Spesial Chapter 11 : Si Pembuat Onar.

5.1K 706 140
                                        


Xiaomi tidak begitu memperhatikan pekerjaanya. Ia terlihat menyapu lantai sembari mencuri curi pandang kekanan dan kekiri. Diam diam ia membuka pintu ruang kerja Yanyan. Yanyan terlihat sedang sibuk membaca dokumen.Xiaomi memanggilnya pelan,

"Yan,coba lihat aku~"

Yanyan mengabaikan panggilan Xiaomi.

"Yan~lihat lah kesini sebentar~"

Akhirnya Yanyan pun mengalihkan pandangannya ke arah Xiaomi. Xiaomi berpura pura terlihat sedih.

"Menurut mu,apakah aku terlihat seperti Takeshi?"

"Su Xiaomi,menjauhlah dari ku"

Xiaomi terlihat tidak senang,ia pun berjalan masuk kedalam ruangan Yanyan,dari belakang ia memeluk tubuh Yanyan. Ia menggerak gerakkan tubuh Yanyan kedepan dan ke belakang.

"Tapi...bekerja begitu membosankan.."

"Selain menonton tv ,apalagi yang tidak membosankan bagimu?"

Yanyan tidak bisa konsentrasi bekerja karena Xiaomi yang terus mengayun ayunkan tubuhnya.

"Hmm...mencintaimu?,"sambil berkata seperti itu ia memberikan kecupan dipipi Yanyan.

"Jangan berpura pura bersikap naif"

Melihat Yanyan yang mengabaikannya,Xiaomi pun kembali melanjutkan pekerjaannya.

Akhirnya waktu pulang pun tiba. Su Xiaomi memutuskan kalau ia tidak akan kembali bekerja di kantor Yanyan lagi. Ia lebih memilih berada di rumah menonton tv sambil memakan cemilannya.

Di dalam mobil ,Xiaomi sibuk memikirkan bagaimana cara agar iya bisa membujuk Yanyan memperbolehkannya berhenti bekerja. Haruskah ia berpura pura sekarat?ah dia sudah pernah menggunakan cara ini sebelumnya..dan juga tidak terlalu berpengaruh untuk Yanyan. Bagaimana ia bisa tahu kalau dia tidak sedang sekarat?

Su Xiaomi memasang ekspresi lemah sembari bersandar di jendela mobil.

"Yan,sepertinya aku terkena kanker.."

"Kanker jenis apa kali ini?",satu tangan Yanyan memegang setir mobil satu tangan lainnya terlihat memegang rokok. Sama sekali terlihat tidak perduli pada Xiaomi.

"Kanker payudara",sambil berkata seperti itu Xiaomi mengangkat kaosnya sembari menyentuh dadanya yang datar,"disini coba lihat ada benjolan"

Yanyan meremas setir mobilnya. Mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri agar tidak terpancing dengan omongan Xiaomi.

"Yan~mungkin aku tidak bisa bekerja lagi. Sekarang dada kuterasa sangat sakit. Aku sebenarnya tidak berani untuk mengatakannya padamu. Aku khawatir kalau kau akan cemas. Tapi saat ini aku sudah tidak punya pilihan lagi,"Xiaomi terlihat tersedu sedu.

"Su Xiaomi"

"Ya?"

"Ini bahkan lebih buruk dari pada saat kau bilang kau sekarat"

"Bagaimana kau bisa mengetahuinya?"

"Aku selalu menyuruhmu untuk membaca buku lebih sering..lebih sering."

[Spesial Chapter] I Want To Be Your Man (Bahasa Vers) (boyxboy)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang