Top Hallyu : 26 [Full Part]

20.9K 4.6K 1.2K
                                    

"Cut!"

Sutradara Kim memberikan arahan, kemudian memanggil Baekhyun untuk diajak berdiskusi perihal adegan yang ia mainkan.

Jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, tapi mereka masih syuting agar drama yang Baekhyun kerjakan selesai bulan ini. Peluh di dahi Baekhyun menetes, membuat stylish dan makeup artist memberikan sedikit sentuhan bedak di dahi Baekhyun.

"Kau tidak tidur dari kemarin. Masih kuat?" tanya manajer Nam.

Baekhyun mengangguk, ia mengambil script take ke-13 dan berusaha menghapalnya di area yang super bising.

"Ponselku dimana? Sudah seminggu aku tidak menghubungi Fara," gumam Baekhyun. Saking sibuknya, Baekhyun tidak sempat memegang ponselnya. Sampai di tempat tidur, Baekhyun langsung tepar karena kelelahan.

Bukannya dia tidak merindukan Fara, hanya saja keadaanlah yang membuat Baekhyun lebih memilih mengutamakan pekerjaannya. Jika syuting mereka selesai lebih awal, Baekhyun bisa pulang dan istirahat beberapa hari sebelum berangkat syuting ke pulau Jeju.

"MANAJER NAM! Dimana ponselku?"

"Mana aku tau, Baek. Bukannya kau yang pegang?"

Baekhyun mengerjit, "Aku kira kau yang membawa ponselku seperti biasa."

"Coba kau cari di penginapan, siapa tau terselip di koper," ujar Manajer Nam cuek.

Baekhyun menghela napasnya. Semoga Fara tidak marah gara-gara ia jarang memberi kabar.

Dulu, saat berpcaran dengan Jo Hanlin, Baekhyun juga seperti ini. Bahkan ia pernah mengabaikan Jo selama berbulan-bulan gara-gara lupa kalau ada seseorang yang menunggu kabarnya. Mungkin karena hubungannya dengan Jo yang saat itu hanya berkedok 'Jo adalah tamengnya' membuat Baekhyun sering lupa kalau dia mempunyai kekasih wanita.

Tapi kali ini situasinya berbeda. Fara bukan lagi tameng yang menyembunyikan sisi lain dalam diri Baekhyun. Fara istrinya.

"Kau ingin aku bawakan cemilan, Baek?" Manajer Nam mengintrupsi.

"Boleh, tolong ambilkan."

"Oke, tunggu sebentar."

Setelah take ke 13 selesai, Baekhyun bergegas ke kamarnya. Ia mengobrak-abrik baju dan kopernya, tapi hasilnya tetap nihil. Baekhyun tidak bisa menemukan ponselnya. Karena kesal, Baekhyun menyuruh manajer Nam membeli iPhone yang baru. Dia ingat kata Mama 'Jangan seperti orang susah.'

"Bagaimana? Dapat?"

Napas manajer Nam terengah-engah. Hari masih pagi, dan Baekhyun sudah meminta ponsel baru padahal mall buka jam 9 pagi.

"Kau mau menepon siapa pagi-pagi begini?" tanya Manajer Nam sambil melempar bag berisi ponsel ke arah Baekhyun.

"Fara. Bisa kau kirimkan nomernya?"

"Ah, oke." Manajer Nam segera mengetikkan nomor Fara.

"Angkat telponnya, Ra," lirih Baekhyun setelah mendial nomor Fara berkali-kali, tapi wanita itu tidak kunjung mengangkat telponnya.

"Apa dia sibuk?"

Dengan helaan napas berat, Baekhyun merebahkan tubuhnya di ranjang. Kepalanya pening karena kekurangan tidur. Jika saja ada Fara disini, dia pasti akan memijat kepala Baekhyun sambil memainkan rambutnya. Dalam samar, Baekhyun bergumam lirih, "Aku rindu Fara."

Sekarang, wanita itu bukan hanya sekedar tempatnya untuk pulang, tapi tempatnya untuk menetap dan tinggal.

Terkadang, rasa nyaman dapat menumbuhkan rasa lain yang tidak Baekhyun ketahui namanya.

Top Hallyu and Me (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang