[18] He Never Said Goodbye

79 4 0

Kyungsoo mengelap seluruh sudut rumah untuk yang ke sekian kalinya. Hari ini Serin akan datang ke rumah dan mereka akan menghabiskan waktu bersama dalam rangka hari jadi mereka yang kedua ratus. Awalnya mereka berencana untuk pergi ke taman hiburan, namun cuaca hari ini tidak begitu bagus. Hujan turun deras sejak tadi malam. Di luar begitu dingin dan langit terlihat gelap. Kyungsoo jadi agak sedikit khawatir dengan Serin yang pergi sendirian menuju rumahnya. Ia pun akhirnya memutuskan untuk mengiriminya pesan singkat.

Kyungsoo : 'Di luar hujan dan sedikit berangin. Apa kau tidak apa-apa ke sini sendirian? Mau kujemput saja?'

Serin : 'Aku baik-baik saja, tapi kalau kau memaksa untuk menjemput ya tidak apa-apa ^^'

Serin : 'Bercanda. Aku akan mengirim pesan jika sudah sampai di halte bus dekat rumahmu.'

Kyungsoo tersenyum lalu menaruh ponselnya kembali di meja. Ia kembali mengelilingi seluruh rumah dan memastikan tiap incinya sudah bersih. Walaupun ia tinggal sendirian, Kyungsoo sangat telaten dan selalu menjaga kebersihan rumahnya. Meskipun hari ini ia harus bekerja sedikit lebih keras membersihkannya karena belakangan ini ia jarang di rumah dan tidak punya cukup waktu untuk bersih-bersih sebab ia lebih sering berada di agensi dibanding rumahnya sendiri.

Sebenarnya hari ini Kyungsoo sudah izin ke staff bahwa ia tidak akan datang ke agensi. Padahal hari ini seharusnya ia menghabiskan seluruh waktu di agensi untuk rekaman dan lain-lain hal untuk persiapan debutnya. Tapi tidak untuk hari ini.

Kyungsoo menatapi bingkai foto dirinya bersama kakak laki-lakinya yang terpajang di atas meja.

"Hyung, aku rindu."

Mendadak Kyungsoo merasa kesepian. Ia memandangi seluruh sudut rumahnya. Sepertinya rumah ini akan segera ditinggalkan begitu Kyungsoo sudah memulai debutnya. Setelah itu mungkin ia akan pindah ke asrama yang sudah disiapkan oleh perusahaan atau mungkin pulang ke rumah orang tuanya saja. Rumah orang tua Kyungsoo tidak begitu jauh dari Seoul sehingga memungkinkan baginya untuk bolak-balik jika sedang waktu promosi. Tapi kemungkinan besar ia hanya akan tinggal di asrama bersama manajernya.

Kyungsoo tertawa dalam hati. Menyadari dirinya yang benar-benar akan jadi penyanyi membuatnya tidak percaya akan nasibnya sendiri. Padahal setahun yang lalu, Kyungsoo hanya berencana untuk belajar dengan giat untuk ujian masuk universitas. Namun kenyataannya ia kini bahkan tak sempat belajar dengan benar karena sudah lelah duluan setelah latihan sampai larut malam.

Kyungsoo mengambil selembar kertas dan pena dari meja belajarnya. Di hari seperti ini ia justru malah merindukan kakaknya yang sedang melaksanakan tugas militer. Ah, jadi begini rasanya terkena sindrom musim dingin.

Hyung, bagaimana kabarmu? Entah kenapa aku rindu padamu, hehe. Kau baik-baik saja di sana? Aku baik-baik saja, tapi rumah sangat sepi tanpamu. Rasanya aku ingin sekali kembali ke rumah Ayah dan Ibu, tapi aku selalu menahan diri karena aku masih harus sekolah di sini. Hyung, hari ini adalah hari jadi yang ke-200 dengan pacarku. Aku sungguh tidak menyangka bahwa kami bisa bertahan sampai sejauh ini, padahal kami sangat berbeda. Aku kagum dengannya karena masih mau denganku walau aku sudah menyakitinya. Aku sangat mencintainya. Nanti akan kukenalkan padanya setelah kau keluar dari militer ^^ Oh iya, aku baru saja menandatangani kontrak dengan SM. Sepertinya aku benar-benar akan segera debut. Nanti kau akan sering melihatku di TV, haha. Doakan aku agar segalanya berjalan dengan lancar. Musim dingin hampir tiba, jadi jagalah tubuhmu agar tetap hangat. Cepat pulang, aku merindukanmu.

Dari adik kesayanganmu, Do Kyungsoo.

Kyungsoo melipat surat itu dan memasukkannya ke amplop. Besok ia akan mengirimkan surat itu ke markas tempat kakaknya menjalani wajib militer.

Universe in His EyesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang