I am Glacie

81.9K 6.3K 661

Hai, aku Glacier.

Kalian bisa panggil aku Glacie atau Glace (bacanya seperti membaca Grace tapi dengan huruf L).

Aku anak bungsu dari tiga bersaudara, yatim piatu, kuliah di jurusan yang ternyata nggak kusukai, dan jomblo akut. The bright side is aku saudara iparnya Drey Syailendra, cowok pengangguran yang napas aja dibayar. Kalian tahu apa artinya? Aku bisa jadi apa aja dan beli apa aja yang kumau. Jadi, nggak usah pasang tampang melow seolah kasihan sama aku.

"Ih, Glacie itu sudah yatim piatu, jomblo pula. Lengkap banget penderitaannya!"

Ini komentar teman-teman sekosku dulu. Saranku, kalau kalian pengin komentar gini, mending jangan sampai kedengaran sama kakak-kakakku dan kakak-kakak iparku. Mereka berempat itu mulutnya pecah semua. Dijamin kalian bakal dapat serangan verbal lebih julid lagi.

Kalau selama ini kalian nggak pernah dengar atau jarang dengar namaku disebut-sebut sama Savanna, itu karena memang aku nggak pernah diajak main sama mereka. Savanna sama Tundra itu ke mana-mana berdua. Setiap aku mau ikut, mesti mereka bilang, "nggak usah. Lo di rumah aja nenen dulu."

Memang sih aku nenen sampai TK nol kecil. Tapi ... Demi semvak Firaun ... itu kan sudah berlalu. Harusnya mereka ngerti, dong. Nggak usah jadikan itu sebagai bahan bully-an lagi.

Terus pas Savanna kuliah, ketemu sama Karin. Cocok. Aku sama sekali nggak dianggep. Aku cuma kaya cicak yang nempel di dinding. Kalau kelihatan, mereka bakal ngambil karet buat jepret aku sampai lari. Jadi, kalau mereka ngumpul di rumah, aku kudu duduk diam di pojokan atau bawah meja buat nguping sambil bayangin bisa jadi bagian dari mereka.

Ngenes? Kalau kalian mengikuti kisah hidup yang bakal kutulis ini, baru kalian ngerti arti ngenes.

Eh tapi, kisah hidupku nggak sengenes Savanna, kok. Dia sih ratunya ngenes. Udah perjuangan buat nikahnya susah banget, eh setelah nikah juga adaaaa aja cobaannya. Aku sempat kaget waktu Claire telepon dari LA dan bilang kalau Savanna sama Drey mau cerai beberapa hari setelah Savanna keguguran anak kedua.

Gila! Aku nggak bisa bayangin. Mereka kan love birds banget. Nggak mungkinlah sampai cerai, apalagi Claire bilang Drey selingkuh. Itu hal paling nggak mungkin yang pernah kudengar.

Memang sih mereka berdua itu sama-sama keras kepala. Drey suka cari gara-gara dan Savanna itu ratu drama. Jadilah mereka sering ribut-baikan-ribut-baikan gitu terus sampai Sule jadi anggota Power puff girl.

Yah, cobaan hidup. Mau gimana lagi. Aku cuma bisa berdoa yang terbaik sih buat mereka.

Nggak semua manusia di dunia ini dikaruniai hidup mulus lempeng kaya Karin dan Tundra. Mungkin memang di keluargaku ada semacam kutukan buat anak perempuan. Mungkin, anak perempuan emang kudu uji nyali dulu sebelum happy ever after. Dulu Ibu juga cerita kalau awal nikah sama Ayah kondisinya ngenes banget.

Nah, gue ceritain deh tentang kengenesanku. Aku ini nggak cantik. Hidungku mekar kaya kembang kol yang lagi lucu-lucunya. Pipiku tembem kaya bakpao daging. Kalau Savanna punya suara yang manis, suaraku sedikit lebih merdu dari suara kucing kawin. Aku nggak bisa main musik dan nggak ngerti musik. Aku nggak bisa nyanyi. Aku bego di akademik. Aku nggak punya kelebihan apapun kaya Savanna.

Dari kecil aku sudah mati-matian berusaha biar kaya Savanna, tapi nggak bisa. Dia tetap yang paling cakep dan paling pinter di rumah dan di penjuru RT. Sebenarnya dia nggak cakep-cakep amat, sih. Cuma, nggak tahu kenapa dia itu punya daya tarik yang ajaib. Mata hitamnya tuh bikin dia kelihatan berbeda. Mata itu kayak pengin nangis gitu. Berkilau-kilau. Orang jadi nggak tega lihat dia.

Selain itu, Savanna itu pendiam. Apapun yang menimpanya, tu anak nggak pernah ngeluh. Dia itu kaya gengsi banget gitu buat buat ngeluh. Takut banget kayanya ngerepotin orang lain. Padahal, kita yang lihat ini loh berasa sedih banget lihat dia kesakitan tanpa bisa ngapa-ngapain.

Dulu dia pernah diserempet motor pas pulang sekolah sendirian. Eh, dengan begonya dia pulang sendirian dengan kaki pincang. Tahu nggak, kepalanya tuh berdarah kejedot aspal. Kakinya juga luka parah, tapi dia sama sekali nggak ngeluh. Sampai-sampai bapak yang nyerempet nggak tega dan ngikutin dia pulang sampai rumah.

Aku jadi ingat pas dia dijambak sama Sienna Shelby di restoran waktu itu. Dia sama sekali nggak kelihatan ketakutan. Dia malah balas kelakuan Sienna dengan berani, padahal saudaranya Drey tuh bawa pistol, Man. Pistol!

Duh, aku yang nonton aja sudah pengin kencing di celana.

Mungkin itu yang bikin Drey tergila-gila sama dia.

Dibandingkan sama Savanna, aku memang nggak ada separuhnya. Cuman, jeleknya Savanna dia tuh nggak pernah mau berhubungan sama orang. Aku sampai mengira dia antisosial. Tapi, kalau sudah dekat sama orang dia bakal sayang banget. Kaya sama Karin tuh. Dia sayang banget, kan? Dia rela ngelakuin apa saja demi Karin. Untuk bisa cari teman baru lagi, Savanna nggak akan sudi. Dia sering ketakutan kalau harus berhadapan sama orang baru.

Jangankan orang baru. Telepon ke rumah waktu Ayah sana Ibu masih ada aja dia kudu diingatkan dulu. Untungnya Ayah sama Ibu sudah hapal kelakuannya. Maklum deh mereka.

Orang paling berpengaruh dalam hidupku saat ini adalah Drey Syailendra. Tanpa dia, aku nggak bakalan punya hidup yang jungkir balik nggak keruan gini. Dia yang mengutus seorang body guard seksi buat jagain aku, eh dia juga yang emosi jiwa waktu Heath dan aku jadian.

Savanna bilang keputusan Drey ngajak aku ke New York adalah hal paling salah dalam hidupnya. Savanna sampai jauh-jauh datang ke New York cuma buat nabok Drey di depanku.

Nanti deh aku bakal ceritain semua. Sekarang, aku mau ingat-ingat dulu kudu cerita dari mana. Soalnya aku agak bingung, nih. Seumur-umur aku belum pernah nulis buku harian. Baru aja aku kepikiran untuk membukukan ceritaku yang sinting banget ini. Siapa tahu kan ada sutradara yang tertarik terus mau jadikan ceritaku ini film. Asyik banget, kan?

Kalau difilmkan nanti, aku mau diperankan sama Vanessa Hudgens. Eh, kenapa sih kalian sewot? Kali aja kalau bisa mempertemukan lagi Zac Efron sama Vanessa Hudgens terus mereka bisa balikan, kan?

Nggak semua mantan itu berakhir buruk. Aku punya banyak bukti kalau mantan itu bisa tetap menjalin hubungan sehat, kok.

Sudah dulu. Aku mau coret-coret dan ingat-ingat nama orang dalam hidupku. Aku agak lupa. Apalagi ceritaku ini terjadinya di Jakarta, Jogja, Los Angeles, London, dan New York. Sialnya, pas ke sana aku sampai lupa ingat-ingat nama jalan atau RT/RW nya. Nyesel deh dulu aku nggak bawa buku ke mana-mana kaya Savanna gitu.

Entar lagi, ya. Suamiku udah ribut, tuh. Hari ini kami mau ke rumah Karin sama Tundra. Tundra ulang tahun yang kesejuta makanya untuk pertama kalinya akan dirayakan. Katanya geng Savanna juga bakal datang. Aku sudah kangen banget sama si Centil Claire.

Aku pergi dulu, ya!

Aku pergi dulu, ya!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Eciyeee... ada yang jerit-jerit. Hahahaa...

Jadi langsung pengin menghujat author-nya?

Ayo... ayo... jangan lupa tinggalkan komentar dan pencet tanda bintang sebelum lanjut ke part berikutnya. Sesuai dengan tanggalan update, part berikutnya saya update hari Sabtu. Yaaaaayyyy...

Lalu,secara berkala saya akan update setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu.

Jangan lupa share cerita ini di medsos kalian biar Savanna Squads pada tahu semua. Wkwkwkwk...

Love,

Honey Dee

Nasty Glacie (Sudah Terbit - Rainbow Books)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang