▐ ACT. 01 : Alamort

30.4K 2.3K 134
                                                  

Pertemuan kami berlangsung selama dua pekan. Sebanyak hampir empat belas hari mengisi kepingan memori bersama di dalam sebuah kotak kayu yang semula kosong. Taehyung meletakkan banyak perasaannya di dalam sana, ada rasa cinta, benci, kekecewaan, kebahagiaan, semuanya, segalanya. Pun begitu denganku, aku meletakkan milikku bersama milik Taehyung. Satu di atas satu, sama tinggi, sama banyak, bahkan jika kami bisa mengeluarkan isinya, menghitung dalam malam yang panjang bersama kepingan ingatan tentang masa lalu yang menyenangkan, mungkin kami kehabisan banyak waktu dalam hidup untuk menyelesaikan setiap bagian di dalam isinya.

Taehyung memiliki sepertiga dari kemarahan di dalamnya, hanya hal ini yang mungkin tidak kuketahui. Sepertiga waktu yang dia isi dalam kebohongan. Taehyung mengatakan bahwa sepertiga yang ia letakkan adalah rasa cintanya, tetapi aku lupa menyadari bahwa perasaan manusia tidak mudah untuk ditebak.

Mulut berbohong yang berarti adalah kematian pertama dari rasa cinta.

Tetapi selama Taehyung tetap berada di sisiku, selama ia masih berusaha mengisi kotak cerita kami, aku percaya bahwa ia tidak memiliki sedikit pun pemikiran gila seperti apa yang aku takutkan. Aku hanya mencoba menerka, mungkin sepertiga bagian itu adalah miliknya yang disebut kekecewaan. Untuk keterlambatanku menyadari bagaimana lelah dirinya, untuk ketidakpedulianku tentang rasa lelahnya, untuk kebenciannya pada diri sendiri karena mencintaiku sebanyak ini. Ya. Itu mungkin berisi kelemahanku padanya.

Aku tahu kehidupan Kim Taehyung tidak berbeda dari manusia pada umumnya. Selain bernapas dan terlelap, dia juga bekerja, memandang musim dingin dengan jenuh, membayangkan musim panas yang mungkin akan sering datang. Aku hanya lagi-lagi melupakan fakta bahwa musim panas yang dia maksud adalah diriku.

Musim dinginnya kian panjang, aku sebagai musim panasnya datang lebih terlambat dari perkiraan, membuat Taehyung jenuh. Menunggu di bawah pemanas ruangan, bersama perasaan yang mati pada beberapa tempat. Menggelap berwarna abu-abu pekat.

Kulitnya cokelat. Bukan karena terlalu sering terbakar matahari, tetapi karena ada aku disisinya. Tetapi aku melupakan satu hal kecil saat terjaga di dalam dekapannya, bahwa Taehyung tengah sakit.

Tubuhnya dingin. Peluhnya bahkan tak terasa hangat.

Aku terlambat menyadarinya. Terlambat ketika tahu bahwa aku telah kehilangan dirinya lebih dari setengah. Ketika kotak milik kami dibongkar, aku menemukan lebih dari setengah milik Taehyung yang berubah abu-abu dan aku mengerti banyak hal tentang keterlambatanku menyadari bahwa; siapa yang bersalah dan siapa yang harus disalahkan? <>

HelleboreTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang