Over-Protected Man

71.4K 4.9K 877

Apa yang kalian baca kemarin itu sama sekali belum menyentuh sebab aku bisa membaca buku harian Savanna. Itu baru permulaan. Inti dari semua masalah baru akan terjadi.

Sampai sore aku masih berharap Drey bercanda soal dia nggak ikut ke pasar malam.

Aku berharap Drey nggak benar-benar mau tinggal di rumah. Kuharap dia ingin membuntuti istri dan anaknya ke pasar malam terus nyuruh Heath pulang untuk jagain aku di rumah.

Namun, saat melihat mereka keluar kamar pada jam enam sore, aku langsung lemas. Savanna sudah dandan cantik dengan rambut pendek yang sepertinya dipotong oleh suaminya, sementara cowok jangkung itu masih pakai kaus lecek yang sepertinya baru dipakai tidur. Memang sih orang kaya satu itu bisa pakai apa saja ke luar rumah. Sejak nikah, dia baru dandan kalau disuruh sama istrinya.

Tapi, kalau Savanna saja dandan begitu, masa dia tampil lecek?

"Rambut baru, An?" tanyaku sambil menarik ujung rambutnya.

Sekarang warna kecokelatan yang dulu kata Ana dicat pada zaman Dave berkuasa hilang dari rambut panjangnya. Masih ada sih sisa kemerahan sih, tapi sepertinya akan berubah jadi hitam semua kalau tumbuh rambut baru. Drey suka rambut hitam, tapi Savanna sepertinya ketularan Karin yang jadi suka mengecat rambut.

"Dipotong sama Drey, tuh." Savanna kelihatan nggak senang dengan hasil potongan suaminya. Wajar, sih. Drey motongnya kaya pakai penggaris gitu. Rata sampai ke belakang.

Aku melirik tersangka yang menggendong Archie dan River sekaligus karena dua tuyul itu baru berantem. Archie nangis dibuat-buat, sementara river berusaha keras biar bisa nangis juga. Dasar bayi!

"Ana, bawa laki lo pergi ke pasar malam, deh." Kucoba memelas pada Ana. "Lo nggak takut laki lo di rumah nonton bokep?"

Savanna malah tertawa. "Bagus, dong. Biar dia belajar lebih banyak."

Sialan!

"Savanna, please. Laki lo kasihan di rumah sendirian. Bawa aja, deh. Ajak aja."

"Glace, dia kasihan, tahu! Lagi babak belur gitu badannya. Biar aja dia tiduran. Ada Heath kok nemenin gendong Archie. Entar gue mau jajan es. Terus kamu kenapa nggak ikut?"

"Gue ... gue mau main IG." Aku nyengir, berusaha terlihat seperti biasa. 

"Derita lo! Drey, bisa tolong pasangkan anting ini, nggak?" Dia menyerahkan antingnya pada Drey yang sudah menyerahkan dua tuyul itu pada Tundra.

Manja banget kan si Savanna? Ada aku loh yang juga bisa dimintai tolong. Kalau cuma masang anting aja nggak perlu harus ditangani sama lulusan Harvard, kan? Aku juga bisa sambil merem. Dia malah minta tolong suaminya yang kudu jalan kaki beberapa langkah.

"Rambutku kelihatan aneh, my Lord."

"Siapa bilang? You look gorgeous, Sweet cake." Drey mengigit kuping Savanna.

Aku memutar mata dan memonyongkan bibir dengan super jengkel. Savanna mendorong kepalaku.

"Ciye yang jomblo!"

"Laki lo yang bikin gue jomblo!"

"Aku?" Drey menaikkan alis. "Memangnya apa salahku?"

Aku memicingkan mata dan menunjuk dadanya. "Lo hampir aja bikin satu-satunya cowok yang suka sama gue mati, Pak."

Argh! Andai ngumpat kakak ipar nggak dosa ya, Tuhan!

Drey malah terlihat makin menikmati mengejekku. "Memangnya dia sudah bilang kalau dia suka kamu?"

"Sudah."

"Kamu gampang sekali ya ditipu."

"Kalau nyakar kakak ipar itu nggak dosa, udah gue cakar muka lo sampai nggak bisa dikenali, Drey."

Nasty Glacie (Sudah Terbit - Rainbow Books)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang