Kapan-kapan kalau gue udah cocok sama salah satu wanita di dunia ini!" Sean tampaknya tersinggung. Ingin sesekali Sean melontarkan satu pertanyaan ke Reyhan sekarang, tetapi ia tahu kondisi saat ini, tidak tepat.

DesahanBaca cerita ini secara GRATIS!