ii. Cinta Itu Berdua

557 31 2
                                    

Tidak ada orang di dunia ini yang tidak menginginkan bahagia dalam hidupnya. Banyak sekali orang yang akhirnya bertahan pada seseorang—yang menurutnya—akan membuatnya bahagia suatu saat nanti. Sebab bahagia memang harus bersamanya. Tak peduli ada rasa sakit yang terus menghantui, rasa sesak yang menimbulkan keraguan di hati. Kamu hanya mau dia seorang saja. Tidak untuk yang lain.

Perasaan yang kamu pendam tak selamanya bisa kau bohongi, padahal hati bisa saja lelah kapanpun juga.
Jangan paksakan diri untuk selalu bahagia bersama seseorang yang enggan membuatmu bahagia. Justru membuatmu terpuruk dalam satu waktu ketika kau menyadarinya. Cinta sudah seharusnya berdua mencari bahagia. Maka, berbahagialah dengan seseorang yang dengan sekecil apapun perlakuannya padamu, sudah membuatmu tersenyum. Tersenyum tulus, tanpa ada kata kebohongan dibaliknya.

Cinta itu berdua, berjuang dalam hal apapun. Termasuk menerima segala hal yang ada dalam diri pasanganmu. Bukan ketika kau tahu, dia memiliki kekurangan lalu kau menghindarinya. Itu terpaksa, bukan cinta namanya.

Beberapa hal yang ada di dunia ini memang sebaiknya kau hindari, seperti seseorang yang lebih banyak membuatmu terluka padahal bagimu, dia adalah satu satunya harapan kau bahagia. Pergilah meninggalkannya untuk itu. Berjuang sendirian tidak akan pernah menjadi baik, apalagi masih menjaga janji yang akhirnya dia ingkari. Kamu terlalu baik kepadanya, tidak pernah menengok untuk mengasihani hatimu sendiri. Tanyakan pada dirimu sendiri, bukankah hatimu tak terbuat dari baja? Bukankah kamu ingin tersenyum, bukan terus menangis? Bukankah kamu lebih ingin bahagia daripada terus menahan luka?

Aku bisa saja menyebut kalian gadis pengemis bahagia, tapi kalian tidak pantas untuk itu. Sebab aku tahu bagaimana rasanya. Ketika dia yang kamu cinta, sudah tidak lagi ingin memperjuangkanmu, namun kau tetap saja bersikeras menginginkannya. Tentu, aku adalah gadis itu dulu.

Tinggalkan dia, sebab kepergianmu sekarang takkan membuatnya merasa kehilangan. Tapi mungkin iya untuk beberapa masa yang akan datang, dia baru akan merasa kehilanganmu. Kehilangan seseorang yang pernah dia campakkan—yang pernah memperjuangkannya mati-matian. Menyesal adalah kata-kata yang cukup bagus jika kau dengar dari mulut manisnya. Namun jangan pernah kembali, karena kau tak pantas terluka untuk kedua kalinya.

Senandika HatiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang