"Jadi bagaimana sajangnim ceritakan semuanya" ucap krystal "ini adalah sangat rahasia, jika semua bocor itu pasti kau dan sekertaris jang" ucap sehun "iya sajangnim.. ceritakan saja keluhan pasien adalah rahasia terbesar dokter" jawab krystal tersenyum


"Aku akan menceritakannya dan kau hanya perlu dengarkan"ucap sehun mencoba menjelaskan



Flashback

"Saya turut berduka atas kematian tuan oh" ucap seseorang yang berlalu lalang untuk memberikan penghormatan terakhir. "Ayah meninggalkanku?" Ucap sehun pada saat berusia 8thn "ayahmu tidak berguna, dia hanya membuat hutang menjadi lebih banyak dan pergi begitu saja" bisik nyonya kim "ibu kenapa kau berkata buruk padanya" ucap sehun "aku bukan ibumu sehun.. berhenti terlihat menyedihkan seperti itu, ayah dan ibumu sudah pergi sekarang" balas nyonya kim dingin

Datanglah sekertaris tuan oh pada saat itu "nyonya.. maafkan saya karena membahasnya sekarang, beliau hanya menitipkan anda sebuah villa yang berada di jepang miliknya untuk anda tinggali dan tuan muda" ucap sekertaris park "apah?? Dia menjual juga rumah utama untuk membayar hutang? Lalu bagaimana dengan woobin dan aku, katakan bagaimana aku bisa hidup?" Jawab nyonya kim panik "semua sudah tertulis di wasiat beliau nyonya.. dan tuan muda sehun mendapatkan saham perusahaan yang tersisa saat ini?" Tambahnya lagi "bagaimana denganku dan woobin" ucap nyonya kim "anda mendapatkannya juga, akan kuserahkan berkas2nya saya permisi" pamit sekertaris park lalu dihentikan oleh nyonya kim

"bagaimana dengan bagian sehun? Bukankah bagiannya harus di titipkan oleh wali? Aku ibunya bukan??" Sekertaris park hanya tersenyum menanggapi nyonya kim yang haus akan harta "tuan muda akan mendapatkan bagiannya sendiri saat sudah dewasa nanti nyonya kim anda tidak perlu khawatir" jawab sekertaris park lalu pergi

1 thn sehun nyonya kim dan woobin tinggal bersama di jepang kehidupan nyonya kim juga sangat berantakan dia selalu menghabiskan uangnya hanya untuk membeli barang mahal dan berjudi

pada suatu malam nyonya kim pulang larut malam dalam keadaan mabuk "sehun... bawakan aku minum" pinta nyonya kim, sehun menuruti kemauannya "ibu.. aku lapar, hyungg tidak mau membagikan makanannya padaku" adu sehun pada nyonya kim "buatlah dirimu berguna sehunna... hidup ini keras, aku sangat membenci ayahmu kenapa dia menitipkan dirimu padaku menjengkelkan sekali, bagaimana bisa aku mengurus anak orang lain yang benar saja" ucap nyonya kim lalu pergi meninggalkan sehun

Keesokan harinya nyonya kim menangis tersendu2 sehun dan woobin pun mendekat padanya "kemarilah anak-anakku.. ibu ingin sekali pergi bersama kalian, ibu merindukan kehidupan kita yang dulu bisa bersama2 kalian, kemarilah ganti baju kalian dan kita akan pergi" ucap nyonya kim tersenyum. Bagi sehun pada hari itu adalah hari yang menyenangkan baginya bisa pergi bersama ibu dan hyungnya


"Sehunna... coba ini juga, maafkan ibu untuk kemarin malam tidak memberimu makan, sekarang makanlah sepuasmu" ucap nyonya kim tersenyum sambil memberikan beberapa makanan "terimakasih bu.. andai ayah masih disini"balas sehun senang "ibu..!! Kenapa kau memebrikannya pada sehun juga..!! Dia ibuku asal kau tau bukan ibumu" ucap woobin emosi


Nyonya kim berusaha menutup mulut woobin "apa yamg kau katakan? Kau harus bersikap baik padanya, dia akan menjadi penyelamat hidup kita" ucap nyonya kim senang "maksud ibu??"tanya sehun terlihat bingung pada waktu itu "nanti akan kutunjukan" jawab nyonya kim senang



Flashback end


Sehun berhenti bercerita seketika dan mencoba menghelakan nafasnya berat "anda baik baik saja sajangnim?? Jika terlalu berat tidak usah diceritakan"ucap krystal menenangkan "aku baik baik saja, sampai saat wanita itu membawaku pada seseorang, orang itu memberikan uang yang sangat banyak terhadapnya aku hanya bertanya2 kenapa hanya aku yang akan ikut bersamanya bagaimana dengan woobin aku terlalu bingung, sampai aku sadar wanita itu menjualku pada lelaki itu" ucap sehun menatap krystal dalam, krystal sedikit terkejut dengan cerita kelam sehun


"Aku ingat begitu banyak anak sepertiku berbaris.. mereka sama sepertiku, aku tidur ditempat sempit dan minim udara, aku selalu minta seseorang disana menelfon ibu bahkan aku masih merindukannya aku terlihat bodoh" sehun menyunggingkan senyumnya miris

"sajangnim.. aku tidak tau anda mengalami masa kecil yang begitu buruk, maafkan saya anda jadi menceritakannya kembali" timpal krystal menepuk pundak sehun "itu belum dimulai dokter jung.. hal yang paling mengerikan adalah dimana anak2 lain keluar dari ruangan mata mereka dibalut perban dan mereka tidak bisa lihat lagi mereka menangis dan terus menangis, aku mengerti lelaki itu mengambil matanya, aku begitu ketakutan sampai aku berusaha melarikan diri sebelum giliranku, aku tidak bisa kabur seseorang membiusku, sekian lama aku sadarkan diri ku kira aku tidak bisa melihat lagi tapi aku bisa mereka mengambil ginjalku bukan mataku" cerita sehun buat krystal terkejut



"Kau tau kenapa mereka tidak mengambil mataku?" Tanya sehun, krystal hanya menggelengkan kepalanya "mereka terlalu suka mataku, dan mereka mempercayakanku mengawasi anak anak lain agar tidak bisa kabur, tapi aku mengacaukannya aku membuat semua anak kabur karena kecerdikanku" ucap sehun tenang "lalu setelah itu anda hidup bersama siapa?" Tanya krystal "aku menelfon sekertaris park dan dia menjemputku di jepang aku hidup sederhana dengannya hingga umurku pantas dan mendapatkan warisanku, aku mulai dari nol bersama sekertaris park smpai sesukses ini dan dia meninggalkanku sama seperti ayah,ibu dan lainya" sehun hanya tersenyum miris



"anda tidak sendiri sajangnim.. saya akan bersama anda" balas krystal lalu memeluk sehun menepuk punggungnya pelan "aku ingin membalasnya.. aku ingin wanita itu mendapat hukuman" ucap sehun lagi di pelukan krystal "anda bisa melaporkannya pada polisi" balas krystal melepaskan pelukannya "tidak bisa.. membalasnya dengan hukum hanya akan mngotori citra oh group.. yang ku bangun susah payah" ucap sehun



"menangislah jika anda ingin sajangnim" sela krystal memeluk sehun lagi "menangis??bolehkah aku menangis" ucap sehun lirih dan terlihat tenang "tentu.. itu untuk kesehatanmu, jika anda sungkan untuk menangis lakukanlah untuk kesehatan mata anda, tidak ada yang salah hiks... hikss lihat aku saja menangis sajangnim hiks hiks" balas krystal menangis sambil memeluk sehun



"Aku ingin menangis juga" ucap sehun lalu menenggelamkan wajahnya pada pelukan krystal "aku tidak tau menangis seperti ini melegakan untukku" timpal sehun lirih "menangislah jika anda ingin, anda akan baik baik saja sajangnim.. tidak ada yang bisa melukai anda, jika wanita itu melukai anda lagi aku akan menyembuhkan anda sampai anda sembuh dan melupakan rasa sakit itu percayakan padaku" ucap krystal sesekali menghapuskan airmatanya













Tbc

Makasih yang udah vote sama comment di part sebelumnya ya 😄😄

Ehh buat yang suka bahasa nonbaku, aku ada crita baru yg bahasanya nonbaku check  work aku jangan lupa mampir ya syukur ksih vote sama commentnya makasihhh 😄😄😄😄

Mr. Oh Sehun [COMPLETE]Baca cerita ini secara GRATIS!