Chapter Seven

34.7K 558 23

Jangan di skip dulu!

Halo, maaf aku baru up, kenapa? Karena hari-hari sebelumnya aku tidak enak badan(sakit) tapi sekarang sudah agak baikan dan ya aku bisa update lagi. Tapi otak aku tuh masih buntu (ga bisa ber imajinasi 😅) kenapa? Otakku lagi buntu, maaf kalau part ini agak gak nyambung sama cerita sebelumnya. Happy reading! Hope you like it and enjoy it!🙂💖.

 Happy reading! Hope you like it and enjoy it!🙂💖

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ini Mona waktu lagi di mall masih ingat kan?:)

"Eeh? Sean?"

Nayna tidak percaya terhadap seorang yang sedang di hadapannya sekarang.

Nayna menyunggingkan senyumnya, senyuman itu dibalas oleh seseorang tersebut,

"Gimana kabarmu?" Cowok tersebut akhirnya angkat bicara
"Baik aja. Kalau kamu gimana?" Nayna tersenyum sangat manis.

Cowok yang disebut Sean itu juga tersenyum,
"Sudah lama gak ketemu, Nay. Gue kangen sama lo" Sean membuat Nayna memerah sebentar,
"Aku juga kangen sama kamu! Huh, Sean masih aja pakai lo gue lo gue" Nayna mecerucutkan bibirnya.

"Iya lah, gue udah kebiasaan. Gak biasa manggil aku kamu aku kamu an, yang penting kita bisa nyambung ngobrolnya" Protes Sean
"Iya deh" Pasrah Nayna,

Hampir lupa dengan barang belanjaannya, spontan Nayna menunduk menatap malang beberapa barang belanjaannya yang tergeletak di lantai.

Semua orang yang berlalu lalang di sana juga melihat barang Nayna yang berserakan,

Tak banyak omong Sean yang melihat itu lantas jongkok dan mengambil barang belanjaan Nayna, Nayna terkejut akan hal itu ia pun ikut terjongkok berhadapan dengan Sean,
"Btw, makasih" Nayna kembali berdiri diikuti oleh Sean.

"Ini yang salah gue apa lo?" Tanya Sean "yang pastinya lo lah" Lanjutnya polos,
"Enak aja!! Kamu tuh yang main handphone lagi jalan, mentang-mentang handphone baru , main handphone sembarangan!" Omel Nayna

DesahanBaca cerita ini secara GRATIS!