Chapter Six

49.2K 827 39

Menekan bintang, tidaklah susah..

Reyhan (ini si Reyhan kayak mayat hidup ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Reyhan (ini si Reyhan kayak mayat hidup ya. Putih amat si:' tapi ini mungkin karena effect kameranya gitu.)

"Ahh, Rey berhentilah, hari ini satu ronde saja"

Nayna sangat lelah, padahal baru satu ronde,
"Yah sayang. Aku mau lebih" pinta Reyhan manja.

"Kamu aja yang main sendiri aku mau tidur" Ucap Nayna polos sambil menyembunyikan wajahnya di dada Reyhan.

"Oke" Setuju Reyhan "Ets, ohya. Besok aku libur, kamu mau tidak bermain denganku sampai siang?" Reyhan menyeringai jahil.

Tidak ada jawaban dari Nayna, sangat lelah untuk menjawabnya sekarang. Reyhan melepaskan miliknya dari milik Nayna, lalu menarik selimut tebal dan menutupi tubuh Nayna.

"Selamat tidur, my beauty wife" Reyhan mengecup bibir Nayna sekilas.

•••

Nayna bangun pukul setengah 8 siang. Entah sampai jam berapa kemarin mereka bercinta. Nayna merasa tak nyaman dengan vaginanya. Dan perutnya terasa sakit..

Jeng..jeng..

Nayna segera berlari ke toilet. Dan segera mengecheck nya.

Reyhan terbangun saat sinar matahari menusuk matanya, duduk di ranjang dan mengerjap beberapa kali, melihat tidak ada orang disebelahnya Reyhan tersenyum tipis atas kejadian kemarin.

Reyhan menggunakan boxer nya lalu berjalan keluar menuju

Dapur.

Aroma khas masakan Nayna seakan akan menusuk indra penciuman Reyhan, sangat nikmat aromanya.

Terdapat bidadari sedang mengaduk-aduk bumbu di penggorengan, dengan lingerei tipis yang digunakan Nayna membuat Reyhan ingin melahapnya.

"Morning.." Reyhan memeluk Nayna dari belakang, dan menciumi bagian belakang leher Nayna. Sangatlah menggoda.

"Morning too, Reyhan. Kamu libur kan hari ini?" Tanya Nayna tetap fokus pada masakannya
"Iya, ada apa? Ingin berbulan madu?" Tanya Reyhan yang tak habis-habisnya menggombal Nayna.

"Ish! Bukan begitu" Jawab Nayna kesal.
"Lalu, kamu mau aku ngapain? Menemani kamu shopping di mall ?" Tanya Reyhan tersenyum lebar lalu melepaskan pelukannya dan menuju meja makan.

DesahanBaca cerita ini secara GRATIS!