(1) Memilih Pergi

1.3K 201 98

Cerita ini hanya dipublikasikan di Wattpad!

Selamat membaca untuk hati yang sakit karena cinta terbagi!

---

Bagi Dhiya, pergi dari hidup Jagad sama saja menyuruhnya mati. Dhiya mana mungkin bisa meninggalkan orang yang bertahun-tahun telah dicintainya itu. Hanya saja untuk saat ini sepertinya dia tidak memiliki pilihan lain selain pergi. Karena Jagad sudah berubah. Bukan Jagad yang selama ini Dhiya kenal, melainkan seorang lelaki yang semakin lama semakin terasa begitu asing.

Sejatinya Jagad itu adalah suami Dhiya. Terhitung lima tahun masa pernikahan keduanya dan selama itu pula banyak perubahan yang terjadi. Sebelum memutuskan menikah, Jagad dan Dhiya memang berpacaran selama tiga tahun. Masa-masa indah bagi Dhiya karena Jagad selalu memperlakukannya bak seorang ratu. Ketika saling menatap, Dhiya bisa menangkap sinyal penuh cinta dari mata Jagad. Hingga tak heran bahwa hubungan keduanya berlanjut ke sebuah pernikahan.

Satu dua tahun pernikahan dihabiskan keduanya dengan perasaan yang luar biasa bahagia. Terlebih ketika Dhiya mengandung anak pertama hasil buah cinta mereka. Selama masa kehamilan, Jagad selalu siap siaga jika sekiranya Dhiya membutuhkan apa pun. Berperan menjadi suami serta calon ayah yang baik.

Sampai pada di mana Tuhan mencoba memberikan ujian di antara keduanya. Tuhan ingin tahu seberapa kuat ikatan suami-istri antara Jagad dan Dhiya. Ujian yang begitu berat di mana Dhiya mengalami kecelakaan ketika pulang bekerja. Kejadian nahas yang membuat Dhiya harus kehilangan calon buah hatinya. Kejadian yang berangsur membuat Jagad berubah.

Dhiya tahu Jagad kecewa padanya karena menganggap Dhiya telah lalai dan bertindak sembarangan. Tapi suaminya itu tidak mengungkapkan perasaan kecewanya secara terang-terangan. Jagad lebih banyak mendiamkan Dhiya. Perubahan sikap Jagad semakin menjadi ketika pernikahan keduanya menginjak ke-3 tahun. Tidak ada lagi Jagad yang memberi perhatian. Jangankan perhatian, senyum pada Dhiya sembari mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja pun tidak pernah.

Di mata Jagad, Dhiya telah berubah wujud menjadi angin. Tidak terlihat namun dapat dirasakan kedatangannya hingga lelaki itu memilih pergi menjauh kala Dhiya mendekat. Tidak ada yang dilakukan Dhiya selain berusaha memperbaiki hubungannya dengan Jagad. Menjadi istri yang setia dan dapat diandalkan adalah salah satu cara untuk kembali menaklukkan hati suami. Dhiya berusaha mengembalikan atensi Jagad seperti sedia kala.

Dhiya pikir, jika sebelumnya dia berhasil membuat Jagad jatuh hati, maka tidak akan sulit menyentuh hati Jagad untuk kedua kalinya. Dhiya berusaha sekuat mungkin sampai di detik di mana ia harus menerima suatu kenyataan bahwa suaminya telah memiliki istri lain.

Ya, di usia pernikahannya yang ke-4 tahun Jagad menikah lagi tanpa meminta izin sedikit pun dari Dhiya.

Jangan tanya lagi tentang tingkat kesakitan hati Dhiya. Tingkatnya sulit dijelaskan hingga rasanya Dhiya ingin mati saja. Tapi tidak. Dhiya tidak akan bunuh diri karena tahu bahwa lewat cara menyakitkan itulah Tuhan akan melihat tentang seberapa kuat dia menerima semuanya.

Kesabaran Dhiya diuji begitu beratnya dan wanita itu sekuat mungkin bertahan. Dia ingin berakhir menjadi pemenang seolah sedang berada di medan laga. Terlebih lagi istri kedua Jagad lebih muda lima tahun dari Dhiya. Cantik, berbakat, dan dapat dibanggakan bernama Erika.

Tapi yang lebih menyakitkan adalah ketika semua keluarga besar Jagad menyetujui pernikahan suami Dhiya itu dengan Erika. Termasuk ibu mertua yang bahkan saat ini lebih menyayangi Erika dibanding Dhiya. Tidak ada satu orang pun yang berada di pihak Dhiya bahkan semuanya terkesan ingin menjatuhkan Dhiya di mata Jagad. Hingga suaminya itu menjadi ringan tangan. Menyiksa Dhiya baik secara fisik maupun mental.

Kumpulan Cerita PendekRead this story for FREE!